Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Hukum Haji Berulang Kali

19 Jul 2015

Pada tanggal 29-22 Sya'ban 1436 Hijriyah atau bertepatan dengan tanggal 7 - 10 Juni 2015, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengadakan Ijtima Ulama Komis Fatwa se-Indonesia di Pondok Pesantren At Tauhidiyah, Cikura, Tegal, Jawa Tengah.
Ijtima Ulama tersebut menghasilkan banyak keputusan penting, salah satunya adalah tentang Haji Berulang, sebagaimana tersebut di bawah ini:

Deskripsi Masalah

  1. Salah satu syarat wajib melaksanakan ibadah haji adalah adanya istitha'ah (kemampuan), yang antara lain terkait dengan harta, kesehatan, dan antrian untuk memperoleh kesempatan berangkat ke Baitullah. Seiring dengan perbaikan kondisi ekonomi masyarakat dan juga peningkatan kesadaran keberagamaan, maka terjadi antriankeberangkatan calon jama'ah haji di Indonesia.
  2. Kewajiban melakukan ibadah haji hanya satu kali seumur hidup yakni, jika seseorang yang telah melaksanakan haji satu kali berarti sudah terpenuhi kewajibannya. Jika seseorang sudah pernah haji sekali kemudian dia mengulangi haji untuk kedua kalinya dan seterusnya maka hukumnya sunnah.
  3. Banyak ditemui, bahwa seseorang yang masuk dalam antrian pemberangkatan ibadah haji adalah orang yang bermaksud untuk haji sunnah, telah menunaikan kewajiban haji. Mereka yang telah menunaikan haji tersebut ikut dalam antrian menyatu dengan calon jama'ah haji yang hendak melaksanakan kewajibannya. Akibatnya, antruan menjadi lebih panjang.

Pertanyaan/Rumusan Masalah

  1. Bagaimana hukumnya berhaji berulang?
  2. Bagaimana hukum berhaji sunnah yang berdampak pada menghalangi calon jama'ah haji wajib?
  3. Bagaimana peran negara dalam menjamin pelaksanaan ibadah haji secara baik?

Ketentuan Umum

Yang dimaksud dengan Haji Berulang dalam ketentuan ini adalah haji yang dilakukan tidak dalam status hukum haji wajib. Haji wajib yang dimaksud adalah sesuai dengan firman Allah.

Ketentuan Hukum

  1. Kewajiban melakukan ibadah haji hanya satu kali seumur hidup. Seseorang yang telah melaksanakan ibadah haji satu kali berarti sudah terpenuhi kewajibannya. Jika seseorang sudah pernah haji sekali kemudian dia mengulangi haji untuk kedua kalinya dan seterusnya, maka hukumnya sunnah.
  2. Menghalangi seseorang yang hendak melakukan kewajiban ibadah haji hukumnya haram. Orang yang sudah melaksanakan ibadah haji wajib, harus memberi kesempatan kepada orang lain untuk melaksanakan haji wajib.
  3. Pemerintah memimiliki kewenangan untuk mengatur pelaksanaan ibadah haji bagi calon jama'ah haji agar memperoleh kesempatan, dan mengatur serta membatasi jama'ah haji yang sudah melaksanakan ibadah haji wajib dengan aturan khusus.

Rekomendasi

  1. Pemerintah perlu mengatur proses pendaftaran calon jama'ah haji dengan memberikan prioritas bagi calon jama'ah yang belum melaksanakan ibadah haji wajib dan telah memiliki istitha'ah, serta mengelompokkan calon jama'ah haji sunndah dalam antrian tersebut.
  2. Membatasi umat Islam Indonesia menunaikan ibadah haji kedua dan seterusnya (berulang), guna memberi kesempatan bagi calon jama'ah haji yang belum pernah berhaji, kecuali bagi yang memiliki hajat tertentu, seperti menjadi petugas, pembimbing dan pendamping calon haji yang membutuhkan.
  3. Mendorong umat Islam Indonesia yang berniat menunaikan ibadah haji kedua dan seterusnya (berulang), untuk menyalurkan Biaya Perjalanan Ibdah Haji (BPIH)-nya dalam bentuk amal saleh yang lebih bermanfaat untuk mewujudkan 'izzu al islam wa al muslimin (ibadah yang berdimensi sosial), seperti peduli terhadap anak yatim, memberi sedekah kepada kerabat yang membutuhkan, fakir miskin, dan tetangga yang kekurangan untuk meringankan beban hidup mereka. Demikian juga membangun masjid, musholla, lembaga pendidikan, panti asuhan dan memberikan beasiswa pendidikan anak bangsa.
Adapun dalil dan keputusan lengkap silahkan klik di sini.