Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Ketika Sapi dan Serigala Bicara

09 Aug 2014

Ini adalah berita dari orang yang jujur dan dipercaya, yang tidak berbicara dari hawa nafsu tentang sebuah perkara yang unik dikarenakan ia menyelisihi kebiasaan manusia. Beliau memberitakan bahwa seekor sapi berbicara kepada pemiliknya manakala dia menyalahi adat kebiasaan umum. Pengunggang itu menaiki punggungnya, dan sapi ini mengingkarinya karena dia menyelisihi sunnatullah pada dirinya. Nabi kita juga menyampaikan tentang seekor serigala yang berbicara kepada penggembala yang mengambil seekor domba darinya setelah ia hampir memangsanya.
Percaya kepada berita seperti ini adalah wajib, karena ia termasuk iman kepada yang ghaib di mana orang- orangnya dipuji oleh Allah. "Dan orang-orang yang beriman kepada yang ghaib." (QS. Al-Baqarah: 3). Dan yang dimaksud dengan perkara ghaib adalah perkara ghaib yang disampaikan oleh dalil shahih dari Allah dan Rasul-Nya.

NASH HADIS

Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah berkata, "Rasulullah shalat Subuh, kemudian beliau menghadap kepada orang-orang. Beliau bersabda, 'Seorang laki-laki menuntun seekor sapi, tiba-tiba menaikinya dan memukulnya. Sapi itu berkata, 'Kami tidak diciptakan untuk ini, tetapi kami diciptakan untuk membajak sawah.'
Maka orang-orang berkata, 'Subhanallah, seekor sapi berbicara.' Nabi bersabda, 'Sesungguhnya aku beriman kepadanya, begitu pula Abu Bakar dan Umar.' Padahal keduanya tidak ada di tempat."
Ketika seorang menggembala dombanya, tiba-tiba seekor serigala menyerang dan membawa lari seekor domba. Penggembala itu mengejarnya, sehingga seolah-olah dia menyelamatkannya darinya. Serigala itu berkata kepada penggembala, 'Kamu menyelamatkannya dariku. Lalu siapa yang menyelamatkannya pada hari datangnya binatang buas, pada hari itu tidak ada penggembala kecuali aku?' Orang-orang berkata, "Subhanallah, serigala berbicara." Nabi bersabda, "Aku beriman kepada hal ini, begitu pula Abu Bakar dan Umar." Padahal keduanya tidak ada di tempat.

TAKHRIJ HADIS

Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari di beberapa tempat dalam Shahih-nya yang paling komplit adalah riwayat dalam Kitab Ahadisil Anbiya’, 6/512, no. 3471. Diriwayatkan pula dalam Kitab Fadhoilus Shahabah, bab sabda Nabi, "Seandainya aku mengangkat seorang kekasih." (7/18, no. 2663). Diriwayatkan dalam Kitabul Hartsi wal Muzaroah, bab menggunakan sapi untuk membajak, 5/8, no. 2324. Bukhari menyebutkan dalam bab keutamaan Umar, Kitab Fadhoilus Shahabah tentang kisah serigala yang berbicara kepada penggembala (tanpa kisah sapi), 7/42, no. 3690.

PELAJARAN-PELAJARAN DAN FAEDAH-FAEDAH HADIS


  1. Anjuran memberi nasihat dengan peristiwa-peristiwa yang menunjukkan besarnya kodrat Allah. Rasulullah menyampaikan hadis ini kepada para sahabat setelah shalat Subuh.
  2. Boleh memberi nasihat ba’da Subuh.
  3. Keagungan kodrat Allah dalam makhluknya. Allah mampu mengajarkan hewan untuk berbicara dengan bahasa manusia.
  4. Seorang muslim harus mempercayai berita-berita yang disampaikan oleh Al-Qur'an atau hadis dengan sanad yang shahih kepada Rasulullah, walaupun berita-berita itu aneh. Dalam hal ini tidak ada perbedaan antara hadis mutawatir dan hadis ahad. Adapun kisah-kisah palsu, dusta dan hadisnya tidak shahih, maka tidak boleh diriwayatkannya kecuali untuk menjelaskan kelemahan dan kepalsuannya.
  5. Tidak boleh menggunakan hewan untuk sesuatu di mana Allah tidak menciptakannya untuk itu, seperti menggunakan kambing untuk membajak sawah atau sapi untuk ditunggangi dan membawa beban. Allah telah menciptakan binatang untuk menunaikan tugas yang sesuai dengan penciptaan dan kemampuannya.
  6. Keutamaan Abu Bakar dan Umar. Rasulullah telah menyampaikan bahwa iman keduanya begitu besar, keyakinan keduanya begitu kuat, pengetahuan keduanya terhadap besarnya kekuatan dan sempurnanya kodrat Allah begitu sempurna. Keduanya membenarkan apa yang disampaikan oleh Rasulullah tanpa maju-mundur, walaupun keduanya tidak hadir saat shalat Subuh tersebut. Dan biasanya keduanya tidak pernah tidak hadir kecuali jika keduanya sedang tidak berada di kota Madinah bergabung dengan pasukan yang diutus oleh Rasulullah atau mengemban tugas lain yang dibebankan oleh Rasulullah. Telah diketahui dari kehidupan Abu Bakar dan Umar bahwa kedua orang ini tidak pernah tertinggal shalat bersama Rasulullah jika keduanya sedang berada di dalam kota.