Pacaran !!! Yah, kata yang satu ini pasti tidak asing lagi buat kita. Yang namanya pacaran ama dunia remaja tidak bisa dipisahkan. Benar tidak? Salah satu efek dari masuknya masa puber adalah mulai bereaksinya hormon cinta yaitu Phanylatilamine (PAA). Jadi tidak heran, bila saat ini para remaja mulai ada perasaan naksir sama seorang cewek atau cowok.

Nah, karena serangan PAA yang bertubi-tubi, maka banyak yang tidak kuat lagi untuk ngerem. Salah satu bentuk penyaluran PAA adalah dengan pacaran. Karena, katanya sih dengan pacaran seseorang bisa2 bersayang-sayangan, bermanja-manjaan, dan pokoknya indah aja dech. Makanya, sekarang yang namanya pacaran sudah menjadi dunianya remaja. Remaja kok kagak punya pacar, kuno gak ngetop! (katanya…)

Namun, kita mesti sadar bahwa pacaran yang selama ini dianggap manis dan dapat dinikmati sepasang kekasih ternyata tidak selamanya benar. Banyak sekali masalah yang muncul di antara3 mereka berdua. Persoalan yang muncul berkisar masalah perilakuseksual, kepribadian, perselingkuhan, patah hati, kekerasan dan lain sebagainya.

Makna Pacaran

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Ketiga, 2002:807), pacar adalah kekasih atau teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih. Berpacaran adalah bercintaan; berkasih-kasihan. Memacari adalah mengencani; menjadikan dia sebagai pacar.

Kata Pacar sendiri berasal dari nama sejenis tanaman khas yang cepat layu dan mudah disemaikan kembali. Tanaman ini tidak bernilai ekonomis (murahan) sehingga tidak diperjualbelikan. Hal ini sebagai symbol bahwa pacaran adalah perilaku yang tidak bernilai. Jika suatu waktu puas dengan pacarnya, maka dia akan mudah beralih kepada pacar yang baru.

Pacaran sendiri dapat diartikan ajang saling mengenal agar mengetahui karakter masing-masing. Kenyataannya justru bukan saling mengenal tapi upaya melampiaskan nafsu birahi.

Dari sudut bahasa sudah nampak bahwa pacaran adalah hubungan cinta kasih antara lawan jenis di luar nikah, tidak bernilai dan mengandung unsur-unsur4 yang membahayakan masa depan kedua pasangan tersebut.

Kenapa Remaja Berpacaran ?

Ketika remaja ditanya, “Mengapa sih kamu kok pacaran?”. Jawabannya sangat bervariasi, masing-masing memiliki alasan sendiri-sendiri, seperti:

  1. Bisa menambah motivasi belajar
  2. Terpesona dengan penampilan
  3. Pelarian dari rasa jenuh
  4. Tempat curhat
  5. Just for fun. Enjoy aja lagi!

Adakah pacaran yang sehat ?

Dari beberapa alasan di atas awalnya memang menyenangkan tetapi kemudian banyak mendatangkan kerugian, baik material maupun spiritual. Dari alasan-alasan itulah yang akhirnya membuat sebagian besar pasangan yang berpacaran itu terjerumus untuk melakukan perilaku seks.

Jika ada pertanyaan: Bisakah pacaran tapi tidak melakukan kegiatan seksual? Ada tidak ya cara pacaran yang sehat itu? Begini… Jadi, pacaran yang sehat adalah pacaran yang terbebas dari segala bentuk kekerasan fisik (termasuk biologis) dan kekerasan emosi, ada juga yaitu terbebas dari penyimpangan agama. Pacaran yang sehat itu terjadi bila, masing-masing pasangan tidak melakukan pemaksaan-pemaksaan atau penodaan fisik, tidak melukai perasaan pasangan dan tidak melanggar aturan agama.

Nah, memang yang namanya pacaran yang sehat itu kayaknya sulit diwujudkan. Sehingga, sebenarnya tidak ada yang namanya pacaran yang sehat, yang ada itu kalo pacaran ya….ada maksiat lah. Mendingan tidak usah pacaran, kan bikin badan ama kantong kita tetap sehat. Bener kan?


1 Disalin dengan perubahan seperlunya dari Pacaran Ya….? yang ditulis oleh Farid Prianggono, S.Si yang disampaikan pada acara TALKSHOW “Sex Education for Teenagers”, Kamis, 7 Oktober 2004 di SMA 1 Semarang.

2 Pada teks asli tertulis “bias” kami koreksi atas inisiatif kami agar sesuai dengan makna yang dimaksud.

3 Pada teks asli tertulis “diantara” kami koreksi atas inisiatif kami agar sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

4 Pada teks asli tertulis “unsure-unsur” kami koreksi atas inisiatif kami.