Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Dzikir di Kamar Mandi

15 Nov 2014

Tanya :
Assalamu'alaikum ustadz. Saya bekerja di sebuah universitas. Saat ini universitas sedang giat-giatnya mengingatkan mahasiswa agar banyak berdzikir. Apakah lafaz Ghufronak boleh di tempatkan di dalam kamar mandi agar mahasiswa bisa mengamalkannya?
Terima kasih ustadz.


Jawaban:


Menyebut dan mengucapkan nama Allah di kamar kecil termasuk bagian dari dzikir. Sedangkan dzikir ada dua macam: 
1. Dzikir dengan lisan seperti membaca Al Qur'an, merapal dzikir dan doa yang dianjurkan oleh syariat.
2. Dzikir dengan hati, yaitu dengan tafakkur terhadap keagungan Allah dan kuasa-Nya, dan tafakkur terhadap para makhluk-Nya. Masuk dalam bagian kedua ini mengulang hafalan Al Qur'an dengan hati.
Para ulama membedakan antara dua macam dzikir ini. Mereka menjelaskan, dimakruhkan menyebut nama Allah Ta'ala dengan lisan di kamar kecil sebagai pengagungan terhadap Allah yang tidak pas disebut di tempat ini. Adapun dzikir dengan hati, mereka menyebutkan, tidak dimakruhkan dan tidak berdosa. 
Perbedaan dua dzikir ini dikuatkan dengan kesepakatan ulama, orang junub dibolehkan membaca Al Qur'an dengan hatinya. Berbeda jika ia membaca dan melafazkan dengan lisannya, itu haram baginya.
Imam Nawawi rahimahullah berkata, 
اتفقوا على أن الجنب لو تدبر القرآن بقلبه من غير حركة لسانه لا يكون قارئا مرتكبا لقراءة الجنب المحرمة 


"Mereka (para ulama) bersepakat bahwa orang junub kalau ia mentadabburi Al Qur'an dengan hatinya tanpa menggerakkan lisannya, tidaklah terhitung membaca dan melanggar keharaman membaca Al Qur'an bagi orang junub." (Syarh Al Nawawi atas Shahih Muslim: IV/103)
Al Munziri dalam Al Ausath (I/341) berkata, "Ikrimah berkata: seseorang tidak boleh berdzikir kepada Allah saat berada di kamar kecil (toilet) dengan lisannya, tetapi (boleh) dengan hatinya."
Lajnah Daimah berkata, "Di antara Adab Islam, hendaknya seseorang menyebut nama Tuhan-Nya saat ingin masuk ke kamar kecil atau kamar mandi, yakni dengan membaca saat sebelum masuk,

اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِك مِنْ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ 



"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari syetan laki-laki dan syetan perempuan." Lalu ia tidak berzikir dengan menyebut nama Allah setelah masuk ke dalamnya. Bahkan ia harus diam dari menyebut nama Allah dengan hanya masuk ke dalamnya." (Fatawa
Al Lajnah Ad Daimah: V/93) 
Syaikh Abdul Aziz bin Baz berkata, "Dzikir dengan hati disyariatkan di setiap waktu dan tempat, di kamar kecil dan selainnya. Sesungguhnya yang dimakruhkan di kamar kecil dan tempat semisalnya: menyebut nama Allah dengan lisan sebagai pengagungan terhadap Allah Subhanahu wa Ta'ala" (Fatawa Syaikh Ibn Baz: V/408)