Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Taysirul Allam Syarah Umdatul Ahkam Makna Hadits No. 19

17 Sep 2014

Kitab Thaharah
Bab Siwak

Hadits ke-19


Dari Aisyah radhiyallahu anha, ia berkata,”Abdurrahman bin Abu Bakar Ash Shiddiq menjenguk Nabi shallallahu alaihi wasallam saat aku menyandarkan beliau ke dadaku – Abdurrahman saat itu membawa siwak basah yang ia gunakan untuk bersiwak. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kemudian menatap siwak itu, aku kemudian mengambil siwak lalu aku kunyah dan aku lembutkan. Setelah itu kuberikan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, dan beliau kemudian bersiwak. Belum pernah aku melihat Rasulullah bersiwak yang lebih bagus dari itu. Seusai bersiwak, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengangkat tangan atau jari lalu mengucapkan 'fi ar rafiq al a'la (bersama golongan tertinggi)', setelah itu beliau wafat.”

Aisyah berkata, 'Beliau wafat di antara dua tulang selangka dan daguku.'”1
Riwayat lain menyebutkan,
“Aku (Aisyah) melihat beliau menatapnya (siwak), aku mengerti bahwa beliau menginginkan siwak, lalu aku bilang pada beliau, 'Mau aku ambilkan siwak untukmu?' Beliau mengiyakan dengan isyarat kepala'.”2
Ini lafal Al Bukhari, dan riwayat Muslim juga menyebut lafal serupa. (Hadits dengan makna seperti ini bukan riwayat Muslim).

Makna Global

Aisyah radhiyallahu anha menuturkan kisah yang menunjukkan sejauh mana kesukaan Rasulullah shallallahu alaihi wasallamdalam bersiwak. Ceritanya, Abdurrahman bin Abub Bakar – saudara Aisyah - menjenguk Nabi shallallahu alaihi wasallam saat ajal menjelang, ia membawa siwak yang masih basah dan ia gunakan untuk bersiwak. Saat melihat siwak di tangan Abdurrahman, Nabi shallallahu alaihi wasallam lupa akan sakit dan sekarat yang beliau rasakan karena begitu sukanya beliau pada siwak. Beliau pun menatap ke arah siwak itu seakan menginginkannya.
Aisyah memahami hal itu lalu mengambil siwak itu dari tangan saudaranya. Aisyah kemudian memotong bagian ujung siwak, membersihkan dan melembutkannya. Setelah itu, ia memberikannya kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam. Nabi shallallahu alaiihi wasallam kemudian bersiwak. Aisyah belum pernah melihat Nabi shallallahu alaihi wasallam bersiwak sebagus itu. Seusai bersiwak, Nabi shallallahu alaihi wasallam mengangkat jari tangan mengesakan Allah, dan memilih untuk pindah ke haribaan Ilahi. Beliau wafat. Aisyah membuat siapapun iri, karena saat Rasulullah wafat, kepala beliau berada dalam dekapan dadanya.
1 Al Bukhari, hadits no. 890, 4438

2 Al Bukhari, hadits no. 4449