Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Nabi yang Takjub pada Kaumnya

13 Aug 2014

PENGANTAR

Inilah kisah seorang Nabiyullah yang diberi umat yang banyak jumlahnya. Dari umatnya itu dia membentuk pasukan yang besar, banyak jumlahnya, dan tangguh. Apa yang dicapai oleh umatnya sangatlah menakjubkannya, begitu pula kekuatannya. Dia berkata, "Siapa yang bisa melawan dan menghadang mereka?" Maka Allah membinasakan tujuh puluh ribu dari kaumnya akibat ujub yang ada padanya.

NASH HADIS

Imam Ahmad meriwayatkan dari Suhaib berkata,
"Apabila Rasulullah shalat, beliau membisikkan sesuatu yang tidak aku mengerti dan tidak menjelaskan kepada kami. Beliau bertanya, 'Apakah kalian memperhatikanku?'
Kami menjawab, 'Ya.'
Beliau bersabda, 'Sesungguhnya aku teringat salah seorang Nabi yang memiliki pasukan dari kaumnya – dalam riwayat lain, 'membanggakan umatnya' – Dia berkata, 'Siapa yang menandingi mereka? Atau siapa yang bisa melawan mereka? Atau ucapan seperti itu.'
Maka diwahyukan kepadanya, "Pilihlah satu dari tiga perkara untuk kaummu: Kami menguasakan musuh dari selain mereka atas mereka, atau kelaparan, atau kematian." Maka Nabi itu bermusyawarah dengan kaumnya dan mereka berkata, "Engkau adalah Nabiyullah, engkau yang memutuskan. Pilihlah untuk kami." Lalu dia mendirikan shalat setiap kali mereka sedang menghadapi urusan penting, mereka mengatasinya melalui shalat. Maka dia shalat sesuai dengan kehendak Allah.
Nabi melanjutkan, "Kemudian dia berkata, 'Ya Rabbi, adapun musuh dari selain mereka, maka jangan. Adapun kelaparan, maka jangan. Akan tetapi aku memilih kematian.' Lalu kematian dikirim kepada mereka, dan yang mati di kalangan mereka sebanyak tujuh puluh ribu. Nabi bersabda, "Bisikanku yang kalian perhatikan itu adalah aku berkata, 'Ya Allah, dengan-Mu aku berperang, dengan-Mu aku melawan dan tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah."

PELAJARAN-PELAJARAN DAN FAEDAH-FAEDAH HADIS


  1. Rasulullah memberi pengertian kepada sahabat- sahabatnya tentang sebab-sebab kelemahan dan kebinasaan. Di antaranya adalah ujub terhadap diri.
  2. Akibat ujub sangatlah mengerikan, sebagaimana yang terjadi pada umat Nabi tersebut. Hal itu karena ujub melemahkan tawakkal dan berpijak kepada Allah, serta menjadikan seseorang hanya bergantung kepada sebab-sebab materi.
  3. Hendaknya para pemimpin, para panglima dan para pengendali urusan harus waspada. Jangan sampai Allah menurunkan apa yang telah Allah timpakan kepada kaum Nabi ini. Pada zaman ini kita sering melihat dan mendengar banyaknya kekaguman para pemimpin dan panglima terhadap tentara dan pengikut mereka.
  4. Bisa jadi sebab turunnya ujian adalah sesuatu yang samar, hanya diketahui oleh orang yang mengerti agama Allah. Musibah seperti ini bisa menimpa kaum shalih yang berjihad, sementara mereka tidak mengetahui darimana sebabnya.
  5. Adanya umat yang baik dalam jumlah besar sebelum kita. Pada kalangan mereka terdapat orang-orang yang berperang dan berjihad di jalan Allah. Dalam rentang waktu yang pendek, jumlah orang yang mati mencapai tujuh puluh ribu orang.
  6. Seorang muslim dianjurkan untuk melaksanakan shalat jika menghadapi suatu perkara besar. Semoga Allah membimbingnya kepada pilihan yang paling lurus. Termasuk hal ini adalah Istikharah yang disyariatkan oleh Allah setelah dua rakaat.
  7. Dalam perkara yang mengharuskan memilih, seorang muslim hendaknya tidak tergesa-gesa. Dia harus bermusyawarah seperti yang dilakukan oleh Nabi ini. Dia harus memikirkan dengan matang, menimbang antara pilihan-pilihan yang ada. Dia harus berdoa kepada Allah agar memberinya taufik sehingga bisa memilih dengan benar.