Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Rukun dan Sunnah Mandi

10 Apr 2015

Pasal: Menerangkan fardhunya mandi itu ada 3 perkara, yaitu:

Pertama : Niat. Dalam hal ini, maka bagi orang yang junub harus niat menghilangkan janabat atau hadats besar dan yang serupa dengan itu. Bagi orang haidh atau nifas, maka hendaklah niat menghilangkan hadats (kotoran) haidh atau nifas. Niat tersebut harus dibaca berbarengan dengan permulaan fardhu, yaitu permulaan sesuatu yang dibasuh dari arah bagian atas badan atau bagian bawahnya. Seandainya orang itu niat sesudah membasuh sebagian anggota badan maka wajib mengulang pembasuhan sebagian anggota badan tersebut.

Kedua : Menghilangkan najis, jika memang pada badan orang yang mandi itu terdapat najis. Dan keterangan inilah yang dianggap kuat oleh Imam Syafi'i. Oleh karena itu maka tidaklah cukup mandi satu (atau pembasuhan satu) untuk menghilangkan hadats dan najis.
Imam Nawawi berpegang teguh pada pendapatnya bahwa mandi satu (pembasuhan satu) itu dapat dipergunakan untuk menghilangkan keduanya yaitu hadats dan najis dengan dasar apabila najis tersebut berupa najis hukmiyah.
Ketiga : meratakan air ke seluruh rambut dan kulit (seluruh badan). Menurut sebagian keterangan, bahwa lafazh “Jami'usy syar'i wal basyarati” itu menjadi gantinya lafazh “jami'u ushuli”.
Dan tidak ada perbedaan antara rambut kepala dan rambut lainnya, demikian juga antara rambut yang jarang-jarang dan yang tebal.
Rambut yang dikonde (gelung) jika air tidak dapat sampai ke dalamnya kecuali dengan dilepas ikatannnya, maka melepaskan ikatannya itu adalah wajib. Adapun yang dikehendaki dengan tembus sampai kulit yaitu bagian lahir dari kulit itu.
Wajib membasuh sesuatu yang tampak kelihatan ada pada dua telinga, hidung yang grumpung dan retak-retak pada badan.
Wajib menyampaikan air ke bagian bawah penis dzakar yang kalub dan bagian farji' wanita yang tampak di waktu duduk karena sedang mendatangi hajat (buang air besar dan kecil).
Termasuk juga ke dalam perkara yang wajib membasuh yaitu ujung usus (bol, bahasa jawa) karena ia tampak kelihatan ketika orang sedang mendatangi hajat, sehingga ia termasuk menjadi bagian badan yang kelihatan.
Sunnahnya mandi itu ada 5 perkara, yaitu:
  1. Membaca basmalah.
  2. Wudhu, sebelum melakukan mandi. Dan niatlah berwudhu untuk kesunnahan mandi apabila memang tidak terdapat hadats kecil pada diri orang yang jinabat. Sedang bila terdapat hadaats kecil, maka niat wudhunya untuk menghilangkan hadats kecil.
  3. Meratakan pemasuhan ke seluruh bagian dari tubuh. Dalam hal meratakan ini sebaiknya dilakukan dengan menggosok-gosokkan.
  4. Sambung-menyambung sebagaimana pengertiannya di dalam masalah wudhu.
  5. Mendahulukan bagian yang kanan atas yang kiri dari dua belahan tubuh orang yang mandi.

Dan masih ada beberapa sunnahnya mandi yang disebutkan di dalam kitab yang panjang-panjang keterangannya, antara lain seperti sunnah mengulang 3 kali dan menyela-nyelai rambut.

Disalin dari Terjemah Fathul Qorib, Jiid 1, Cetakan 1, 1983, Penerbit Menara Kudus.