Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Spionase Ala Cina

29 Apr 2016

Pada Februari 2011, dua perusahaan elektronik terbesar Cina, Huawei dan ZTE, menyatakan tidak ada kontrak baru yang disetujui dengan India. padahal sebelumnya India merupakan salah satu potensi pasar terbesar produk elektronik kedua perusahaan tersebut, terutama untuk produk hp.

Apa pasal tak adanya kontrak baru tersebut? Hal itu karena pihak operator telekomunikasi India mengambil sikap tegas: melarang impor produk-produk telekomunikasi dari Cina. Sikap tegas India bukan tanpa alasan. Badan Intelijen negara ini mencurigai adanya perangkat mata-mata yang disematkan dalam produk-produk telekomunikasi Cina, dan itu dianggap membahayakan keamanan nasional India!

Atas perkembangan itu, pihak perusahaan telekomunikasi Cina, pada Mei 2011, harus secara khusus bertemu dengan otoritas India, meminta kelonggaran kebijakan. Otoritas telekomunikasi India pada akhirnya menyetujui permintaan Cina, tapi dengan satu syarat: pihak perusahaan telekomunikasi Cina harus menyediakan informasi tambahan tentang peralatan yang dijual.

Di tempat lain, Belanda, pada tahun 2010. Kegiatan spionase Cina melalui perusahaan telekomunikasinya juga menjadi informasi penting unit intelijen Belanda. Dinas Intelijen Belanda, AIVD, menyatakan dalam laporan tahunannya bahwa Cina melakukan tindakan mata-mata di Belanda. AIVD menyebutkan Cina mengumpulkan informasi ekonomi dan teknologi memakai metode mata-mata digital.

Kontroversi spionase Cina melalui produk elektroniknya di Australia berbeda lagi. Pihak intelijen Australia, ASIS, mendapati informasi menarik, bahwa para pegawai Huawei diduga punya hubungan langsung dengan tentara Cina.

Amerika juga memiliki informasi yang sama dengan Australia. Otoritas keamanan negeri Paman Sam tersebut menyatakan bahwa Huawei meski secara resmi bukan perusahaan negara, tapi masih terkait dengan tentara Cina. Pemerintah Cina, menurut Amerika Serikat memiliki pengawasan yang kuat terhadap perusahaan-perusahaannya yang aktif di luar negeri, termasuk untuk melakukan kegiatan spionase negara.

Di Indonesia??? Hmmm…

wb, 29/4/16