Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Benda Terkena Najis dan Dapat Suci dengan Disamak

04 Apr 2015

Pasal : Menerangkan tentang benda yang terkena najis dan benda yang dapat menjadi suci dengan dimasak (disamak) serta benda yang tidak dapat menjadi suci

Semua kulit bangkai, baik bangkai hewan yang boleh dimakan dagingnya atau tidak, dapat menjadi suci dengan cara dimasak (disamak).
Adapun cara memasak kulit bangkai tersebut, terlebih dahulu harus dihilangkan daging, darah dan sebagainya yang masih melekat pada kulit itu, sebab jika tidak dihilangkan dahulu maka akan menimbulkan bau busuk. Kemudian setelah itu dicuci dengan diberi obat yang mempunyai rasa kelat, meskipun kelat itu berupa barang najis, seperti kotoran burung dara, maka sahlah dalam hal penyamakan.
Seandainya pada waktu menyamak kulit bangkai itu tidak didapatkan obat kecuali adanya hanya berupa barang (obat) yang najis, maka barang tersebut sah dipergunakan menyamak kulit bangkai tadi.

Kulit-kulit bangkai hewan yang dapat menjadi suci dengan disamak, mengecualikan kulit bangkai anjing dan celeng/babi beserta anak-anaknya, meskipun anak tersebut keluar akibat persetubuhannya dengan hewan yang suci, misalnya anjing dengan kambing, maka status hukm anaknya ini sama dengan anjing. Maka tidak suci dalam penyamakan.
Tulang bangkai, bulunya dan bangkainya itu sendiri adalah najis semua, kecuali hewan yang disembelih menurut tata aturan syara'. Sedangkan hewan yang matinya tidak dengan disembelih menurut tata aturan syara', maka hukumnya berstatus bangkai. Tidak termasuk bangkai adalah jani hewan yang terdapat di dalam perut induknya, ketika keluar dari perut induknya janin tersebut sudah mati karena induknya disembelih maka janin tersebut hukumnya bukan sebagai bangkai, melainkan ia suci, karena terbawa oleh kematian induknya yang disembelih. Demikian juga tidak termasuk bangkai yaitu berupa pengecualian-pengecualian yang disebutkan di dalam kitab-kitab yang panjang keterangannya.

Kemudian mushannif mengecualikan rambutnya bangkai dalam perkataannya “Kecuali bangkainya anak Adam” artinya bahwasanya rambut bangkai anak Adam itu suci seperti bangkainya.

Disalin dari Terjemah Fathul Qorib, Jilid 1, Cetakan 1, 1983, Penerbit Menara Kudus.