Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Tentang Tragedi Charlie Hebdo

15 Jan 2015

Baru-baru ini ramai diberitakan di media tentang tragedi terorisme di media kartunis penghina Nabi di Paris "Charlie Hebdo". Banyak pro dan kontra tentang tragedi tersebut. Izinkan kami sedikit berkomentar dengan adil insya Allah:

  1. Penghinaan kepada para Nabi -termasuk Nabi Muhammad- adalah kekufuran nyata dengan kesepakatan ulama dan bentuk terorisme terhadap agama.
  2. Kewajiban bagi pemerintah untuk melarang segala bentuk penghinaan kepada Nabi dan wajib bagi kaum muslimin untuk membantahnya, membela kesucian Nabi mereka dan melaporkan kepada pihak yang wajib karena hal itu adalah kriminal menurut agama manapun dan pelanggaran terhadap HAM. Jangan hanya salahkan pelaku tapi salahkan dulu sumber pelaku!
  3. Tidak boleh gegabah dalam menvonis pelakunya apakah muslim atau tidak sebelum betul-betul terbukti nyata. Karena tragedi ini bisa saja adalah makar orang-orang kafir untuk menodai keindahan Islam dan memadamkan cahaya Allah tapi yakinlah Allah pasti akan tetap menolong agamaNya sekalipun mereka benci. Aneh kan, ribuan bahkan jutaan kaum muslimin dibunuh di belahan dunia mereka membisu tapi ketika kartunis penghina kafir dibunuh mereka bersatu?
  4. Siapapun pelaku dan dalang di balik aksi terorisme ini maka Islam berlepas diri darinya karena sekalipun hukuman penghina Nabi adalah hukuman mati sebagaimana ditegaskan Syaikh Ibnu Taimiyyah dalam kitabnya Ash Sharimul Maslul Ala Syatimi Rasul (Pedang Terhunus untuk Penghina Nabi). Namun perlu diketahui bahwa penegak hukuman tersebut tidak diserahkan kepada individu orang tetapi pemimpin yang memiliki kekuasaan. Jika tidak maka yang terjadi adalah kekacauan.
  5. Tragedi ini hendaknya menjadi ibrah bagi kita untuk selalu berdoa kepad Allah, sibuk beribadah, konsisten dengan agama, serta mengikuti nasehat ulama, agar kita selamat dari berbagai fitnah yang menyambar di akhir zaman.
Ya Allah, jagalah kami dari gelombang fitnah dan teguhkanlah kami di atas agamaMu.


Sumber : Ustadz Abu Ubaidah Yusuf Assidawy