Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Taysirul Allam Syarah Umdatil Ahkam Makna Hadits No. 8

26 Jul 2014

Kitab Thaharah

Hadits ke-8


Dari Amr bin Yahya Al Mazini, dari ayahnya, ia berkata, “Aku berada di dekat Amru bin Abi Hasan saat bertanya kepada Abdullah bin Zaid terkait wudhu Nabi shallallahu alaihi wasallam, ia lalu meminta baskom1 berisi air. Ia kemudian berwudhu untuk (memberi contoh) mereka seperti wudhu Nabi shallallahu alaihi wasallam. Ia kemudian memiringkan baskom itu lalu mengusap tangannya sebanyak 3 kali. Setelah itu ia memasukkan tangan ke dalam baskom, kemudian berkumur, memasukkan air ke hidung lalu ia keluarkan sebanyak 3 kali dengan 3 kali cidukan. Setelah itu ia memasukkan tangan ke dalam baskom, ia lalu mengusap wajah sebanyak 3 kali. Setelah itu ia memasukkan kedua tangannya lalu ia basuh sebanyak 2 hingga sampai siku. Lalu ia memasukkan kedua tangan kemudian ia usapkan ke kepala dari depan ke belakang sebanyak 1 kali, setelah itu ia membasuh kedua kaki.”2
Riwayat lain menyebutkan, “Ia memulai dari bagian depan kepala lalu ia usapkan kedua (tangan) hiingga ke tengkuk, lalu ia kembalikan ke tempat semula lagi.”
Riwayat lain menyebutkan, “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam datang kepada kami, kami kemudian mengeluarkan air dalam baskom perunggu untuk beliau.”3

Makna Global

Makna hadits ini bisa diketahui melalui penjelasan hadits Utsman sebelumnya (hadits ke-7 – red), karena sama-sama menyebut tata cara wudhu Nabi shallallahu alaihi wasallam. Hanya saja, dalam hadits ini disebutkan sejumlah faidah yang tidak terdapat pada hadits sebelumnya. Di antaranya:
  1. Hadits ini secara tegas menunjukkan, berkumur dan menghirup air ke dalam hidung dilakukan sebanyak 3 kali dengan 3 kali cidukan air.
  2. Hadits sebelumnya menyebutkan, membasuh kedua tangan dilakukan sebanyak 3 kali, sementara hadits ini hanya menyebut 2 kali.
  3. Kata-kata “Setelah itu ia memasukkan tangan ke dalam baskom, ia lalu mengusap wajah sebanyak 3 kali,” tangan dalam riwayatini disebut dalam bentuk tunggal, seperti disebut dalam riwayat Muslim dan sebagian besar riwayat Al Bukhari. An Nawai setelah menyebut hadits-hadits kedua riwayat ini menyatakan, “Ini menunjukkan hal tersebut sunnah. Hanya saja, menurut pendapat masyhur yang dipastikan kalangan jumhur, yang dianjurkan adalah menciduk air dengan kedua tangan untuk dibasuhkan ke wajah, karena ini lebih mudah dan lebih menyeluruh.
  4. Dalam hadits sebelumnya disebutkan, “Kemudian ia mengusap kepala.” Kalimat bisa ditakwilkan sbagian kepala saja, seperti halnya ayat, “Dan sapulah kepalamu” (Al Qur'an surah Al Maidah:6). Sementara hadits ini secara tegasmenyebut mengusap seluruh kepala dan menjelaskan tata caranya. Syariat seperti yang diketahui, saling menjelaskan satu sama lain. Dengan demikian, hadits ini menunjukkan seluruh kepala wajib diusap, seperti yang telah disebutkan sebelumnya.
  5. Dua hadits sebelumnya menyebutkan, berkumur dan memasukkan air ke dalam hidung menggunakan satu tangan saja, sementara dalam hadits ini menyebutkan si perawi memasukkan dua tangan lalu dibasuh dan mengusap kepala dengan kedua tangan, dari depan ke belakang satu kali. Abu Dawud menyataakan, “Seluruh hadits-hadits shahih menunjukkan, mengusap kepala dilakukan sekali saja.” Ibnu Mundzir mengatakan, “Yang shahih dari Nabi shallallahualaihi wasallam terkait mengusap kepala adalah dilakukan satu kali.”
  6. Hadits sebelumnya secara tegas menyebut pembasuhan kedua kaki, sementara dalam hadits ini tidak disebutkan, padahal membasuh kaki termasuk kewajiban yang disepakati, dengan demikian meski tidak disebut di sini bukan berarti kaki tidak wajib dibasuh.
  7. Dari hadits ini bisa disimpulkan,boleh membasuh bagian-bagian wudhu dengan jumlah basuhan berbeda, namun membasuh sebanyak 3 kali adalah tata cara yang sempurna, kurang dari itu juga sah, seperti disebutkan dalam hadits-hadits shahih.
  8. Ulama berbeda pendapat dari mana usapan kepala dimulai. Menurut Ibnu Daqiq Al Id dan Shan'ani dimulai dari bagian depan kepala hingga bagian belakang. Sebagian memahami kata-kata “Beliau kemudian mengusapkan kedua tangan dari depan ke belakang” bahwa mengusap kepala dimulai dari belakang ke depan, setelah itu kedua tangan dikembalikan lagi ke bagian tengkuk.
1 Zarkasy, menyatakan, “Kata 'baskom' tidak terdapat dalam riwayat-riwayat Al Bukhari, hanya disbeutkan dalam riwayat-riwayat Muslim secara khusus.” Pernyataan Zarkasy ini keliru arena riwayat Al Bukhari dalam kitab shahih dari hadits Abdullah bin Zaid menyebut 'baskom', tepatnya dalam bab membasuh kedua kaki hingga mata kaki. Shan'ani mengatakan, “Saya mencermati riwayat Muslim untuk hadits ini, dan saya tidak menemukan kata 'baskom.”
2 Al Bukhari, hadits no. 185, Muslim, hadits no. 253.
3 Muttafaq alaih. At Taur adalah wadah mirip baskom.

Fakta, kita hidup di negara rawan bencana. Dan hari ini kita saksikan berbagai bencana telah melanda. Hanya ada dua pilihan: menyerah pada kenyataan atau maju mengambil peran dalam kesiagaan. Dukung dan bergabung bersama kami dalam gerakan ‪‎INDONESIA SIAGA‬ ! Salurkan Donasi Kemanusiaan Anda melalui Lazis Muhammadiyah BCA No. 8780 171 171 MANDIRI No. 123 00 99 00 8999 BNI SYARIAH No. 00 915 39 444 BRI SYARIAH No. 2020 191 222

Like Facebook Laskar Informasi | Follow Twitter Laskar Informasi