Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Sejarah ISIS

08 Aug 2014

1. Ideolog

Kemunculan ISIS tidak bisa dilepaskan dari nama Ahmad Fadhil Nazzal Al Khalaylah a.k.a Abu Mush'ab Az Zarqawi. Lahir tanggal 20 Oktober 1966 di daerah Ramzy, Sebuah pemukiman kumuh dan miskin di Kota Zarqa, Yordania. Sewaktu muda Az Zarqawi beberapa kali melakukan kenakalan remaja yang menyebabkan beliau dipenjara. Tapi ketika menginjak dewasa, Kenakalannya terarahkan kepada semangat jihad saat mengenal para jama'ah masjid Abdullah bin Abbas dan sering menginap di situ.
Suatu ketika di tahun 1980-an jihad Afghanistan berkobar, Dan dari Yordania serta negara-negara Arab lainnya menuju ke sana mudah saja. Maka tak menunggu lama, Berangkatlah Az Zarqawi menumpas pasukan negara adidaya Uni Soviet bersama ratusan ribu mujahidin lainnya.
Seperti biasa di medan jihad, asimilasi berjalan baik antara kelompok pendatang (Muhajirin) yang biasa disebut Afghanul Arab, Dengan kelompok pribumi (Anshar) yang biasa disebut Afghani. Selain antara pribumi dengan pendatang, Dengan sesama pendatang pun terjalin silaturahim serta keakraban. Maka mulanya di Afghan itulah pada tahun 1989 Az Zarqawi berkenalan dengan seorang guru spiritual serta penggagas strategi jihad global yang berperan besar dalam pergerakan jihad dunia, Yaitu Isham Al Burqawi a.k.a Abu Muhammad Al Maqdisi.
Selesai perang Afghan, Az Zarqawi kembali ke tanah kelahirannya, Yordania, membawa serta Al Maqdisi. Lalu melancarkan gerilya pengajian pendidikan tauhid serta penanaman fikrah-fikrah jihad di masjid-masjid serta majlis-majlis ta'lim. Selain itu mereka membentuk sebuah gerakan bernama Jama'ah Tauhid yang hanya seumur jagung sebab awal tahun 1994 beliau berdua dan banyak anggota Jama'ah Tauhid ditangkap aparat keamanan Yordania. Dijebloskan ke penjara gurun Sawaqah selama beberapa tahun.
Di penjara Sawaqah yang berisi sekira 6.000 tahanan, para anggota Jama'ah Tauhid dikumpulkan pada sebuah bangunan yang dinamakan Unit 6 yang berisi tahanan politik. Keunikan Unit 6 ini adalah tahanan dikelompokkan berdasarkan manhaj yang dianutnya sehingga mereka bisa mengembangkan pemikirannya.
Selain menjadi murid setia Al Maqdisi, Az Zarqawi memimpin seluruh tahanan dari berbagai manhaj. Latar belakang dan karakternya yang keras tanpa tedeng aling-aling membuatnya disegani para tahanan lain. Bahkan beliau terapkan pandangannya atas berbagai masalah baik di dalam maupun di luar penjara sebagai garis yang harus dipatuhi mutlak oleh seluruh tahanan lainnya. Sehingga dalam waktu singkat banyak tahanan menjadi pengikut setia dan fanatik Az Zarqawi.
Tahun 1999 Az Zarqawi mendapat amnesti penuh dari Raja Abdullah II yang baru menjabat tampuk kerajaan. Dari dua pilihan yang diberikan : Apakah akan hidup tenang dan tidak macam-macam, Atau segera meninggalkan Yordania, Az Zarqawi memilih pergi menuju Pakistan untuk selanjutnya kembali memasuki Afghanistan.
Afghanistan ketika itu dibawah bayang-bayang Thaliban dan Al Qaeda. Tapi tipikal Az Zarqawi yang merupakan versi mujahidin paling keras, Tidak suka gaya Al Qaeda dan Thaliban yang menurutnya terlalu lembek pada musuh. Bagi Az Zarqawi cara terbaik menghajar musuh dengan menyakitinya sekeras mungkin. Dengan berdarah-darah dan habis-habisan, Jangan sampai bangkit lagi sedikitpun!
Maka itu tawaran bergabung dengan Al Qaeda atau Thaliban ditolaknya dan memilih membangun sendiri kesatuan tempur yang dinamainya Jundusy Syam. Sebuah grup tempur kecil berisi sekira 80-100 orang tapi sangat ekstrem, Militan dan hebat. Dengan jago-jago tempur hasil seleksi tangan dingin Az Zarqawi sendiri. Tapi meski tidak sepakat dengan gaya Al Qaeda serta Thaliban, Jundusy Syam beberapa kali terlibat operasi bersama kedua kakak kelas jihadnya itu.
Suatu ketika pada akhir tahun 2001, Invasi Amerika menghantam camp pusat Az Zarqawi di daerah Herat, Afghanistan. Tapi Az Zarqawi alhamdulIllah bisa lolos dan pergi ke Kandahar. Salah satu basis terbesar dan utama Al Qaeda serta Thaliban. Disana Az Zarqawi bersama ribuan mujahidin lainnya berjibaku menghadapi gempuran hebat ribuan ton bom Amerika dan puluhan ribu koalisi anti Thaliban. Meski banyak yang syahid (InsyaAllah), Az Zarqawi dan para tokoh jihad seperti Usamah bin Laden alhamdulIllah berhasil lolos untuk ke sekian kalinya dari kepungan serta serangan dahsyat terakhir di daerah Tora Bora.
Setelah hancurnya Thaliban dan Al Qaeda di Afghanistan, Pilihan terbaik adalah meninggalkannya. Maka Az Zarqawi memilih Iran. Sebentar saja disana, Hanya untuk mengadakan pertemuan dengan sisa-sisa kelompoknya, Kemudian menetapkan pilihan akan menjadikan Irak sebagai medan jihad baru. Kuburan bagi Amerika yang ketika itu belum masuk.
Darimana Az Zarqawi tahu Amerika akan menerjang Irak? Itulah salah satu kelebihan Az Zarqawi yang patut diacungi jempol. Sumber intelijen dan instingnya masya Allah luarbiasa! Padahal Amerika baru memasuki Irak tahun 2003.
Dan Az Zarqawi sudah siap membalas sama kerasnya !

2. Medan jihad Irak

Tanggal 20 Maret 2003, Sekira 2 tahun setelah Az Zarqawi memasuki Irak dan membangun basis di daerah Sharghat serta Ghaisy Khan, Amerika datang semena-mena lalu menghajar Irak habis-habisan. Az Zarqawi yang telah mempersiapkan diri lahir batin kembali bertemu musuh bebuyutannya itu. Tapi kali ini persiapan beliau jauh lebih matang karena selain membangun grup tempur sendiri juga menjalin kemitraan strategis dengan banyak elemen perjuangan bersenjata di Irak seperti sebagian kelompok Kurdi yang menamakan dirinya Ansharul Islam, Suku-suku Irak, Serta grup-grup tempur lainnya. Termasuk diantara yang menjalin kesepakatan untuk tidak saling memerangi demi memfokuskan serangan pada Amerika adalah sebagian perwira Garda Republik Irak dan para petinggi partai Ba'ats. Berkekuatan sekira 25.000 milisi dibawah komandonya, Az Zarqawi siap balik menghabisi Amerika dan membalas tragedi Tora Bora!
Perlawanan habis-habisan masyarakat Irak dengan teriakan takbir dan bendera tauhid menarik perhatian Al Qaeda. Setelah hancur lebur di Afghanistan mereka tidak punya basis yang kuat lagi. Konsentrasi Al Qaeda terpecah di berbagai negara dan Thaliban sendiri tidak dapat ditarik keluar Afghanistan. Maka tak menunggu lama segera terjalin komunikasi intensif antara Al Qaeda – Az Zarqawi, rekan sejawatnya saat di Afghanistan itu. Untuk koalisi strategis membangun basis Al Qaeda yang baru serta membalas perbuatan Amerika pada Al Qaeda di Kandahar.
Melalui negoisasi yang alot tercapai kesepakatan bahwa Al Qaeda akan menyuplai milisi asing berpengalaman, senjata, serta dana ke Irak dan mendukung sepenuhnya Az Zarqawi. Tapi pucuk pimpinan operasi secara keseluruhan tetap Az Zarqawi yang saat itu masih belum mau berbaiat pada Al Qaeda. Walhasil operasi demi operasi berjalan sebagaimana biasa di medan jihad melawan pasukan Amerika dan sekutunya.
Saat itu kecuali para pengkhianat dan Syi'ah, seluruh masyarakat Irak berdiri satu barisan melawan Amerika. Kondisinya mirip seperti jihad Suriah saat ini di mana seluruh manusia yang masih mempunyai harga diri sebagai muslim melupakan perseteruan dan perbedaan manhaj. Yang paling menonjol dari sekian banyak grup perlawanan adalah Garda Republik Irak yang merupakan satuan elit Irak, serta mujahidin dibawah komando Az Zarqawi. Malah yang terakhir ini lebih banyak menarik simpati masyarakat karena sifat gerakannya yang keras terhadap musuh dan lebih terbuka daripada tentara resmi negara Irak.
Umum diketahui bahwa kelompok Syi'ah Irak adalah pengkhianat, Sebagaimana sejarah mereka yang selalu berkhianat bahkan kepada Nabi Muhammad ShallAllahu A'laihi Wasallam. Kelompok Syi'ah yang selama masa pemerintahan Saddam Hussein menjadi warga negara kelas dua bersama suku Kurdi, Mendapatkan momentum tepat mengambil alih kekuasaan. Maka banyak sekali kisah pengkhianatan kelompok Syi'ah terhadap bangsa Irak saat itu, Bukan saja ketika fase perlawanan sipil, Tapi juga sejak awal masuknya Amerika ke Irak, Kelompok Syi'ah lah yang pertama kali mendukung mereka baik terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi. Ibarat kata ada pintu masuk ke Irak, Syi'ah lah yang membukakan gerbangnya untuk Amerika !
Pengkhianatan demi pengkhianatan Syi'ah terhadap perjuangan kaum muslimin Irak menimbulkan luka pahit yang menjadikan trauma sampai saat ini. Melenceng sedikit dari catatan sejarah umum, Dua kawan saya asal Irak, sesama bani Tamim, Baku bunuh karena sebab perbedaan Syi'ah - Muslim ini. Kisah tersebut dan ribuan kisah lainnya menjadi catatan penting perubahan pola perjuangan Az Zarqawi pasca tumbangnya Saddam, Dari yang tadinya hanya memerangi Amerika, Menjadi memerangi Syi'ah juga, bahkan lebih keras daripada memerangi Amerika.
Sekilas kembali ke belakang. Az Zarqawi, sejak awal ketibaannya kembali di Afghanistan pasca dibebaskan dari tahanan Yordania, telah memiliki beberapa perbedaan pendapat dengan tokoh-tokoh dan ideolog Al Qaeda seperti Usamah bin Laden serta Ayman Az Zawahiri. Utamanya dalam masalah Al Wala wal Bara'. Yang membuat beliau berbeda pemahaman tentang masalah takfir dan murji'ah. Pandangannya tersebut tetap dibawanya hingga ke Irak. Dan di kemudian hari membuat silang sengketa yang cukup keras antara beliau sebagai komandan Al Qaeda Irak dengan pucuk pimpinan serta ideolog Al Qaeda pusat dalam menyikapi Syi'ah serta strategi besar Al Qaeda terkait Irak dan seluruh dunia, yang mana Al Qaeda berpendapat bahwa memerangi Amerika adalah tujuan utama sedangkan memerangi Syi'ah diakhirkan sampai Amerika dapat dikalahkan. Sedangkan Az Zarqawi berpendapat sebaliknya, bahwa karena Syi'ah lah yang menyokong Amerika di Irak, maka menghancurkan keduanya harus sejalan, bahkan karena membunuh Syi'ah lebih mudah daripada membunuh Amerika, debisa mungkin habisi Syi'ah sebanyak-banyaknya untuk melemahkan kekuatan mereka.
Ketika Saddam jatuh dan pasukan Garda Republik secara resmi bubar, banyak dari mereka kemudian bergabung dibawah komando Az Zarqawi. Bertambahnya pasukan tentu menambah kekuatan tapi juga menambah kerepotan, Utamanya karena banyak dari akar rumput pasukan dan beberapa komandan lapangan bukanlah muslim yang kokoh Islamnya. Banyak juga dari mereka membawa konflik pribadinya dengan Syi'ah karena semasa di Garda Republik dulu merupakan pasukan utama dalam membantai Syi'ah. Bergabung dengan Az Zarqawi selain mendapat keamanan kelompok juga bisa melampiaskan dendam kesumat terhadap Syi'ah, Sebab pokok-pokok kebencian pribadi mereka terhadap Syi'ah bersesuaian dengan pandangan Az Zarqawi yang mengkafirkan seluruh Syi'ah secara mutlak dan menghalalkan darahnya, baik pasukan, wanita, orang tua atau remaja!

3. Berselisih Paham dengan Al Qaeda Pusat dan Mulai Menghajar Syi'ah

Bulan pertama membangun camp di daerah Herat, Az Zarqawi langsung mendirikan sebuah struktur pemerintahan yang lengkap bahkan ketika penghuni camp belum genap 20 orang! Didasari pemikiran yang jauh ke depan beliau memperkirakan camp akan dibanjiri ratusan hingga ribuan orang sehingga harus sedini mungkin dibentuk semacam struktur pemerintahan untuk melayani masyarakat penghuni camp. Di sinilah terdapat benang merah, Kesesuaian antara cita-cita dan misi Az Zarqawi yang visioner dengan aksi-aksi revolusioner ISIS saat ini, seperti proklamasi Daulah Islamiyah Irak dan Syam atau bahkan Kekhilafahan tanpa mempedulikan kalau mereka masih bayi.
Kenapa disebut visioner? Karena pada era tersebut bahkan para pendiri Al Qaeda baru sebatas membentuk struktur komando militer, bukan struktur pemerintahan! Al Qaeda masih mempercayakan pemerintahan Thaliban sebagai sebuah cikal bakal khilafah. Dan sebagaimana kita ketahui bersama, Salah satu masalah yang menyebabkan pertentangan keras Al Qaeda dengan ISIS adalah deklarasi Daulah/Khilafah yang prematur menurut Al Qaeda.
Lalu kenapa bisa tindakan ISIS serupa dengan tindakan Az Zarqawi? Memangnya Az Zarqawi yang secara formal mendirikan ISIS? Bukannya ISIS baru berdiri setelah beliau syahid (InsyaAllah)?
Az Zarqawi yang dulu tidak banyak bicara kemudian berubah menjadi lebih aktif dan agresif menyatakan pendapatnya, menyampaikan ide-idenya, bahkan menegaskan hanya 2 bulan camp Herat dirikan beliau berhasil membentuk MINIATUR MASYARAKAT ISLAMI di situ dengan anggota dari belasan negara. Visi misi Az Zarqawi mengenai sebuah negara Islam ideal semakin mengkristal dan detail. Beliaupun tidak merasa perlu berdiskusi dengan para pemimpin Al Qaeda seperti Usamah bin Laden atau Ayman Az Zawahiri yang mengajaknya bekerjasama mengadakan camp Herat. Menurutnya di manapun ada sebuah komunitas kaum muslimin maka di situ bisa dibentuk pemerintahan Islam meski berbentuk miniatur dan serba terbatas. Hal ini serupa dengan ide-ide ISIS saat ini yang meski serba terbatas tetap nekat mendeklarasikan Khilafah Islamiyah.
Sejak mula mendiami camp Herat Az Zarqawi menjalin hubungan dengan Ansharul Islam, sebuah grup mujahidin suku Kurdi yang mendiami wilayah Irak bagian Utara. Di camp Herat ini pula Az Zarqawi terpengaruh sejarah kepahlawanan Nuruddin Zanki dan Shalahuddin Al Ayyubi yang berangkat dari Mosul, Irak, untuk kemudian menguasai Masjidil Aqsha dan dunia. Maka tertanamlah cita-cita untuk pindah ke Irak yang kemudian diwujudkannya setelah Thaliban bubar.
Salah satu kelebihan Az Zarqawi yang patut ditiru dan telah dilakukan sejak mendirikan miniatur masyarakat Islam di camp Herat adalah menjalin hubungan kekeluargaan antar anggota camp. Beliau menikahi putri seorang tangan kanannya seperti RasulUllah menikahi putri Abu Bakar, dan beliau menganjurkan para anggotanya saling menikahkan putra-putrinya meski usia mereka terpaut jauh. Tujuannya agar hubungan antar anggota camp lebih kuat lagi setelah terikat sebagai saudara seagama, seperjuangan, dan kini melalui lembaga pernikahan yang sakral.
Strategi Az Zarqawi tersebut dibawanya ke Irak dan dilanjutkan oleh para anggota ISIS hingga hari ini.
Dua tahun pasca berdirinya camp Herat, Az Zarqawi mengirim beberapa utusan ke Turki dan Jerman untuk meluaskan sumber pendanaan dan rekrutmen serdadu. Dan sebagaimana kita ketahui sangat banyak masyarakat kedua negara tersebut yang menjadi serdadu ISIS saat ini.
Tak berapa lama setelah Az Zarqawi meluaskan pengaruhnya ke berbagai negara di dunia, Amerika datang di akhir tahun 2001 lalu menyerang Herat gila-gilaan. Mereka dibantu milisi Syi'ah dan serdadu anti Thaliban lainnya yang terus menghajar camp Herat sampai hancur! Pertahanan camp diadakan oleh tiga faksi : Al Qaeda, Thaliban serta jama'ah Az Zarqawi yang terdiri dari para mujahidin terbaik. Tapi karena pertimbangan strategi dan berbagai sebab lainnya mereka terpaksa mundur ke Kandahar sebelum akhirnya hancur sama sekali dan Thaliban membubarkan pemerintahannya, Al Qaeda menyebarkan anggota ke seluruh dunia, serta Az Zarqawi eksodus ke Irak, membangun basis barunya di sana.


Sumber : Fathi Yazid dkk