Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Sejarah Penulisan Bibel (1)

19 Apr 2014

PRAKATA

Salah satu iman umat Islam adalah iman terhadap kitab para nabi, terutama Taurat, Zabur, Injul dan Al Qur'an. Terhadap Al Qur'an umat Islam sudak tidak asing lagi karena hampir setiap hari dibaca. Tetapi terhadap kitab sebelumnya banyak yang belum mengetahui, asal-usul, bentuk dan isinya. Mereka hanya mengira-ngira sesuai yang diceritakan dalam Al Qur'an dan para ustadznya.

Terhadap kitab terdahulu Rasulullah bersabda bahwa jangan kamu terima seluruhnya dan jangan kamu ingkari seluruhnya karena di dalamnya masih ada kebenaran. Kitab terdahulu yang sekarang biasa disebut Bibel, Alkitab, Perjanjuan lama/Perjanjian baru yang masih ada pada umat Kristen sudah banyak campur tangan manusia (Qs.2:79).


Tetapi ajaran tauhid, umat Kristen sudah banyak yang mengingkarinya. Untuk memelihara ajaran Allah, maka Allah menurunkan Al Qur'an untuk menguji, pembeda dan menjelaskan hukum (Qs.2:185;5:48;10:37). Akibat ketidaktahuan terhadap kitab terdahulu umat Islam tidak bisa menerangkan dan berjihad dengan Al Qur'an kepada umat Kristen (Qs.16: 44;25:52 ).

Sehingga perintah untuk memperingatkan kepada umatKristen bahwa Allah itu Esa, tidak beranak dan tidak diperanakkan jarang dikerjakan (Qs.18:4; 112:1-4).

SEJARAH

Lebih dari berabad-abad yang lalu ketika Bibel mulai ditulis, Israel hanya satu bangsa yang kecil di antara sekian banyak bangsa di Timur Tengah. Yehuwa adalah allah mereka, sedangkan bangsa-bangsa di sekitarnya memiliki bermacam-macam dewa dan dewi yang membingungkan. Selama masa itu,Israel bukanlah satu-satunya umat yang menghasilkan kesusastraan keagamaan. Bangsa-bangsa lain juga menghasilkan karya tulis yang menguraikan agama mereka serta nilai-nilai kebangsaan mereka. Misalnya legenda daerah Mesopotamia dan syair kepahlawanan yang ditulis dalam bahasa Ugarit yang digunakan di daerah yang dewasa ini adalah Suriah.

Kumpulan kesusastraan pada zaman itu juga mencakup berbagai karya himpunan petunjuk dan nubuat dalam bahasa Mesir, nyanyian-nyanyian yang ditujukan kepada berbagai ilah di Samaria dan karya-karya ramalan di Akadia.

Namun semua karya tulis di Timur Tengah ini mengalami nasib sama. Semuanya sudah dilupakan, bahkan bahasa-bahasa yang digunakan untuk menulisnya sudah punah. Baru pada tahun-tahun belakangan ini para arkeolog mengetahui keberadaan karya-karya ini dan menemukan cara membacanya. Sebaliknya, tulisan-tulisan pertama dari Bibel tetap masih ada sampai zaman sekarang dan masih dibaca secara luas.

Adakalanya para sarjana menyatakan bahwa buku-buku Ibrani di dalam Bibel melalui cara tertentu telah diambil dari karya-karya kesusastraan kuno tadi. Tetapi fakta bahwa begitu banyak dari kesusastraan tersebut telah terlupakan padahal Bibel Ibrani masih tetap bertahan, menunjukkan bahwa Bibel adalah buku yang sangat berbeda.

Terpeliharanya bibel bukanlah suatu hasil yang telah diperkirakan sebelumnya. Masyarakat yang menulisnya telah menderita percobaan yang begitu hebat dan penindasan yang begitu kejam sehingga terrpeliharanya buku itu sampai ke zaman sekarang benar-benar luar biasa.

Pada tahun-tahun sebelum Yesus, umat Yahudi yang telah memproduksi Bibel Ibrani (Perjanjian Lama) adalah bangsa yang relatif kecil. Mereka hidup menantang bahaya di tengah-tengah negara-negara yang kuat yang satu sama lain saling mendorong untuk mengejar keunggulan.

Bangsa israel harus berjuang mempertahankan extensinya melawan sederetan bangsa seperti orang Filistin, Moab, Amon, Edom. Pada suatuketika umat Ibrani pecah menjadi dua kerajaan, kerajaan Asyur yang kejam praktis memunahkan kerajaan utara, sedangkan orang Babel menghancurkan kerajaan di selatan dan membawa orang-orangnya.

Bahkan ada beberapa laporan mengenai upaya pemusnahan seluruh bangsa Israel. Lama berselang pada zaman Musa, Fir'aun memerintahkan agar semua bayi laki-laki bangsa ini dibunuh. Andaikata perintahnya dilaksanakan bangsa Ibrani tentu sudah lama punah (Keluaran 1-15-22 ). Bertahun-tahun setelah itu pada waktu orang Yahudi jatuh ke bawah kekuasaan Persia, musuh-musuh mereka berkomplot agar sebuah undang-undang dikeluarkan untuk membinasakan mereka (Ester 3:1-15). Gagalnya persekongkolan ini masih dirayakan orang Yahudi pada hari Raya Purim.

Pada waktu orang Yahudi ditaklukkan bangsa Suriah, Raja Antiokhus IV berupaya keras agar umat itu menganut Helenisme, memaksa mereka mengikuti adat Yunani dan menyembah dewa-dewa Yunani. Ia juga gagal. Sebaliknya dari punah atau berasimilasi bangsa Yahudi tetap bertahan sedangkan kebanyakan kelompok bangsa di sekitar mereka satu persatu menghilang dari panggung dunia. Dan kitab Bibel Ibrani tetap terpelihara bersama mereka.

Umat Nasrani yang menghasilkan bagian kedua dari Bibel (Perjanjian Baru) juga merupakan kelompok yang tertindas. Pemimpin mereka"Yesus" dibunuh seperti penjahat biasa. Pada masa-masa awal setelah kematiannya, kalangan penguasa Yahudi di Palestina berupaya menindas mereka.Ketika Nasrani meyebar ke negeri-negeri lain orang-orang Yahudi mengejar mereka dalam upaya menghalangi pekerjaan penginjilan mereka (Kisah Rasul 5:27, 28;7:58-60 ; 11:19-21; 13:45; 14:19; 18:5-6 )

Pada zaman kaisar Nero sikap kalangan penguasa Roma yang mula-mula toleran menjadi berubah. Tacitus menceritakan mengenai "Penganiayaan hebat" yang ditimpakan oleh kaisar yang kejam ini ke atas umat Nasrani.

Dan mulai saat itu menjadi umat Nasrani merupakan pelanggaran hukum yang dapat dikenakan hukuman mati. Pada tahun 303 M Kaisar Diokletian secara langsung melawan Bibel. Dalam upaya untuk melenyapkan agama Nasrani ia memerintahkan agar semua Bibel dibakar habis. Semua penindasan dan pemunahan bangsa ini merupakan ancaman yang serius terhadap terpeliharanya Bibel.

Seandainya orang Yahudi mengalami nasib seperti orang Filistin dan Moab atau seandainya upaya untuk melenyapkan agama Nasrani, mula-mula oleh kalangan penguasa Yahudi dan kemudian penguasa Roma berhasil, siapakah yang akan menulis dan memelihara Bibel? (Matius 24 : 9-10). Orang-orang Yahudi Nasrani tidak disapu bersih, sehingga Bebel dapat terpelihara.Namun demikian ada ancaman lain yang serius, jika bukan terhadap terpeliharanya Bibel melainkan terhadap keasliannya.

Sumber : Ustadz Kodiran Salim

Fakta, kita hidup di negara rawan bencana. Dan hari ini kita saksikan berbagai bencana telah melanda. Hanya ada dua pilihan: menyerah pada kenyataan atau maju mengambil peran dalam kesiagaan. Dukung dan bergabung bersama kami dalam gerakan ‪‎INDONESIA SIAGA‬ ! Salurkan Donasi Kemanusiaan Anda melalui Lazis Muhammadiyah BCA No. 8780 171 171 MANDIRI No. 123 00 99 00 8999 BNI SYARIAH No. 00 915 39 444 BRI SYARIAH No. 2020 191 222

Like Facebook Laskar Informasi | Follow Twitter Laskar Informasi