Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Fatwa MUI tentang Terorisme

14 Nov 2014

Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada tanggal 16 Desember 2003 telah sepakat bahwa terorisme dan jihad itu berbeda.

Pengertian Terorisme dan Perbedaannya dengan Jihad

Meskipun belum ada kesepakatan mengenai pengertian terorisme, namun secara umum dapat dipahami bahwa terorisme merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan peradaban yang menimbulkan ancaman serius terhadap kedaulatan negara, bahaya terhaddap keamanan, perdamaian dunia serta merugikan kesejahteraan masyarakat. Terorisme adalah salah satu bentuk kejahatan yang diorganisasi dengan baik, bersifat transnasional dan digolongkan sebagai kejahatan luar biasa yang tidak membeda-bedakan sasaran.
Dalam khazanah fiqh islam, terorisme memenuhi unsur tindak pidana jarimah/hirabah. Para fuqaha (ahli fiqh) mendefinisikannya dengan istilah “orang yang mengangkat senjata melawan orang banyak dan menakut-nakuti mereka maka dia tidak termasuk golongan kami”
Jihad mengandung 2 pengertian:
  1. Segala usaha sekuat tenaga serta kesediaan untuk menanggung kesulitan di dalam memerangi dan menahan agresi musuh dalam segala bentuknya. Jihad dalam pengertian ini juga disebut al qital atau al harb.
  2. Segala upaya sungguh-sungguh dan berkelanjutan untuk menjaga dan meninggikan agama Allah.

Perbedaan Terorisme dan Jihad

Terorisme
Jihad
Sifatnya merusak (ifsad) dan anarkhis/chaos (faudha)
Sifatnya melakukan perbaikan (ishlah) sekalipun dengan cara peperangan
Tujuannya untuk menciptakan rasa takut dan/atau menghancurkan pihak lain
Tujuannya menegakkan agama Allah dan/atau membela hak-hak orang yang terzalimi
Dilakukan tanpa aturan dan sasaran tanpa batas
Dilakukan dengan mengikuti aturan yang ditentukan syari'at dengan sasaran musuh yang sudah jelas
Hukumnya haram baik dilakukan oleh perorangan, kelompok, maupun negara
Hukumnya wajib

Bom Bunuh Diri dan Amaliyah Al Istisyhad

Orang yang bunuh diri itu untuk dirinya dan kepentingan pribadinya sendiri sementara pelaku amaliyah al istisyhad (tindakan mencari kesyahidan) mempersembahkan dirinya sebagai korban demi agama dan umatnya. Orang yang bunuh diri adalah orang yang pesimis atas dirinya dan atas ketentuan Allah, sedangkan pelaku amaliyah al istisyhad adalah manusia yang seluruh cita-citanya tertuju untuk mencari rahmat dan keridhaan Allah subhanahu wata'ala.
Bom bunuh diri hukumnya haram karena merupakan salah satu bentuk tindakan keputusasaan dan mencelakakan diri sendiri, baik dilakukan di daerah damai (darussalam) maupun di daerah perang (darul harb).
Amaliyah al istisyhad dibolehkan karena merupakan bagian dari jihad binnafsi yang dilakukan di darul harb atau dalam keadaan perang dengan tujuan untuk menimbulkan rasa takut (irhab) dan kerugian yang lebih besar di pihak musuh Islam, termasuk melakukan tindakan yang dapat mengakibatkan terbunuhnya dirinya sendiri. Amaliyah al istisyhad berbeda dengan bunuh diri.