Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Penanganan Tindak Kejahatan terkait Kabut Asap

28 Sep 2014

Kabut asap yang melanda pulau Sumatera dan Kalimantan sampai saat ini masih menjadi permasalahan, baik terhadap kesehatan warga setempat maupun terhadap aktifitas masyarakatnya. Mobilitas warga melalui darat, laut dan udara menjadi terganggu sehingga berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi masyarakat.
Menyikapi permasalahan kabut asap ini, Mabes Polri dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah bekerja sama untuk penanggulangan kebakaran. Selain melakukan upaya pemadaman terhadap lahan yang telah terbakar untuk mengurangi efek kabut asap terhadap kesehatan dan kegiatan masyarakat, upaya penegakan hukum juga dilakukan oleh Polri. BNPB memastikan bahwa lahan dan hutan di Kalimantan dan Sumatera sengaja dibakar orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, Polri melakukan penegakan hukum dengan melakukan penangkapan terhadap para pembakar lahan.

Di Riau Operasi yang dilakukan sejak 27 Februari 2014 hingga bulan September 2014 telah melakukan penyidikan terhadap 141 kasus pembakaran lahan dengan 236 tersangka. Di antara 141 kasus tersebut, 110 sudah dinyatakan lengkap dan siap untuk disidangkan. Sementara itu, Polda Kalteng saat ini sedang menangani 19 kasus pembakaran hutan di wilayah hukumnya. Kasus tersebut menghasilkan 18 tersangka pembakar hutan yang saat ini sedang dalam proses penyidikan.
Pembakaran hutan merupakan salah satu bentuk kejahatan terhadap lingkungan.Environmental crime is an illegal actwhich directly harms the environment (
http://en.wikipedia.org/wiki/Environmental_crime). Kejahatan lingkungan didefinisikan sebagai perilaku atau tindakan perampasan atau penghilangan hak atas lingkungan hidup dan sumber – sumber kehidupan rakyat yang dilakukan secara langsung melalui pengaruh kekuatan modal, kekuatan politik, dan keuatan dalam suatu badan usaha/pemerintahan yang menimbulkan kerusakan atau pemusnahan secara terus menerus atas lingkungan hidup dan sumber – smber kehidupan rakyat serta ancaman terhadap gangguan hidup manusia. lain (Departmen Kriminologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia,Bunga Rampai Kriminologi, 2010).
Semoga para petani dan pemilik lahan yang akan mengelola lahan perkebunannya, atau proses pembukaan hutan menjadi lahan perkebunannya tidak menggunakan cara – cara membakar, karena selain menimbulkan polusi juga melanggar kententuan perundang-undangan sebagai salah satu kejahatan terhadap lingkungan.


Sumber : Divhumas Mabes Polri