Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Orang Cerdas dan Orang Telat Cerdas

23 Apr 2014

Sobat, nenek moyang kita menggambarkan orang yang cerdas nan sigap dengan pepatah: "sedia payung sebelum hujan". Sungguh benar, betapa Antisipasi yang tepat pada waktu yang tepat dalam setiap masalah benar benar mencerminkan kercerdikan.

Beda dengan orang yang hanya bisa membeo dan mengekor, biasanya mereka bertindak disaat semuanya telah terlanjur, sehingga tidak dapat dihindari lagi.

Setelah hujan turun, atau mulai rintik-rintik, mereka baru kalang kabut mencari payung atau minimal mencari tempat berteduh. Untung bila berhasil mendapatkan payung,namun bila tidak, tentu saja mereka menjadi basah kuyup.


Petuah nenek moyang di atas sejatinya juga telah diajarkan oleh para ulama' terdahulu. Dalam referensi fiqih fiqih klasik telah ditemukan kaedah :

سد الذريعة

Anjuran Menutup segala celah terjadinya kerusakan sebelum kerusakan tersebut benar benar menjadi kenyataan.

Sebagai contoh kongkritnya, wanita dianjurkan menutup auratnya dengan rapi, walaupun belum ada lelaki hidung belang yang bermata jelalatan. Karena bila telah terlanjur berada di hadapan lelaki hidung belang sedangkan
Anda baru menyadari pentingnya jilbab yang benar, maka sering kali kurang berguna, paling kurang Anda perlu perjuangan keras untuk menyelamatkan diri dari gangguan dan ulahnya.

Para orang tua diperintahkan untuk menjaga anak gadisnya agar tidak berduaan/ pacaran dengan lelaki yang belum halal baginya, walaupun belum ada hasrat untuk berzina, bahkan belum saling kenal. Karena bila terlanjur saling kenal,saling cinta apalagi ada indikasi telah berkobar hasrat untuk berzina (mabok cinta) maka walaupun anak gadis itu dipingit oleh orang tuanya, ia akan kabur dari rumah demi menemui lelaki hidung belang pujaan hatinya dan menyerahkan kehormatan dirinya.

Anda diharamkan untuk berjudi karena judi berpotensi menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara ummat manusia. Namun betapa terlambatnya diri
Anda bila menyadari bahaya judi dan baru mencari cara untuk meninggalkannya setelah api permusuhan dan kebencian mulai terpercik, dan menyengat kulit Anda.

Demikian seterusnya dalam banyak masalah, kaedah di atas berlaku. Karena itu sobat, jadilah orang cerdas dan bukan orang yang telat cerdas,karena orang yang telat cerdas sering kali menjadi korban dan susah untuk menghindari ancaman.

Orang yang telat cerdas biasanya baru menyadari adanya ancaman dan terbuka mata setelah ancaman benar benar berada di depan mata bahkan mulai merasakan percikan api petakanya.

Sumber : Ustadz Muhammad Arifin Badri

Fakta, kita hidup di negara rawan bencana. Dan hari ini kita saksikan berbagai bencana telah melanda. Hanya ada dua pilihan: menyerah pada kenyataan atau maju mengambil peran dalam kesiagaan. Dukung dan bergabung bersama kami dalam gerakan ‪‎INDONESIA SIAGA‬ ! Salurkan Donasi Kemanusiaan Anda melalui Lazis Muhammadiyah BCA No. 8780 171 171 MANDIRI No. 123 00 99 00 8999 BNI SYARIAH No. 00 915 39 444 BRI SYARIAH No. 2020 191 222

Like Facebook Laskar Informasi | Follow Twitter Laskar Informasi