Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Siapa Ulama Panutannya?

27 Oct 2014

Imam Ahmad bin Hanbal pernah berkata: "Hati-hatilah engkau mengatakan pendapat yang tidak ada imam panutannya". Ucapan ini mengingatkanku (Ustadz Abu Ubaidah Yusuf Assidawy – red) pada pendapat yang beredar di media akhir-akhir ini sekalipun sebenarnya saya telah mendengarnya sekitar sepuluh tahun lalu yaitu pendapat KH. Mahrus Ali dalam artikel kajiannya yang mengharamkan daging ayam dan bermegah di hadapan ulama dengan mengkritik hadits Bukhari Muslim tentang Rasulullah pernah makan daging ayam!

Siapakah pendahulu dia dalam masalah ini? Bukankah para ulama telah sepakat tentang halalnya? Imam ibnul Mulaqqin berkata: "Halalnya ayam merupakan kesepakatan ulama karena termasuk hewan yang halal. Tidaklah dianggap pendapat yang membencinya jika memang ada, baik liar atau peliharaan, sebagaimana ditegaskan oleh ibnu Shabbagh dalam kitabnya Asy Syamil". (Al I'lam bi Fawaid Umdatil Ahkam 10/122-123).
Saudaraku, ingatlah kaidah "asal makanan adalah halal sampai ada dalil yang mengharamkannya". (Al Umm 2/213)
Janganlah gegabah mengharamkan makanan tanpa dalil dan bimbingan ulama, sehingga kamu berdusta kepada Allah, karena halal haram adalah hak Allah. Janganlah tertipu dengan pendapatmu sendiri sehingga memahami dalil dengan akalmu sendiri tanpa bimbingan para ulama. Kami tegaskan hal ini agar khayalak mengetahui bahwa pendapat ini adalah bathil dan sehingga tidak dijadikan senjata untuk mencela dakwah salafiyyah yang indah, karena ini bukanlah pendapat salaf sama sekali.
Jangan ada yang bilang bahwa ini termasuk perbedaan yang ditoleransi karena tidak semua perbedaan diterima, seperti pendapat yang ganjil ini yang jelas bertentangan denga dalil dan ijma' ulama. Inilah perbedaan yang tercela. Camkanlah!

Sumber : Ustadz Abu Ubaidah Yusuf Assidawy