Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Tangisan Keimanan itu....

06 Apr 2015

Sahabat mulia,

Anas bin Malik dibersamai beberapa Sahabat, radliallahu ‘anhum, menyaksikan kisah keimanan yang menggetarkan jiwa ini.

Di dalam rumahnya, atau lebih tepat disebut sebuah bilik kecil di sisi timur Masjid Nabawi, di atas sehelai tikar terbuat dari rajutan, hari itu Rasulullah ‘alaihissalam terlentang santai, dan kulit beliau yang mulia menyentuh permukaan kasar tikar tersebut, tiada beralas kain sedikitpun. Terlihat gurat-gurat tikar rajutan tersebut membekas jelas pada badan yang suci itu.
Umar bin Khaththab radliallahu ‘anhu, yang menyaksikan pemandangan tersebut merasa iba dan meneteskan air mata. Beliau tak rela pemandangan menyedihkan ini terjadi pada jasad termulia di semesta ini. “Mengapa engkau menangis, wahai Umar?” tanya Rasulullah.
Bagaimana mungkin saya tidak menangis wahai Rasulullah… Raja Kisra di Persia dan Kaisar Romawi duduk manis di atas singgasana bertatakan perak dan emas, sementara engkau hanya bersandar di atas permukaan kasar tikar yang meninggalkan bekas di tubuhmu…sungguh saya tidak rela wahai Rasulullah karena engkau lebih dimuliakan oleh Allah Ta’ala!.”
Dengan bersahaja, Rasulullah ‘alaihissalam menenangkan Umar bin Khaththab, “Mereka adalah kaum yang kesenangannya telah disegerakan sekarang juga, dan tak lama lagi akan sirna, tidakkah engkau rela mereka memiliki dunia sementara kita memiliki akhirat…?.”

Sumber : Ustadz Fathurrahman Kamal