Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

ISIS, Mendengarnya Saja Malas, Apalagi Berharap

09 Aug 2014

Beberapa hari lalu, dunia dikejutkan dengan "berita burung" berdirinya khilafah islamiyah yang kemudian dikenal dengan ISIS. Banyak pemuda islam dan aktivis islam yang seakan mendapatkan hembusan angin surga. Sampai sampai sebagian pemuda berkata:
Mengapa Saudi Arabia tidak mau bergabung dengan ISIS?”
Namun, kini terbukti bahwa semua itu hanyalah "Mimpi di siang bolong". Alih alih berdiri khilafah islam yang menegakkan Islam dan memperjuangkan ummat islam, sekedar hidup berdampingan saja tidak. Ummat islam semakin menderita dengan kehadiran mereka. Darah ummat islam semakin deras mengalir membasahi bumi Allah.
Hari demi hari membuktikan bahwa mereka hanyalah antek atau budak musuh Allah. Mereka lebih bengis dalam membantai ummat islam, dan lebih berambisi untuk memerangi ummat islam dibanding kaum Yahudi dan nasrani.
Sejarah islam telah membuktikan bahwa musuh dalam selimut lebih besar kejahatannya dibanding kaum Yahudi dan Nasrani. Hajar Aswad dan sumur Zam Zam menjadi bukti sejarah betapa kejam dan bengis sekte Qaramithan -sempalan dari sekte Syiah- dalam membantai ummat islam. Hajar aswad mereka congkel hingga pecah menjadi beberapa belahan. Sumur Zam zam mereka jadikan sebagai tempat menguburka n jasad jasad jamaah haji yang mereka bantai di sekitar Ka'bah. Dan beribu ribu ummat Islam mereka bantai di padang Arafah. Kesucian Ka'bah, Zam zam, Padang Arafah dan juga Kota Makkah tidak menjadikan sekte Qaramithah takut atau paling kurang menunda kejahatannya. Kini kembali ummat Islam disuguhi tontonan dan berita mengerikan serupa pembantaian ummat Islam oleh kelompom yang mengaku sebagai ummat islam.
Perbuatan mereka membuktikan kebenaran sabda Rasulullah shallallah 'alaihi wa sallam bahwa salah satu indikasi sekte sesat "khawarij" ialah :

يقتلون أهل اﻹسلام ويدعون أهل اﻷوثان

Mereka sangat bernafsu untuk membunuh ummat Islam namun bermesraan/membiarkan para penyembah berhala.
Saudaraku, status ini bukan dalam rangka meratapi derita yang sedang melanda kita. Namun sekedar kata pengantar bagi satu pertanyaan saya kepada Anda,
Sampai kapan Anda berpangku tangan dan hanya bisa berkata, 'kemana bangsa Arab, atau Arab Saudi?”
Belumkah tiba saatnya bagi Anda dan tentunya juga saya untuk berkata,
Inilah saya dan inilah kontribusi saya.”
Bukankah Anda menyadari bahwa Islam ini bukan agama orang Arab saja, namun agama Anda juga?

Sumber : Ustadz Muhammad Arifin Badri