Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Kebohongan Ahok tentang Larangan Kurban di Jakarta

25 Sep 2014

Beberapa hari ini ramai dibicarakan bahwa Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok melarang penyembelihan hewan kurban. Larangan tersebut tertuang dalam Instruksi Gubernur No. 67 Tahun 2014.
Penulis tidak membicarakan polemik tersebut. Penulis lebih memilih untuk menyampaikan adanya kedustaan/kebohongan yang sengaja dilakukan Ahok. Sebagaimana dilansir oleh Republika Online, Ahok menegaskan bahwa yang menandatangani instruksi itu adalah Jokowi, bukan Ahok (perhatikan yang penulis beri garis bawah merah pada screenshot).



Kalau pernyataan Ahok ini kita cek dengan insgubnya, terbukalah kebohongan Ahok. Berikut adalah softcopynya.


Siapa yang menandatangani insgub itu? Apakah ada tanda tangan Jokowi di situ?

Penulis jadi ingat falsafah Jawa, ajining diri gumantung ing lathi , kehormatan atau kepribadian seseorang bergantung pada ucapannya.Pernyataan Ahok “Itu yang tanda tangan Jokowi bukan saya”di insgub itu menunjukkan dirinya memiliki kepribadian buruk.
Pertama, Ahok bohong! Mau di bawa ke mana Jakarta dipimpin oleh gubernur yang pembohong?
Kedua, Ahok tidak bertanggung jawab. Pernyataan Ahok itu adalah upaya pembelaan dirinya, Ahok tidak salah karena yang tanda tangan Jokowi. Jelas Ahok lempar batu sembunyi tangan. Pernyataan itu sekaligus menunjukkan Ahok memfitnah Jokowi. Ahok mengatakan Jokowi yang tanda tangan, padahal Jokowi tidak menandatanganinya, malah tanda tangan Ahok lah yang ada di insgub itu.

Atau, Ahok lupa dia yang tanda tangan? Di satu sisi lupa itu manusiawi. Tapi di sisi lain bisa membuka tabir perangai yang buruk. Ahok gegabah mengeluarkan pernyataan. Ahok ini ngomong asal njeplak! Bicaranya ngawur! Ga mikir dulu. Apakah pantas seorang pemimpin itu gegabah? Apakah layak bagi seorang pemimpin berkarakter ceroboh?

Apakah Ahok menyadari betapa buruknya karakter/kepribadian yang dia tunjukkan? Apakah Ahok menyadari kehinaan dirinya? Kalau Ahok tidak mau menyadari, maka Ahok sombong, Ahok tidak mau mengakui kesalahannya dan tidak mau meminta maaf.