Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Hukum Permainan Dadu

09 Nov 2014

Terdapat banyak dalil yang menunjukkan larangan bermain dadu, misalnya permainan monopoli, ular tangga, dan permainan yang saat ini ngetrend yakni LINE Let's Get Rich.
Nah, berikut ini adalah dalilnya.
1. Dari Buraidah bin Hashib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

مَنْ لَعِبَ ‏ ‏بِالنَّرْدَشِيرِ ‏ ‏فَكَأَنَّمَا صَبَغَ يَدَهُ فِي لَحْمِ خِنْزِيرٍ وَدَمِهِ 

Siapa yang bermain dadu, seolah dia telah mencelupkan tangannya ke dalam daging babi bercampur darahnya.” (Hadits riwayat Muslim no. 2260, Abu Dawud no. 4939).
Imam An Nawawi mengatakan, 
وَمَعْنَى ” صَبَغَ يَده فِي لَحْم الْخِنْزِير وَدَمه فِي حَال أَكْله مِنْهُمَا ” وَهُوَ تَشْبِيه لِتَحْرِيمِهِ بِتَحْرِيمِ أَكْلهمَا 
Yang dimaksud; mencelupkan tangannya ke dalam daging babi bercampur darahnya adalah ketika makan dua benda ini. Maka hadis ini menyerupakan haramnya main dadu sebagaimana haramnya makan daging dan darah babi.’ (Syarh Shahih Muslim, 15:16).
2. Dari Abu Musa Al Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 
مَنْ لَعِبَ ‏ ‏بِالنَّرْدِ ،‏ ‏فَقَدْ عَصَى اللَّهَ وَرَسُولَهُ 
Siapa yang bermain dadu, berarti dia telah bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya.” (Hadits riwayatAbu Dawud no. 4938, IbnuMajah no. 3762)

3. Dari Nafi’, murid dan m
enantu Ibn Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau menceritakan, 


أن عبد الله بن عمر كان إذا وجد أحدا من أهله يلعب بالنرد، ضربه وكسرها 


Bahwa Ibnu Umar jika melihat salah satu diantara anggota keluarganya bermain dadu, beliau langsung memukulnya dan memecahkan dadu itu.” (Hadits riwayatBukhari dalam Adabul Mufrad)
4. Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa beliau penah menyewakan rumahnya kepada seseorang. Dilaporkan kepada Aisyah bahwa ternyata penyewa rumah menyimpan dadu di rumahnya. Aisyah pun mengirim surat kepada mereka, 
لئن لم تخرجوها لأخرجنكم من داري 
Jika kalian tidak membuang dadu itu, aku yang akan keluarkan kalian dari rumahku.” (Hadits riwayat Malik dalam Al Muwaththa’ no. 3519)

5. Dari Kultsum bin Jabr, bahwa sahabat Abdullah bin Zubair (yang saat itu memimpin Mekah) pernah berkhutbah,

بلغني عن رجالٍ من قريشٍ يلعبون بلعبةٍ يقال لها : النردشير.. وإني أحلف بالله لا أوتى برجل لعب بها إلا عاقبته في شعرهِ وبشرهِ ، وأعطيتُ سلبهُ لمن أتاني به 

“Telah sampai kepadaku berita bahwa ada beberapa orang Quraisy yang bermain dadu. Saya bersumpah demi Allah, jika ada orang yang ditangkap dan diserahkan kepadaku karena bermain dadu, pasti akan aku hukum dari rambut sampai kulitnya. Dan orang yang melaporkan akan aku beri hadiah berupa harta yang dibawa orang itu.” (Hadits riwayat Al Baihaqi dalam Al Kubra 10:216 dan dalam Sahih Adabul Mufrad dinyatakan, sanadnya hasan).
6. Sahabat Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhuma mengatakan,
اللاعبُ بالفصين قماراً ؛ كآكلِ لحمِ الخنزيرِ ، واللاعبُ بهما غير قمارٍ ، كالغامسِ يدهُ في دمِخنزيرٍ 

Bermain dengan dua mata dadu ini dalam rangka berjudi seperti orang yang makan daging babi. Dan orang yang bermain dengan kedua mata dadu tapi tanpa taruhan, seperti orang yang mencelupkan tangannya di darah babi. (Hadits riwayatBukhari dalam Adabul Mufrad).
Dari Nafi, bahwa Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu, mengatakan,
النردُ من الميسرِ 

“Bermain dadu termasuk judi.” (Hadits riwayatBaihaqi, Al Juri dan sanadnya sahih).

Dari beberapa hadis dan keterangan sahabat di atas, dapat kita simpulkan: 
Pertama, bermain dadu hukumnya haram, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyerupakannya dengan menyentuh barang najis, seperti daging babi. Bahkan kata Imam Nawawi, statusnya seperti makan babi.
Kedua, tidak diperbolehkan menyimpan dadu. Meskipun tidak untuk digunakan bermain. Karena sikap para sahabat yang membuang dadu dan merusaknya.
Ketiga, para sahabat menilai, bermain dadu termasuk judi, meskipun tanpa taruhan. Jika disertai taruhan, lebih terlarang lagi.