Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Perumahan Kumuh sebagai Faktor Korelatif Kriminogen

08 Oct 2014

Menurut Edwin Eames dan David Goode, bahwa lingkungan kumuh yaitu daerah pemukiman yang sangat padat penduduknya dan rumah-rumah di dalamnya dibangun dengan teknik konstruksi yang buruk dan menggunakan bahan-bahan yang bermutu rendah. Pola pemukiman tidak berstruktur dan tidak dilengkapi dengan sarana-sarana umum seperti fasilitas air bersih, pembuangan sampah, saluran pembuangan air dan kotoran serta jalan-jalan yang bersih, dan sering kali kondisi ini dihubungkan dengan ongkos sewa yang relatif mahal dan bahaya penggusuran. (Moh Hendy Feriskha, imadiklus.com).

Dari aspek keamanan, keberadaan pemukiman kumuh merupakan faktor korelatif kriminogen, yaitu sebagai salah satu sumber timbulnya berbagai perilaku menyimpang, seperti kejahatan, dan sumber penyakit sosial lainnya. Karena pemukiman yang padat, kurang tertata infrastrukturnya dan banyaknya pendatang membuat daerah tersebut menjadi tidak aman untuk di tinggali. Ditambah dengan tingginya jumlah pengangguran di pemukiman kumuh sehingga memudahkan terjadinya aktivitas kejahatan. Sebuah stigma yang sebenarnya tidak 100 % benar, karena tidak semua penduduk di daerah kumuh adalah pelaku kejahatan.
Data Kementerian Pekerjaan Umum menyebut hingga Agustus 2014 masih ada 34,4 juta warga yang tinggal di kawasan kumuh. Meningkatnya jumlah penduduk menambah beban pemerintah dalam menyediakan infrastruktur pemukiman. Sebagai stakeholder yang ikut mengurusi masalah permukiman kumuh, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menginginkan keterlibatan Kementerian Perumahan Rakyat, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan Kementerian Lingkungan Hidup untuk menyelesaikan masalah ini. Di Indonesia, ada 3.201 kawasan kumuh seluas 34.374 hektare. Menurut Djoko, lembaganya telah merancang program untuk membenahi kawasan ini, yang akan berjalan hingga 2019. Pemerintah optimistis target pengentasan kawasan kumuh akan tercapai pada 2019. (http://www.tempo.co/read/news/2014/10/03/090611642/34-Juta-Orang-Indonesia-Tinggal-di-Kawasan-Kumuh)
Semoga program pemerintah untuk membenahi kawasan kumuh menjadi kawasan yang tertata akan terus berlanjut, dapat mencapati target yang akan dicapai, sehingga tidak ada lagi warga negara Indonesia yang tinggal di pemukiman kumuh.


Sumber : Divhumas Mabes Polri