Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Tentang Siwak

05 Apr 2015

Pasal: Menerangkan tentang memakai alat untuk bersiwak yang merupakan bagian sunnah wudhu. Dan bersiwak itu harus dengan kayu siwak (kayu irak)

Bersiwak disunnahkan dalam semua keadaan dan tidak makruh tanzih kecuali waktu sesudah terbenamnya matahari bagi orang yang berpuasa fardhu atau sunnah.
Dan menjadi hilang hukum makruh bersiwak sebab terbenamnya matahari. Tapi menurut Imam Nawawi, bahwa hal itu sama sekali tidak ada kemakruhan secara mutlak.
Bersiwak itu sangat disunnahkan dalam 3 kondisi bila dibandingkan dengan yang lainnya, yaitu:

  1. Ketika bau mulut berubah menjadi busuk, yakni karena lamanya berdiam, atau mungkin karena meninggalkan makan, atau karena telah memakan makanan yang mempunyai bau tidak enak, seperti brambang atau bawang.
  2. Ketika bangun dari tidur atau tersandar dari tidur.
  3. Ketika berdiri hendak mengerjakan shalat fardhu atau shalat sunnah.

Dan disunnahkan juga bersiwak selain dalam 3 kondisi tadi, seperti ketika hendak membaca Al Qur'an dan ketika gigi-gigi mulut berwarna kuning. Di samping itu hendaknya berniat mengerjakan siwak dengan memegang kayu siwak pada tangan kanan serta menggerakkan kayunya mulai dari arah kanan, terus ke arah bagian atas tenggorokan secara pelan-pelan sehingga pada akhirnya sampai ke arah gigi tenggorokan.

Disalin dari Terjemah Fathul Qorib, Jilid 1, Cetakan 1, 1983, Penerbit Menara Kudus