Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Ucapan Selamat Natal Menurut Muhammadiyah

25 Dec 2014

Fatwa-Fatwa Tarjih, Cetakan VI, 2003 hal.209-210

Tentang ucapan "Selamat Hari Natal" dan hukum mengikuti perayaan Natal bersama, Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerbitkan fatwa yang sama dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Di antara kandungan fatwa tersebut ialah:
Umat Islam diperbolehkan untuk bekerjasama dan bergaul dengan umat-umat agama dalam masalah- masalah keduniaan serta tidak boleh mencampuradukkan agama dengan aqidah dan peribadatan agama lain seperti meyakini Tuhan lebih dari satu, Tuhan mempunyai anak dan Isa Al Masih itu anaknya. Orang yang meyakininya dinyatakan kafir dan musyrik.

Poin pertama, mengikuti perayaan natal bersama bagi ummat islam adalah haram hukumnya dalam konteks ini, perayaan Natal di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari perkara-perkara akidah tersebut di atas. Klik di sini untuk menyimak himbauan MUI agar ummat Islam tidak usah mengikuti perayaan natal bersama.
Poin kedua, mengucapkan Selamat Natal dianjurkan untuk tidak dilakukan karena merupakan bagian dari perkara kegiatan perayaan Natal, agar Umat Islam tidak terjerumus kepada perkara syubhat dan larangan Allah subhanahu wata'ala. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk menjauhkan diri dari dari hal-hal yang syubhat dan dari larangan Allah subhanahu wata'ala serta untuk mendahulukan menolak kerusakan daripada menarik kemaslahatan. 
Berikut adalah himbauan dari MUI untuk tidak mengucapkan selamat natal
  

Sumber : Sang Pencerah