Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Fatwa MUI tentang Bunga

13 Nov 2014

Pada tanggal 22 Syawal 1424 Hijriyah atau bertepatan dengan 16 Desember 2003, Majelis Ulama Indonesia menjelaskan tentang hukum bunga (interest) adalah haram.

Pengertian Bunga (Interest) dan Riba

Bunga (interest) adalah tambahan yang dikenakan untuk transaksi pinjaman uang (al qardh) yang diperhitungkan dari pokok pinjaman tanpa mempertimbangkan pemanfaatan/hasil pokok tersebut, berdasarkan tempo waktu, dan diperhitungkan secara pasti di muka berdasarkan persentase.

Riba adalah tambahan (ziyadah) tanpa imbalan (بلاعوض ) yang terjadi karena penangguhan pembayaran (زيا ذة الأجل ) yang diperjanjikan sebelumnya (اشترط مقدما ). Dan inilah yang disebut riba nasi'ah.

Hukum Bunga (Interest)

Praktek pembungaan uang saat ini telah memenuhi kriteria riba yang terjadi zaman Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, yakni riba nasi'ah. Dengan demikian praktek pembungaan uang ini termasuk salah satu bentuk riba , dan riba haram hukumnya.
Praktek pembungaan ini banyak dilakukan oleh bank, asuransi, pasar modal, pegadaian, koperasi dan lembaga keuangan lainnya termasuk juga oleh individu.

Bermu'amalah dengan Lembaga Keuangan Konvensional

Untuk wilayah yang sudah ada kantor/jaringan Lembaga Keuangan Syari'ah, tidak diperbolehkan melakukan transaksi yang didasarkan kepada perhitungan bunga.
Untuk wilayah yang belum ada kantor/Lembaga Keuangan Syari'ah, diperbolehkan melakukan kegiatan transaksi di lembaga keuangan konvensional berdasarkan prinsip dharurat/hajat.