Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Tuntunan Shiyam

16 Jun 2014

1.Pengertian Shiyam (Puasa)

a. Shiyam menurut bahasa: menahan diri dari sesuatu.
b. Shiyam menurut istilah: menahan diri dari makan, minum, hubungan seksual suami isteri dan segala yang membatalkan sejak dari terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat karena Allah. Dasar keharusan niat berpuasa karena Allah:
1) Firman Allah subhanahu wata'ala: Artinya: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus ...” [Al Qur'an surah AlBayyinah (98): 5].
2) Hadits Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam:

Artinya: “Dari Umar radhiyallahu anhu (diriwayat kan) bahwa Rasulullah shallallhu alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya semua perbuatan ibadah harus dengan niat, dan setiap orang tergantung kepada niatnya ...” [Ditakhrijkan oleh Al Bukhari, Kitab Iman].
Artinya: “Dari Hafshah Ummul Mu’minin radhiyallahu anhu (diriwayatkan bahwa) Nabi bersabda: Barangsiapa tidak berniat puasa di malam hari sebelum fajar, maka tidak sah puasanya.” [Ditakhrijkan oleh Al Khamsah, lihat Ash Shan‘aniy, II, 153].

2. Jumlah Hari Shiyam (Puasa)

a. Shiyam dimulai pada tanggal 1 bulan Ramadhan dan diakhiri pada tanggal terakhir bulan Ramadhan (29 hari atau 30 hari, tergantung pada kondisi bulan tersebut). Untuk itu, maka harus mengetahui awal bulan Ramadhan.
b. Dasar keharusan mengetahui awal bulan Ramadhan:
1) Firman Allah Shubhanahu wata'ala
Artinya: “Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu).” [Al Qur'an surah Yunus (10): 5]
2) Hadits Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam :
Artinya: “Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Puasalah karena melihat hilal dan berbukalah karena melihatnya, apabila kamu terhalang penglihatanmu oleh awan, maka sempurnakanlah bilangan bulan Sya’ban tiga puluh hari.” [Hadits riwayat Bukhari, dan Muslim].
3) Hadits Nabi Muhammad shallallahu alahi wasallam
Artinya: “Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Datanglah seorang Badui kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam seraya katanya: Saya telah melihat hilal. Beliau bersabda: Maukah kamu bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah? Ia berkata: Ya. Nabi bersabda: Maukah kamu bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah? Ia berkata: Ya. Bersabdalah Nabi : Hai Bilal, umumkanlah kepada semua orang supaya mereka besok berpuasa.” [Hadits riwayat. Ibnu Hibban, Ad Daruquthni, Al Baihaqi, dan Al Hakim].
4) Hadits Nabi Muhammad shallalhu alaihi wasallam
Artinya: “Dari Ibnu Umar radhiyallahu anhu dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam (diriwayatkan bahwa) beliau bersabda: Bila kamu melihatnya (hilal) maka berpuasalah, dan bila kamu melihatnya maka berbukalah (berlebaranlah). Dan jika penglihatanmu tertutup oleh awan maka kira-kirakanlah bulan itu.” [Hadits riwayat Asy Syaikhani, An Nasa’i, dan Ibnu Majah].

Selengkapnya di Tuntunan Ibadah Ramadhan

Fakta, kita hidup di negara rawan bencana. Dan hari ini kita saksikan berbagai bencana telah melanda. Hanya ada dua pilihan: menyerah pada kenyataan atau maju mengambil peran dalam kesiagaan. Dukung dan bergabung bersama kami dalam gerakan ‪‎INDONESIA SIAGA‬ ! Salurkan Donasi Kemanusiaan Anda melalui Lazis Muhammadiyah BCA No. 8780 171 171 MANDIRI No. 123 00 99 00 8999 BNI SYARIAH No. 00 915 39 444 BRI SYARIAH No. 2020 191 222

Like Facebook Laskar Informasi | Follow Twitter Laskar Informasi