Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Kebohongan Manqul Musnad Muttashil LDII

03 Jan 2016


Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dan afiliasinya seperti Senkom, CAI dan ASAD, ternyata gagal move on dari ajaran Islam Jama'ah yang oleh jumhur ulama Indonesia (MUI) difatwa sesat menyesatkan.
Ajaran ini dibangun dengan prinsip kedustaan (KEBOHONGAN). Salah satu kedustaannya adalah hanya sanad ilmu dari Madigol (KH Nurhasan Ubaidah Lubis, biasa disebut oleh LDII sebagai abah atau mbah man) saja yang sah. Selain darinya tidak sah. Akibatnya, karena ilmu selain darinya tidak sah, maka tata cara thaharahnya juga tidak sah, konsekwensinya shalatnya tidak sah karena masih dianggap membawa najis dan hadats (belum suci dari hadats dan najis). Karena shalatnya dianggap tidak sah, maka dianggap tidak mengerjakan shalat. Hum (sebutan LDII untuk kaum muslimin di luar LDII) melakukan shalat dengan cara seperti itu terus-menerus, masih belum suci, shalatnya dipandang tidak sah, kemudian dianggap tarkush shalat atau meninggalkan shalat. Nah, karena meninggalkan shalat, maka di luar LDII itu kafir mengingat ada hadits yang menyatakan batas antara mukmin dan kafir adalah shalat.

Menurut LDII, ngaji itu harus manqul (tatap muka secara langsung dengan gurunya), musnad dan muttashil (mata rantai jalur keilmuannya sambung-menyambung terus sampai ke Rasulullah). Klaim sebagai satu-satunya sanad ilmu yang sah di Indonesia (bahkan dunia) ini dusta. Mengapa? Karena sangat banyak ulama Indonesia yang ngajinya tatap muka langsung dengan guru/kiainya dan sanad ilmunya bersambung sampai Rasulullah. Di sini kami berikan contohnya satu saja, yakni sanad ilmu KH Maimoen Zubair atau yang akrab dipanggil Mbah Mun, seorang alim yang sampai saat ini alhamdulillah taksih sugeng dan mengasuh Pondok Pesantren Al Anwar, Sarang, Rembang, Jateng. Bila anggota/warga LDII/jokam tidak percaya, silahkan silaturahmi dan tabayyun langsung ke beliau atau murid-muridnya. Sengajakami sampaikan sanad ulama yang saat ini masih hidup agar bisa di-cross checklangsung kebenarannya.
Berikut adalah sanadnya. KH Maimoen Zubair dari Syaikh Zubair Dahlan dariMbah Faqih Maskumambang Gresik dariSyaikh Mahfudz At Turmusi (Mahfudz Tremas) dari Sayyid Abi Bakar bin Muhammad SyathaAl Makki (penulis kitab I'anathuth Thalibin syarah/penjelasan kitab Fathul Mu'in) dari Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan dari Syaikh Ustman bin Hasan Ad Dimyati dariSyaikh Abdullah bin Hijazi Asy Syarqawi dari Syaikh Muhammad bin Salim Al Hafni dariSyaikh Ahmad Al Khulaifi dariSyaikh Ahmad Al Bisybisyi dariSyaikh Sulthan bin Ahmad Al Mazzahi dariSyaikh Ali Az Ziyadi dariSyaikh Ibnu Hajar Al Haitami (ulama besar madzhab Syafi'iyyah, salah satu kitabnya adalah Tuhfatul Muhtaj, guru Syaikh Zainuddin Al Malibari penulis kitab Fathul Mu'in) dari Syaikhul Islam Zakariya Al Anshari (ulama besar Syafi'iyyah, penulis kitab fiqh Fathul Wahhab yang dijadikan rujukan ulama sedunia) dari Syaikh Jalaluddin Al Mahalli (salah seorang penulis kitab Tafsir Jalalayn) dari Syaikh Al Wali Ahmad bin Abdurrahim Al ‘Iraqi dariSyaikh Abdurrahim bin Husain Al ‘Iraqi dari Syaikh Sirajuddin Al Bulqini dariSyaikh ‘Alauddin bin Al ‘Atthar dariAl Imam Muhyiddin Yahya An Nawawi (mujtahid Syafi'iyyah, penulis kitab Syarh Shahih Muslim, Arba'in An Nawawiyah, Al Majmu' Syarh Al Muhadzhzhab, dll) dariSyaikh Abi Hafsh (Umar bin As’ad Az Zai’i) dariSyaikh Abi Umar (Ustman bin Abdurrahman/Ibnu Shalah Asy Syahruzuri) dariSyaikh Abdurrahman (ayah Ibnu Shalah) dariSyaikh Abi Sa’ad (Abdullah bin Abi ‘Ashrun) dariSyaikh Abi Ali Al Fariqi dari Syaikh Abi Ishaq (Ibrahim Syairozi) dari Syaikh Al Qadhi Abi Al Thayyib (Thahir bin Abdullah At Thabri) dari Syaikh Abil Hasan (Muhammad bin Ali Al Masirji) dariSyaikh Abi Ishaq (Ibrahim bin Ahmad Al Marwazi) dari Syaikh Abil Abbas (Ahmad bin Syuraij Al Bagdadi) dari Syaikh Abil Qasim (Ustman bin Sa’id bin Yastar Al Anmathi) dari Imam Ismail bin Yahya Al Muzani dari Imam Asy Syafii (Abu Abdillah Muhammad bin Idris) dariImam Malik (Malik bin Anas) dariNafi’ dariAbdullah bin Umar dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.