Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Taysirul Allam Syarah Umdatul Ahkam Makna Hadits No. 15

13 Sep 2014

Kitab Thaharah
Bab Memasuki WC dan Bersuci

Hadits ke-15


Dari Abu Qatadah, Harits bin Rib'i Al Anshari radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Janganlah seseorang di antara kalian memegang kemaluan dengan tangan kanan saat kencing, jangan beristinja' dengan tangan kanan, dan jangan bernafas di dalam bejana.”1

Makna Global

Hadits ini berisi tiga rangkaian nasihat dan faidah bernilai tinggi yang mendidik, menjauhkan manusia dari kotoran, bahaya dan berbagai penyakit.
Pertama dan kedua, tidak menyentuh kemaluan saat kencing, dan tidak menghilangkan kotoran di kemaluan dan dubur dengan tangan kanan. Sebab, tangan kanan dipersiapkan untuk melakukan hal-hal yang baikdan yang disukai, seperti makan dan minum.
Apabila tangan kanan digunakan untuk menyentuh barang-barang najis lalu kotor, kemudian langsung digunakan memegang makan, minuman, bersalaman, dan lainnya, tentu akan menjijikkan, dan mungkin saja banyak penyakit tidak terlihat mata ikut menempel.
Ketiga, larangan bernafas di tempat minum. Sebab, hal itu menimbulkan banyak sekali penyakit yang membuat orang lain merasa jijik meminumnya. Selain itu, bisa saja saat bernafas keluarlah penyakit-penyakit yang mengotori air sehingga yang lain tertular, jika yang bersangkuta berpenyakit.
Bernafas saat minum juga bisa membahayakan si peminum itu sendiri, saat nafas keluar masuk dari air. Otoritas syariat hanya memerintahkan kebaikan dan hanya melarang apapun yang berbahaya dan merusak.

Perbedaan Pendapat Ulama

Ulama berbeda pendapat, apakah larangan iini haram atau makruh? Zhahiriyah berpendapat haram berdasarkan tekstual hadits. Jumhur berpendapat makruh karena termasuk larangan-larangan yang bersifat pelajaran.

1 Al Bukhari, hadits no. 154, Muslim, hadits no. 276