Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Surgaku, Mimpiku, Bahagiaku

04 Apr 2015

Usai shalat jamaah di masjid, Umar bin Qahthan kembali ke rumah dan di sambut hangat oleh istrinya, Siti Hamdah. Ia tidak hanya berwajah cantik, namun juga berakhlak mulia dan pernah menjadi bunga desa di kampungnya. Perlu diketahui, Umar bin Qahthan berperawakan pendek, gendut, dan tak begitu tampan.
Setiap kali memandang sang istri, Umar selalu mendapatinya semakin bertambah cantik. Hingga suatu saat, dia tidak dapat memalingkan pandangannya. Sang istri lalu bertanya, ''Kenapa kamu ini, Umar?'' ''Sungguh, kamu semakin lama bertambah cantik saja,'' jawab Umar sambil menggeleng-gelengkan kepala.

Sang istri kembali berkata, ''Aku beri tahu kamu tentang kabar gembira bahwa kita akan masuk surga.'' Umar bertanya, ''Dari mana kamu tahu?''
Istrinya menjawab, ''Kamu dikaruniai istri seperti aku, lalu kamu bersyukur. Dan, aku dikaruniai suami seperti kamu, lalu aku bersabar. Sedangkan, orang yang bersyukur dan orang yang bersabar akan masuk surga.'' Umar tersenyum plus malu dan meminta istrinya agar tidak mengulangi ungkapan seperti itu lagi.
Istri yang baik bak matahari. Karena, dia selalu memberikan cahaya kedamaian dalam keluarga, menyulut sinar kekuatan dan keimanan dalam hati suami, tidak malu atas kekurangan suami, tidak mengeluh atas rezeki yang ada, dan menjaga kehormatan diri serta keluarga ketika ditinggal pergi.
Ketika salah satu sahabat bertanya kepada Nabi tentang istri yang paling baik, Rasulullah menjawab, ''Yang mendamaikan hati suami ketika dipandang, yang mematuhi suami ketika diperintah, dan tidak menyakiti hati suami.''
Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu alayhi wasallam menjamin istri yang shalehah dengan surga. Hal ini ditegaskan dalam hadisnya, ''Di antara istri kalian yang termasuk ahli surga adalah mereka yang pengasih dan penyayang, memberikan keturunan yang banyak, dan memberikan kedamaian di hati suaminya. Jika suaminya marah, dia bersegera datang dengan menggenggam tangan suaminya sambil berkata, 'Sunggguh, aku tidak bisa tidur sebelum kanda memaafkanku'.'' (Muttafaq 'Alaih).
Emas berlian dan intan permata adalah perhiasan dunia yang terkadang membutakan mata terhadap kebenaran dan menutup hati dari keimanan. Namun, istri shalehah adalah perhiasan dunia yang melapangkan jalan kebenaran, mendamaikan hati, dan mengantarkan keluarga ke gerbang pintu surga.


Sumber : Ustadz Muhsin Hariyanto