Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Melacak Aliran Kebatinan

19 Feb 2016

Definisi Kebatinan

}  Secara kebahasaan, Batin bermakna bagian dalam, samar dan tersembunyi

}  Secara istilah, batiniyah bermakna kelompok yang mengaku bahwa zhawahir (makna-makna terang) al-Qur’an dan hadits memiliki makna batin (tersembunyi), tak obahnya kulit dengan sari patinya, yang dapat dipahami oleh orang-orang tertentu, bukan oleh orang-orang awam.

Lahirnya Aliran Kebatinan

}  Dalam sejarah, aliran kebatinan lahir pada masa-masa pemerintahan Khalifah al-Ma’mun (198-218 H/dan tersebar luas pada masa Khalifah al-Mu’tashim

}  Aliran kebatinan didirikan oleh beberapa orang, antara lain:

}  1. Maimun bin Daishan (al-Qaddah)

}  2. Muhammad bin al-Husain (Dandan)

}  3. Hamdan Qirmith

Visi dan Misi Aliran Kebatinan

}  Mengembalikan kejayaan agama Majusi

}  Mengembalikan kejayaan Persia/Iran

}  Menghancurkan Islam dari dalam

}  Meraup keuntungan materi dari pengikutnya

}  Memenuhi kebutuhan biologis

Kebatinan Masuk Dalam Islam melalui dua pintu

}  Aliran Syi’ah (Rafidhah) dengan propaganda membela Ahlul Bait yang telah dizhaimi oleh penguasa Bani Umayah dan Bani Abbasiyah serta mengembalikan kekuasaan politik ke tangan Ahlul Bait

}  Ajaran Tashawuf dengan paradigma bahwa orang yang telah mencapai tingkat ma’rifat dan kesucian tertentu tidak berkewajiban mengamalkan ajaran syari’at, tetapi cukup dengan mendalami ilmu hakikat

Sejarah Umat Islam Nusantara

}  Pada masa-masa yang silam kaum Muslimin wilayah Nusantara mengikuti madzhab Imam al-Syafi’i dalam bidang amaliyah (fiqih), madzhab al-Asy’ari dalam ideologi (akidah) serta madzhab al-Imam al-Ghazali dan al-Imam Abu al-Hasan al-Syadzili dalam tashawuf.

Merebaknya Berbagai Aliran Di Nusantara

}  Pada tahun 1330 H merebaklah berbagai aliran dan golongan di wilayah nusantara seperti Wahhabi, Syiah, Kebatinan (Ibahiyyun atau libertinisme), inkarnasi dan manunggaling kawulo gusti.

Merebaknya Kebatinan di Indonesia

}  Di antara aliran yang berkembang sejak tahun 1330 H di Nusantara adalah Ibahiyyun (Libertinisme, Liberalisme dan serba boleh).

}  Menurut aliran ini, orang yang telah mencapai maqam mahabbab (cinta kepada Allah) dan mendapat kesucian hati, tidak perlu mengamalkan syari’at, tetapi cukup dengan hakikat.

Ajaran Kebatinan

    Mencintai Allah dengan sepenuh hati

    Mensucikan hati dari ghaflah(lalai kepada Allah).

    Memilih iman dari pada kufur

    Apabila 3 kewajiban di atas telah dicapai, maka ia tidak wajib melaksanakan perintah dan menjauhi larangan agama dan Allah tidak akan memasukkannya ke neraka sebab melakukan dosa besar.

    Ia tidak wajib melakukan ibadah-ibadah zhahir, tetapi cukup merenung (tafakkur) dan memperbaiki akhlaq hati.

Modus Penyebaran Kebatinan

}  Penyebaran isu bahwa dirinya seorang wali Allah yang telah mencapai ma’rifat

}  Melayani pengobatan alternatif

}  Melayani konsultasi kesulitan ekonomi, sosial, politik dan lain-lain

}  Menyebarkan isu dan menampakkan bahwa dirinya mengetahui perkara ghaib

}  Menyebarkan isu memiliki karomah seperti halnya para wali Allah

}  Meremehkan para Kiai dan Ulama yang konsisten dengan ajaran syari’at

Kiat Agar Tidak Tertipu Ajaran Kebatinan

1 Mengukur perbuatan seseorang dengan ajaran syara’ (melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya).

Kiat Agar Tidak Tertipu Ajaran Kebatinan

}  Apabila Anda melihat seseorang terbang di udara, berjalan di atas air dan mengetahui hal-hal yang ghaib, tetapi ia menyalahi syara’ dengan melakukan larangan dan meninggalkan kewajiban tanpa ada uzur, maka dia sebenarnya adalah syetan yang dibuat oleh Allah sebagai fitnah bagi orang-orang awam.

Kiat Agar Tidak Tertipu Ajaran Kebatinan

2 Mengetahui tanda-tanda wali Allah

Tanda-Tanda Wali Allah

1 Disukai dan ditaati oleh orang-orang yang berakal dan orang-orang shaleh.

 

Rasulullah saw: “Sesungguhnya ada hamba-hamba Allah, sekelompok manusia, bukan nabi dan bukan syuhada’, tetapi derajat mereka di akhirat menjadi perhatian para nabi dan syuhada’”. Seorang laki-laki bertanya: “Siapa mereka dan apa amal mereka?”

Tanda-Tanda Wali Allah

2 Dapat membawa orang lain untuk mengingat Allah secara sempurna dan menjadi lebih baik.

s

}  Rasulullah saw ditanya: “Siapakah wali Allah itu?” Beliau menjawab: “Wali Allah adalah orang-orang, yang apabila orang lain melihat mereka, maka akan ingat kepada Allah SWT.”

 

}  Rasulullah saw telah menunjukkan sifat wali Allah, “Orang-orang apabila dilihat, maka orang yang melihat akan mengingat Allah SWT.” Maksudnya, apabila seorag Mukmin melihat wali Allah, maka orang tersebut akan mengagungkan Allah dan mengingat dosa-dosanya.

Tanda-Tanda Wali Allah

3 Pakaian dan makanannya sangat sederhana, tetapi doa-doanya selalu dikabulkan oleh Allah SWT

Kebatinan Menurut Para Ulama

}  Seorang laki-laki berkata kepada al-Junaid al-Baghdadi, “Orang yang ma’rifat kepada Allah akan mencapai maqam tidak bergerak (tidak melaksanakan kewajiban) untk mendekatkan diri kepada Allah.” Al-Junaid menjawab: “Mencuri dan berzina masih lebih baik dari pada berkata seperti ini.”

Kebatinan Menurut Para Ulama

}  Al-Imam Abu Manshur al-Baghdadi berkata: “Kebatinan lebih berbahaya bagi umat Islam daripada golongan Yahudi, Nasrani dan Majusi, lebih berbahaya daripada ateisme dan seluruh golongan kafir lainnya, bahkan lebih berbahaya daripada Dajjal di akhir zaman.”

Kebatinan Menurut Para Ulama

}  Imam al-Ghazali dan Imam Ibnu al-Jauzi: “Aliran kebatinan itu, luarnya syiah (rafidhah), sedangkan isinya adalah kekafiran.”

Kebatinan Menurut Para Ulama

}  Imam al-Zabidi dalam Syarh Ihya’ dan KH. Hasyim Asy’ari, “Kebatinan itu adalah kekufuran, kezindiqan dan kesesatan.”

والله أعلم بالصواب