Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Budaya Jadi Agama atau Agama Jadi Budaya?

02 Aug 2014

Sobat! Menurut Anda, manakah yang lebih baik: menjadikan budaya sebagai agama atau menjadikan agama sebagai budaya?

Mungkin bagi banyak orang, membudayakan agama lebih baik dibanding menjadikan budaya sebagai agama. Menjadikan budaya sebagai agama sama saja membuat agama baru. 

Menjadikan agama sebagai budaya berarti agama telah menjadi rutinitas dan dibubuhi nilai nilai seni dan "kearifan" lokal. Dengan demikian, terwujudlah keunikan praktek beragama selaras dengan keunikan budaya lokal. Karena itu muncullah sebutan Islam Jawa, Islam Sumatra, Islam Arab, Islam Cina dan lainnya.


Puasa adalah momentum tepat bagi anda untuk dapat membedakan antara kedua perilaku di atas dan selanjutnya memilih sikap yang tepat.

Anda berhenti makan ketika telah terbit fajar bukan karena budaya atau kebiasaan, namun karena menjalankan perintah Allah dan meneladani Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Sebagaimana
Anda makan di saat telah terbenam matahari bukan karena tidak katahuan, namun juga karena menjalankan perintah Allah Azza wa Jalla dan meneladani Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

Selanjutnya setelah
Anda terbiasa berpuasa sebulan penuh, Anda menghentikan kebiasaan tersebut bukan karena telah lelah berpuasa, namun karena menjalankan perintah. Bila bulan sabit Syawwal telah terbit Anda berhenti berpuasa walaupun Anda telah terbiasa dengan puasa. Hanya ada satu alasan Anda menghentikan puasa yang telah terbiasa Anda lakukan, yaitu dalam rangka patuh dan tunduk kepada syariat Allah dan Rasul-Nya.

Demikianlah semangat ibadah puasa bila telah menyatu dengan jiwa
Anda, Anda berbuat karena perintah dan izin Allah dan Anda meninggalkan juga hanya karena perintah Allah Azza wa Jalla semata.

Andai semangat ini berhasil
Anda aplikasikan dalam setiap aspek kehidupan Anda, maka sungguh Anda telah berhasil menjadi muslim sejati dan hamba Allah yang sebenarnya. Semua urusan sepenuhnya anda serahkan kepada Allah Azza wa Jalla.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

Wahai orang orang yang beriman, masukkan kalian semua ke dalam agama Islam secara Kaafah/ menyeluruh, dan janganlah kalian mengikuti langkah langkah setan, sejatinya setan itu adalah musuh kalian yang nyata. (Al Qur'an surahAl Baqarah : 208).

Sumber : Ustadz Muhammad Arifin Badri

Fakta, kita hidup di negara rawan bencana. Dan hari ini kita saksikan berbagai bencana telah melanda. Hanya ada dua pilihan: menyerah pada kenyataan atau maju mengambil peran dalam kesiagaan. Dukung dan bergabung bersama kami dalam gerakan ‪‎INDONESIA SIAGA‬ ! Salurkan Donasi Kemanusiaan Anda melalui Lazis Muhammadiyah BCA No. 8780 171 171 MANDIRI No. 123 00 99 00 8999 BNI SYARIAH No. 00 915 39 444 BRI SYARIAH No. 2020 191 222

Like Facebook Laskar Informasi | Follow Twitter Laskar Informasi