Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Wanita yang Selalu Hadir dalam Hatiku

01 Jul 2015

Saudaraku, coba kembali Anda mengingat betapa hangat dan indahnya pelukan ibunda semasa Anda masih kecil. Kedamaian, ketenangan dan kebahagiaan sekejap menyelimuti diri Anda tatkala Anda berada di pangkuan dan pelukan ibunda tercinta. Bukankah demikian?
Pernahkah Anda merasakan kedamaian, kehangatan dan kebahagian yang melebihi kedamaian berada dalam pelukan dan belaian ibunda? Kuasakah Anda melupakan kasih sayang dan kehangatan pelukan ibunda? Coba sekali lagi Anda mengingat-ingat dan membayangkan diri Anda yang sedang berada dalam pelukan ibunda. Ia membelai rambut Anda, mengecup kening Anda, dan memeluk dengan hangatnya tubuh Anda yang kecil mungil.
Betapa indahnya lamunan dan gambaran yang hadir dalam benak Anda, seakan hati Anda tak kuasa untuk berpisah dari lamunan indah ini.
Sekali lagi, coba kembali Anda membayangkan apa yang dilakukan ibunda semasa Anda demam atau sakit? Dengan tabah ia menunggu Anda, merawat Anda, dan mungkin saja tanpa ia sadari tetes air matanya berderai karena tak kuasa menahan rasa khawatir terhadap kesehatan Anda.
Mungkinkah masa-masa indah bersama ibunda tercinta ini dapat Anda lupakan? Mungkinkah hati Anda kuasa untuk menahan rasa rindu kepadanya? Tidakkah Anda pernah bertanya: Mengapa ibunda melakukan itu semua kepada Anda?
Jawabannya hanya ada satu: kasih sayang. 
Benar, hanya kasih sayang beliaulah yang mendasari perilakunya itu. Tulus tanpa pamprih sedikitpun. Satu-satunya harapan ibunda ialah Anda tumbuh dewasa dan menjadi orang yang beriman, bertakwa, sehingga berguna bagi agama, negara dan kedua orang tuanya.
Pernahkah, ibunda Anda sekarang ini meminta balasan atau upah atas segala jerih payahnya merawat dan mengasuh Anda?
Jawabannya pasti : tidak dan tidak mungkin ia melakukannya.
Saudaraku! Coba kembali Anda berusaha mereka-reka gambaran ibunda sedang menggendong dan menimang-nimang tubuh Anda yang kecil-mungil. Mungkinkah ibunda tercinta tega menjatuhkan diri Anda atau bahkan mencampakkan Anda ke dalam api?
Jawabannya pasti tidak, bahkan kalaupun harus memilih, saya yakin ibunda akan memilih menceburkan dirinya ke api asalkan Anda selamat dari pada menceburkan Anda ke dalamnya sedangkan dirinya selamat. Bukankah demikian?
Benar-benar gambaran seorang ibu yang penyayang dan cinta terhadap putranya.
Pada suatu hari didatangkan kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam segerombolan tawanan perang. Tiba-tiba ada seorang wanita dari tawanan perang itu yang menemukan seorang anak kecil. Spontan wanita itu memeluknya dengan hangat dan segera menyusuinya. Menyaksikan pemandangan yang demikian, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bertanya kepada para sahabatnya: "Mungkinkah wanita ini tega mencampakkan putranya itu ke dalam api?" Para sahabatpun spontan menjawab: " Selama ia kuasa untuk tidak melakukannya, mustahil ia melakukan perbuatan itu." Selanjutnya Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: 

(
لَلَّهُ أَرْحَمُ بِعِبَادِهِ مِنْ هَذِهِ بِوَلَدِهَا). متفق عليه
"Sungguh Allah lebih sayang terhadap hamba-hamba-Nya dibandingkan wanita ini terhadap putranya." Muttafaqun 'alaih.

Ketahuilah saudaraku! Kasih sayang ibunda yang pernah anda rasakan, hanyalah secuil atau setetes dari lautan kasih sayang Allah yang di turunkan ke muka bumi. 

(
إِنَّ اللَّهَ خَلَقَ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ مِائَةَ رَحْمَةٍ كُلُّ رَحْمَةٍ طِبَاقَ مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ فَجَعَلَ مِنْهَا فِى الأَرْضِ رَحْمَةً فَبِهَا تَعْطِفُ الْوَالِدَةُ عَلَى وَلَدِهَا وَالْوَحْشُ وَالطَّيْرُ بَعْضُهَا عَلَى بَعْضٍ فَإِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ أَكْمَلَهَا بِهَذِهِ الرَّحْمَةِ). متفق عليه
"Sesungguhnya tatkala Allah menciptakan langit dan bumi, Ia menciptakan seratus kasih sayang (kerahmatan). Masing-masing kerahmatan sebesar langit dan bumi. Selanjutnya Ia menurunkan satu kasih sayang (kerahmatan) saja ke muka bumi. Dengan satu kasih sayang inilah seorang ibu menyayangi putranya, binatang buas dan burung-burung menyayangi sesama mereka. Dan bila kiamat telah tiba, maka Allah akan mengenapkan kesembilan puluh sembilan kerahmatan yang tersisa di sisi-Nya dengan satu kerahmatan yang telah Ia turunkan ke bumi. Muttafaqun 'alaih
Pada riwayat lain Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
(لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِائَةُ رَحْمَةٍ وَإِنَّهُ قَسَمَ رَحْمَةً وَاحِدَةً بَيْنَ أَهْلِ الأَرْضِ فَوَسِعَتْهُمْ إِلَى آجَالِهِمْ وَذَخَرَ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ رَحْمَةً لأَوْلِيَائِهِ وَاللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ قَابِضٌ تِلْكَ الرَّحْمَةَ الَّتِى قَسَمَهَا بَيْنَ أَهْلِ الأَرْضِ إِلَى التِّسْعَةِ وَالتِّسْعِينَ فَيُكَمِّلُهَا مِائَةَ رَحْمَةٍ لأَوْلِيَائِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ) رواه أحمد
"Allah Azza wa Jalla memiliki seratus kasih sayang (kerahmatan) . Dan Sesungguhnya Allah telah membagi-bagi satu kasih-sayang-Nya kepada seluruh penduduk bumi, dan itu telah mencukupi mereka hingga masing-masing mereka dijemput oleh ajalnya. Allah masih menyisihkan sembilanpuluh sembilan kerahmatan buat para wali-Nya (hamba-hamba-Nya yang sholeh). Dan kelak pada hari qiyamat Allah mengambil kembali satu kerahmatan yang telah Ia turunkan itu guna disatukan dengan kesembilan puluh sembilan kerahmatan yang ada di sisi-Nya untuk selanjutnya diberikan kepada para wali-wali-Nya (orang-orang yang sholeh). Hadits Riwayat Ahmad.
Bila setetes dari satu kasih sayang dan kerahmatan yang berhasil dimiliki Anda rasakan dari ibunda terasa begitu indah dan begitu membahagiakan, maka betapa indah dan bahagianya bila Anda berhasil mendapatkan satu kerahmatan secara utuh?
Dan betapa indah dan bahagianya bila Anda berhasil merasakan keseratus kerahmatan Allah kelak di hari kiamat.
Saudaraku! Anda penasaran, ingin tahu siapakah berhak mendapatkan keseratus kerahmatan dan kasih sayang Allah?
Jawabannya terdapat pada firman Allah Ta'ala berikut

وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَـاةَ وَالَّذِينَ هُم بِآيَاتِنَا يُؤْمِنُونَ الأعراف 156
"Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertaqwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami." (Al Qur'an surah Al A'raf : 156).
Anda merasa tertantang dan bermimpi untuk menjadi salah satu dari orang-orang yang dapat merasakan keseratus kerahmatan dan kasih sayang Allah di hari kiamat?
Inilah saatnya
Anda mewujudkan dan mengukir impian Anda. Bulan suci ramadhan adalah peluang Anda merintis terwujudnya impian dan harapan besar Anda.

(
إِذَا كَانَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الرَّحْمَةِ) رواه مسلم
"Bila Ramadhan telah tiba, maka pintu-pintu kerahmatan dibuka." (Hadits Riwayat Muslim).
Sekarang inilah saatnya anda memasuki pintu-pintu kerahmatan Allah yang telah dibuka lebar-lebar untuk Anda. Akankah kesempatan emas ini berlalu begitu saja dari kehidupan Anda?
Mungkinkah pintu-pintu kerahmatan Allah Ta'ala yang telah terbuka lebar-lebar untuk Anda ini ditutup kembali sedangkan tak sedikitpun bekal untuk memasukinya berhasil Anda ukir?
Saudaraku! singsingkan lengan bajumu, kencangkan ikat pinggangmu dan ayuhlah langkahmu menuju pintu kerahmatan Allah yang telah dibuka untukmu.
Bila Anda bertanya: Apakah perbekalan yang harus saya bawa agar dapat menggapai pintu kerahmatan Allah yang telah terbuka?
Dengarlah kembali jawabannya:

وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَـاةَ وَالَّذِينَ هُم بِآيَاتِنَا يُؤْمِنُونَ الأعراف 156
"Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertaqwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami." (Al Qur'an surah Al A'raf 156).
Wujudkanlah ketakwaan dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan. Tunaikanlah zakat dan kokohkanlah keimanan anda kepada setiap ayat-ayat Allah Ta'ala. Dengan berbekalkan ketiga hal ini, niscaya pada bulan suci ini Anda berhasil memasuki pintu kerahmatan Allah.
Selamat berjuang melangkahkan kaki menuju kerahmatan Allah, semoga Allah Ta'ala mempertemukan kita di dalamnya. Amiin.
Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya, amiiin.
Sumber : Ustadz Muhammad Arifin Badri