Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Hak Pengasuhan Anak Bagi Orang Tua yang Bercerai Karena Berbeda Agama

15 Jul 2015

Pada tanggal 29-22 Sya'ban 1436 Hijriyah atau bertepatan dengan tanggal 7 - 10 Juni 2015, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengadakan Ijtima Ulama Komis Fatwa se-Indonesia di Pondok Pesantren At Tauhidiyah, Cikura, Tegal, Jawa Tengah.
Ijtima Ulama tersebut menghasilkan banyak keputusan penting, salah satunya adalah tentang Hak Pengasuhan Anak Bagi Orang Tua yang Bercerai Karena Berbeda Agama, sebagaimana tersebut di bawah ini:

Deskripsi Masalah

  1. Hadhanah adalah aktivitas melakukan pengasuhan anak yang masih kecil, baik laki-laki atau perempuan atau yang di bawah pengampuan yang belum mumayyiz dan tidak dapat mengurus semua urusannya dengan cara menyiapkan segala sesuatu yang mendatangkan kemaslahatannya, menjaganya dari segala sesuatu yang dapat menyakiti dan membahaykannya, mendidik jasmani, rohani dan akalnya agar mampu secara mandiri dalam menghadapi kehidupan dan memikul tanggung jawab.
  2. Hadhanah itu merupakan kewajiban kedua orang tua terhadap anak-anaknya dan menjadi hak anak dari kedua orang tuanya. Oleh karena itu, ketika kedua orang tuanya belum bercerai, kewajiban mengasuh anak itu menjadi tanggung jawab kedua orang tuanya.
  3. Apabila terjadi perceraian di pengadilan, hak asuh anak berada pada salah satu dari kedua orang tuanya atau pihak keluarganya dengan memperhatikan kemaslahatan anak.

Rumusan Masalah

  1. Persyaratan apa saja yang harus dipenuhi oleh orang yang akan mengasuh anak?
  2. Siapakah yang lebih berhak untuk mengasuh anak jika terjadi perceraian dari kedua orang tua yang berbeda agamanya?

Ketentuan Hukum

  1. Persyaratan orang yang akan mengasuh anak :
  2. berakal sehat
  3. dewasa (baligh)
  4. memiliki kemampuan untuk mengasuh, merawat dan mendidik anak
  5. dapat dipercaya (amanah) dan berbudi pekerti yang baik
  6. beragama Islam
  7. Apabila salah satu persyaratan tidak terpenuhi, maka yang bersangkutan tidak berhak untuk mengasuh anak dan hak asuh berpindah kepada anggota keluarga yang muslim dan memenuhi ketentuan persyaratan orang yang akan mengasuh anak tersebut di atas.
  8. Apabila kedua orang tuanya bercerai di pengadilan, maka yang lebih berhak mengasuhnya adalah salah satu dari kedua orang tuanya. Bila anak tersebut belum baligh, maka ibu lebi berhak untuk mengasuh daripada ayahnya. Apabila sudah baligh, maka anak memiliki hak untuk menentukan apakah ia ikut ayahnya atau ibunya. Apabila kedua orang tuanya berbeda agama, maka hak pengasuhan anak jatuh pada orang tua yang beragama Islam.

Rekomendasi

Dalam menetapkan hak pengasuhan anak harus mengacu pada kemaslahatan anak yaitu untuk masa depannya. Masa depan anak yang harus dipertimbangkan tidak hanya dalam kehiduoannya di dunia, tetapi juga untuk masa depannya di akhirat.

Adapun dalil dan keputusan lengkap silahkan klik di sini.