Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Ahok Kafir!

07 Oct 2014

Prihatin. Sebagian kaum muslimin seakan alergi dengan kata kafir. Enggan mengatakan orang nasrani, yahudi, dan non muslim adalah kafir, padahal sudah jelas dan sah kekafiran mereka. Di sisi lain, sebagian muslimin seperti LDII/jokam/354 dengan mudahnya mengatakan muslim di luar kelompoknya adalah kafir.
Saudaraku, kafir adalah perkara aqidah. Kafir adalah tentang keimanan. Kafir bersangkut paut dengan keyakinan sifat-sifat Allah, keberadaan malaikat, kerasulan. Kafir juga berhubungan akan keyakinan kebenaran kitabullah, adanya taqdir dan hari pembalasan.
Orang paling cerdas di dunia, kalau dia adalah yahudi, maka dia kafir. Orang yang sangat dermawan, kalau dia nasrani berarti dia kafir. Bahkan, ketika ada saudara karib kerabat kita yang non muslim, status kafir tak bisa lepas dari mereka.
Begitu juga Ahok. Ahok menghajikan marbot, selama Ahok nasrani, maka Ahok kafir. Ahok sedekah atau bayar zakat satu juta trilyun pun kalau Ahok bukan muslim, Ahok tetaplah Kafir. Ahok bikin ribuan kilometer jalan raya kalau Ahok kristiani maka Ahok tetap kafir. Ahok singkirkan PSK di jalanan kalau Ahok nasrani Ahok tetap kafir. Ahok jadi presiden atau bahkan sekjen PBB pun kalau Ahok nasrani Ahok tetap kafir.

Trus masalah ya kalau Ahok kafir? Secara aqidah sangat bermasalah. Yahudi dan nasrani tak kan pernah rela dengan keislaman kita. Mereka berusaha memadamkan cahaya Allah. Oleh karena itulah Al Qur'an melarang kita bersengaja memilih orang kafir menjadi pemimpin. Salah satu buktinya upaya mereka memadamkan cahaya Allah adalah Ahok menghendaki penyembelihan hewan kurban instansi dan Sekolah Dasar dipusatkan di RPH Cakung. Sekolah dasar adalah tempat anak-anak belajar. Anak-anak belajar agama, belajar syariat kurban, dan latihan berkurban. Ahok melarang penyembelihan di sekolah dasar Ahok sudah mempersempit ruang belajar dan kesempatan anak-anak kita untuk tahu dan mengamalkan ajaran agama. Bahkan, larangan tersebut diwarnai kebohongan. Dalam muamalah, dalam bergaul, dalam berjual beli, kalau Ahok jujur, dan jual belinya sesuai syariat (tidak curang, tidak zalim, tidak ada riba) maka boleh saja kita berdagang dengan Ahok.
Mari kita katakan dengan mantap, Ahok kafir! Tak usahlah kita plesetkan kata kafir menjadi tafir yang sesungguhnya mengaburkan status kafir yang sudah sah dan meyakinkan. 
Semoga Allah selalu memberikan hidayahNya kepada kita semua. Aamiin.