Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Pedoman Pelayanan Medis DSV Anak

30 Nov 2014

Defek Septum Ventrikel (DSV) merupakan salah satu jenis PJB yang paling sering ditemukan yakni sekitar 20% dari seluruh PJB. Septum ventrikel terdiri dari septum membran dan septum muskular. Secara anatomis DSV dapat diklasifikasikan sesuai letak defeknya.
Klasifikasi DSV berdasarkan letak:
  • DSV perimembran,
  • DSV muskular,
  • DSV subarterial (doubly committed subarterial) yang disebut juga tipe oriental.

Berdasarkan fisiologinya DSV dapat diklasifikasikan menjadi:
  • DSV defek kecil dengan resistensi vaskular paru normal;
  • DSV defek sedang dengan resistensi vaskular paru bervariasi;
  • DSV defek besar dengan peningkatan resistensi vaskular paru dari ringan sampai sedang;
  • DSV defek besar dengan resistensi vaskular paru yang tinggi.

Diagnosis

Anamnesis

  • DSV kecil umumnya menimbulkan gejala ringan atau tanpa gejala (asimtomatik), anak tampak sehat.
  • Pada penderita DSV defek sedang terdapat gangguan pertumbuhan yaitu berat badan yang kurang
  • Pada DSV defek besar dengan peningkatan tahanan vaskular paru penderita mengalami sesak dan biasanya mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) berulang, gagal tumbuh, banyak keringat.

Pemeriksaan fisis

  • Pada DSV kecil, didapatkan bising holosistolik derajat IV/6 disertai getaran bising dengan pungtum maksimum pada sela iga 3-4 garis parasternal kiri yang meluas ke sepanjang tepi kiri sternum.
  • Pada defek besar, terdengar bunyi jantung ke-3 disertai bising middiastolik di apeks, menandakan adanya stenosis relatif katup mitral akibat aliran darah balik yang berlebih dari paru ke atrium kiri.
  • Pada DSV defek besar dengan peningkatan tahanan vaskular paru, terdapat takipnea disertai retraksi otot-otot pernafasan. Bunyi jantung ke-2 (komponen pulmonal) terdengar mengeras.
  • Pada penderita DSV yang disertai peningkatan tahanan vaskular paru dengan tekanan ventrikel kiri yang sama dengan tekanan ventrikel kanan, penderita tidak menunjukkan gagal jantung, tetapi bila keadaan ini berlanjut sehingga tekanan ventrikel kanan melebihi tekanan ventrikel kiri, penderita tampak sianosis akibat pirau dari kanan ke kiri. Pada keadaan ini bising dapat tidak terdengar atau jika terdengar sangat pendek; dapat terdengar bising holosistolik dari katup trikuspid akibat insufisiensi trikuspid.

Pemeriksaan penunjang

FotoToraks

  • Pada defek kecil gambaran radiologis menunjukkan ukuran jantung normal dan vaskularisasi normal.
  • Pada defek sedang tampak pembesaran jantung dan peningkatan vaskular paru.
  • Pada foto PA tampak bayangan jantung melebar ke arah bawah dan kiri akibat pembesaran hipertrofi ventrikel kiri yang disertai peningkatan vaskularisasi paru.

Elektrokardiografi

  • Pada bayi, gambaran EKG sering tidak jelas menunjukkan kelainan.
  • Pada DSV defek kecil, EKG biasanya normal.
  • Pada defek sedang, sering didapatkan hipertrofi ventrikel kiri, akibat pirau kiri ke kanan yang akan menyebabkan beban tekanan pada ventrikel kiri; sering tidak didapatkan hipertrofi ventrikel kanan.
  • Pada penderita DSV besar dengan tekanan ventrikel kiri dan kanan yang sama, selain tampak gambaran hipertrofi ventrikel kiri juga didapatkan hipertrofi ventrikel kanan. Bila telah terjadi hipertensi pulmonal maka hipertrofi ventrikel kanan tampak makin menonjol, bahkan hipertrofi ventrikel kiri dapat menghilang.

Ekokardiografi

Ekokardiografi perlu dilakukan pada defek septum ventrikel untuk mengetahui lokasi dan besar/ukuran defek.

Tata laksana

  • Anak dengan DSV kecil biasanya asimtomatik dan tidak memerlukan obat atau tindakan bedah saat awal. Pada anak asimptomatik, tindakan penutupan dapat dilakukan pada usia 2-4 tahun.
  • Jika anak dengan DSV sedang atau besar mengalami gagal jantung simtomatik perlu diberikan obat anti gagal jantung (antidiuretik, vasodilator (ACE inhibitor), digoksin; jika pengobatan medis gagal maka perlu dilakukan tindakan penutupan DSV pada usia berapa pun. Bayi yang berespons terhadap terapi medis dapat dioperasi pada usia 12-18 bulan.
  • Indikasi penutupan DSV pada masa bayi adalah:
  • Gagal jantung yang tidak terkontrol
  • Gagal tumbuh
  • Infeksi saluran pernapasan berulang
  • Pirau kiri ke kanan yang signifikan dengan rasio aliran darah paru dibanding sistemik (Qp:Qs) lebih besar dari 2:1
  • Pada defek besar, meski tanpa gejala, dioperasi pada usia <2 tahun jika didapatkan peningkatan tekanan arteri pulmonalis.
  • Penutupan DSV
  • Tindakan bedah, dapat dilakukan pada hampir semua jenis DSV.
  • Tanpa bedah: penggunaan alat untuk menutup DSV. Yang paling banyak digunakan belakangan ini adalah AMVO (Amplatzer VSD Occluder), biasanya digunakan pada DSV jenis muskular dan perimembranous. Pada DSV yang lokasinya dekat dengan katup atrioventrikular sulit dilakukan, sebaliknya pada DSV muskular yang jauh dari katup atrioventrikular lebih mudah. Bahkan pada DSV muscular kecil yang letaknya jauh di apeks tindakan ini menjadi pilihan yang lebih baik dibanding bedah.
  • Nutrisi tambahan, seperti formula tinggi kalori, perlu diberikan sejak awal jika terdapat pirau yang besar karena kebutuhan metabolisme meningkat. Kebutuhan kalori hingga 150-200 kkal/kgBB/hari mungkin diperlukan untuk pertumbuhan yang adekuat.

Prognosis

Penutupan spontan terjadi pada 30-40% kasus DSV, paling sering pada DSV trabekular (muskular) kecil dan lebih sering pada defek kecil dibandingkan besar, pada tahun pertama kehidupan dibandingkan setelahnya. DSV tipe inlet, infundibular, dan subarterial tidak dapat mengecil atau menutup spontan.

Sumber : Pedoman Pelayanan Medis Ikatan Dokter Anak Indonesia, 2009.