Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Pentingnya Belajar Kristologi

17 Apr 2014

SEPUTAR KRISTOLOGI DAN ISLAMOLOGI

Diantara berbagai ilmu yang ada dan kita kenal, terdapat ilmu khusus yang  mempelajari masalah agama:
  • Di lingkungan Kristen dinamakan Kristologi, yang dipelajari dan dimiliki oleh orang-orang Kristen.
  • Di lingkungan Islam dinamakan Islamologi,yang dipelajari dan dimiliki oleh orang-orang Islam.
Namun dalam kenyataannya tidak jarang pula terjadi :
  • Orang Kristen mempelajari Islamologi, dan
  • Orang Islam mempelajari Kristologi.
Yang tentunya masing-masing pihak mempunyai tujuan dan harapan tersendiri. Bahkan dikalangan Kristen,Sekolah Tinggi Teologi mempelajari Islamologi sampai 40 SKS sebagai tambahan pengetahuan bagi para Pendeta dan Penginjil, seperti di SekolahTinggi Teologi Apostolos dan Kalimatullah.

Sementara di kalangan Islam, nyaris belum ada yang mempelajari Kristologi yang tentunya sangat diperlukan dalam usaha membentengi iman Islam umatnya dari usaha pihak lain (Kristen ) untuk  memurtadkan umat Islam.
Padahal sudah teramat jelas bahwa Nabi Muhammad saw adalah diutus untuk membawa kabar gembira dan memberi peringatan kepada seluruh umat manusia(Qs 2: 119; 25:1; 68:52 ).

CATATAN KHUSUS TENTANG KRISTOLOGI DIKALANGAN UMAT ISLAM

Masih banyak umat Islam yang alergi mendengar istilah Kristologi, apalagi untuk mempelajarinya. Dalam hal ini, memang (sedikit) dimaklumi, lantaran istilah dan ilmu tersebut berkaitan dengan agama Kristen, sehingga ada kekhawatiran (apabila mempelajari Kristologi) bisa menyebabkan umat Islam menjadi Kristen (kafir ).
Kekhawatiran tersebut sebenarnya dapat kita tepis dengan logika yang sederhana, misalnya :
  • Polisi mempelajari kriminologi, bukan berarti para polisi berkeinginan untuk menjadi penjahat, tetapi tentunya agar dapat memberantas praktek-praktek kejahatan.
  • Para calon dokter ataupun dokter mempelajari ilmu penyakit, bukan berarti mereka ingin sakit atau berpenyakit, tetapi tentunya bermaksud untuk menciptakan upaya bagaimana memberantas penyakit atau mengobati orang sakit.
Jadi jelaslah sudah bahwa,mempelajari Kristologi bagi umat Islam adalah suatu hal yang lumrah,bahkan penting. Dan tentunya metode yang digunakan tidaklah sama dengan metode Kristologi yang diterapkan di kalangan Kristen. Tetapi Kristologi yang harus berlandaskan pada Al Qur’an dan Hadist, sebagai standar uji, dan selanjutnya kita sebut sebagai “KRISTOLOGI DAMAI “.


MENGAPA BELAJAR KRISTOLOGI ITU PENTING ?

I. Pendahuluan
Seorang Kristolog Islam mengutarakan pengalamannya saat mengikuti atau mendengarkan dialog antara Kristolog (Islam) dengan Islamolog (Kristen) yang diikuti atau disaksikan pula oleh ibu-ibu jamaah Majelis Taklim. Namun karena dalam dialog tersebut Islamolog  (Kristen) hanya satu orang dan Kristolog (Islam) lebih dari dua orang, maka dialog tersebut terkesan keroyokan. Masing-masing peserta dialog ingin saling menjatuhkan keyakinan lawan dialognya, yang tentunya dengan argumentasi yang berbeda :
  • Sang Kristolog (Islam) mengajukan dalil-dalil dalam Alkitab yang mengatakan bahwa Yesus hanya diutus untuk Bani Israil saja. (Matius 10:5,6 dan Matius 15:24)
  • Sang Islamolog (Kristen) mengajukan dalil-dalil Al-Qur’an tentang Al-Qur’an yang hanya diturunkan untuk orang-orang Arab di Mekah (Qs 42 : 7)
Karena masing-masing mengandalkan kemampuannya dalam memahami kitab-kitab lawan dialognya, maka dialog tersebut akhirnya tidak ada titik temu. Namun dari dialog dialog tersebut terdapat butir-butir pelajaran yang dapat diambil manfaatnya bagi umat Islam, bahwa :
  • Mereka (Islamolog Kristen) benar-benar berusaha untuk memurtadkan umat Islam dengan pendekatan ayat-ayat Al Qur’an (yang tentunya diputarbalikkan), dan umat Islam digiring untuik percaya bahwa Nabi Isa as akan menjadi hakim di hari kiamat nanti.
  • Para penginjil memang secara khusus mempelajari Al Qur’an untuk mencari titik lemah iman umat Islam, agar mudah untuk dimurtadkan. Bahkan sekarang telah beredar buku-buku untuk kalangan umat Kristen yang berjudul :“ Ayat-ayat Al-Qur’an yang menyelamatkan “. Dan dari pengakuan orang-orang yang telah mendapat hidayah untuk masuk Islam (muallaf) mengatakan bahwa : “ dari hasil memurtadkan orang-orang Islam, mereka (para penginjil) akan mendapat bonus dari fihak Gereja. ( Jadi hal ini bukanlah fitnah).
  • Sebetulnya para penginjil tahu tentang kebenaran Islam dan Al Qur’an, tetapi karena tuntutan yang tersebut diatas (bonus) makamereka tidak akan menyerah begitu sajadalam usaha pemurtadan umat Islam.
  • Dalam hal ini yang perlu dikasihani justru ibu-ibu jamaah Majelis Taklim yang ikut menyaksikan dan mendengar dialog tersebut, dimana setiap pengajian banyak menghapal ayat-ayat Al Qur’an tertentu, tetapi tidak paham isinya. Sehingga mereka justru dibuat bengong oleh penginjil pelaku dialog.
  • Pada hal serupa bisa saja terjadi di kalangan umat Kristen yang terbengong bengong atas kemampuan Kristolog Islam dalam mengungkapkan kebenaran atau ketidakbenaran Alkitab, dan bisa jadi pula dapat melunturkan iman Kristen mereka. Seandainya dialog terjadi pula di kalangan umat Kristen. Tetapi kenyataannya yang ada sampai saat ini, dialog-dialog di lingkungan umat Kristen jarang terjadi, karena sementara ini dialog justru lebih banyak terjadi di lingkungan umat Islam. Di sinilah letak kerugian Kristolog Islam, karena dengan demikian mereka tidak bisa mendakwahi umat Kristen, apalagi meng-Islamkan-nya.

II.Pembahasan:
1.Tentang pemahaman Al-Qur’an
Menurut pengakuan Kristolog Islam yang mengikuti dialog tersebut, terdapat hal hal yang perlu dicermati dan sekaligus memerlukan perhatian : Islamolog Kristen bisa menguasai ayat-ayat Al Qur’an, sementara peserta dialog (khususnya ibu-ibu Majelis Taklim) sendiri justru terbengong-bengong dan terkesima, bahkan kalau disuruh membuka ayat-ayat Al Qur’an masih perlu dipandu oleh Islamolog Kristen tersebut.
Hal tersebut betul-betul suatu kenyataan yang betul-betul terjadi, sekaligus lucu namun memprihatinkan.Dan inilah problem umat Islam yang merupakan tantangan bagi para ulama dan tokoh Islam :” Bagaimana agar umat Islam yang menurut Biro Statistik (BPS) tahun 1990 umat Islam tercatat 90 % dari 200 juta jiwa, dapat memahami Kitab suci nya (Al-Qur’an) dari pada umat lain “.
Apalagi Allah swt telah mengingatkan dalam :
Qs 26: 192 Dan sesungguhnya Al Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam. 193 dia dibawa turun oleh Ar Ruh Al Amin (Jibril) 194. kedalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorangdiantara orang-orang yang memberi peringatan, 195 dengan bahasa Arab yang jelas. 196 Dan sesungguhnya Al Qur’anitu benar-benar (tersebut) dalam Kitab-Kitab orang yang dahulu’ 197 Danapakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka bahwa para ulama Bani Israilmengetahuinya. 198 Dan kalau Al Qur’an itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab. 199. lalu ia membacakannya kepada mereka( orang-orang kafir) niscayamereka tidak akan beriman kepadanya”.
Firman Allah swt
Qs 41: 44 Dan jikalau Kami jadikan Al Qur’an itu suatu bacaan dalam bahasa selain bahasa Arab tentulah mereka mengatakan: “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?

Peringatan tersebut sudah cukup jelas bahwa Kepada orang yang bukan berbahasa Arab, harus dijelaskan dengan bahasa yang bisa dimengerti. Sehingga mereka menjadi beriman karena tahu apa yang dimaksudkan Al Qur’an.
Sedangkan dalam kenyataanya, umat Islam (Indonesia) kurang dari 30 % (bahkan ada yang mengatakan kurang dari 20%) tidak mengerti atau mengetahui isi Al Qur’an, walaupun bisa membacanya. Karena yang terjadi selama ini pembahasan Tafsir Al Qur’an sudah dilakukan secara mendalam tetapi tidak tuntas, sehingga bagi umat Islam pemula khususnya dan masyarakat awam umumnya sulit untuk memahaminya, dan akhirnyasampai tua Islamnya disebut sebagai “ Islam Tradisional “.

Disinilah (mungkin) kelemahan umat Islam dalam belajar Al Qur’an.Sekalipun mereka beragama Islam, tetapi dalam kehidupan “tidak Islami“, karena para ustadz mermbahas Al Qur’an, walau sebatas terjemahannya tetapi tidak pernah sampai tuntas.

2. Sistim pengkajian Al-Qur’an
Apabila seorang remaja yang berpendidikan SMP/SMU menanyakan kepada ustadz : “Bagaimana hukumnya, kalau membaca Al Qur’an tetapi tidak tahu artinya ? maka jawab sang ustadz yang sering kita dengar adalah :“ Walau tidak tahu artinya, membaca Al Qur’an itu sendiri sudah mendapat pahala “.
Bagi orang yang ingin lebih tahu secara mendalam tentang Al Qur’an, jawaban tersebut terasa terlalu sederhana dan menimbulkan pertanyaan :
  • Itukah target orang Islam membaca Al Qur’an?
  • Apakah hanya sekedar mencari pahala saja?
  • Bagaimana dengan peringatan Allah swt dalam Qs 26 : 192-199?
  • Bagaimana dengan peringatan Allah swt dalam :
    Qs 7: 179 Dan sesungguhnya kami jadikan untuk (isi neraka Jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati tetapi tidak untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah) dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakan untuk mendengar (ayat-ayat  Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.
    Qs32:13; 21:3; 30:20-2730:59; 54:17; 46:29; 22:46; 23:66;23:78; 47:247:204; 35:29; 43:3; 67:23; 8:20-22; 5:44-46; 25:44;21:10; 7:185; 2:269; 3:118; 11:119; 16:98; 17:146; 57:9; 30:59; 62:5;  Ul 29:4
    Qs 30/59. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang yang tidak (mau) memahami.
  • Qs 7:204; 7:179; 36:10;47:24; 2:7; 6:25; 8:22; 7:100; 6:89
Apakah ustadz tersebut tidak mengerti resikonya mengajarkan ajaran yang bisa menyesatkan umat seperti peringatan Allah swt pada Qs 33: 64 Sesungguhnya Allah melaknati orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka). 65. mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; mereka tidak memperoleh seorang pelindung pun dan tidak pula seorang penolong. 66 Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata : “ Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat kepada Rasul “.67 Dan mereka berkata: ‘Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). 68. Ya, Tuhan kami,berilah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar “.
Apalagi kita telaah secara mendalam, ternyata umat Islam banyak yang lalai (khususnya setelah terjadi perang salib), lantaran terjadi konspirasi menjauhkan umat Islam dengan Al Qur’an oleh penguasa-penguasa (penjajah) Kristen.

Sehubungan dengan hal tersebut, seyogyanya mulai saat ini diadakan gerakan massal pemahaman terjemahan Al Qur’an bagi Umat Islam pada umumnya dan anak-anak muda (remaja) pada khususnya, agar mereka tahu persis apa tujuan mereka beragama Islam.

Karena sementara ini,apabila kita lemparkan pertanyaan kepada mereka semisal :
  • Apa Islam itu ?
  • Buat apa kamu beragama Islam ?
  • Apa hubungan agama Islam dengan kehidupan ?
  • Buat apa kamu shalat ?
  • Apa tujuannya shalat menghadap kiblat ?
  • dan lain sebagainya
Maka jawabannya rata-rata simpang siur, dan hal ini menggambarkan adanya“ketidaktahuan“. Untuk mengatasi ketidaktahuan tersebut maka setiap pengajian jamaah harus banyak bertanya paling tidak : Apa ( what); mengapa (why), bagaimana (how).


3. Perlunya Kristologi Anti Pemurtadan bagi umatIslam :
Kalau hal-hal yang secara kenyataan ada,lucu, dan sekaligus memprihatinkan tersebut dibiarkan dan berjalan terus, makaakan semakin banyak umat Islam yang didakwahi oleh para Penginjil dengan ayat-ayat Al Qur’an yang tentunya diputar balikkan dan diplintir, dan bisamenarik umat Islam menjadi murtad.
Seperti halnya yang terjadi di beberapa tempat tertentu, dimana Penginjil mengajak warga untuk pengajian, tetapi ternyata mereka melakukan kebaktian Kristen. Memang pada awalnya sang Penginjil membacakan dan berbicara dalam bahasa Al Qur’an, tetapi karena warga banyak yang tidak paham Al Qur’an, maka mudah dibelokkan Karena mereka memang sering menggunakan senjata model ini.
Padahal, pengertian iman menurut Islam jauh berbeda dengan pengertian iman menurut Kristen. Pengertian Allah menurut Islam berbeda dengan Allah menurut Kristen. Isa as (Yesus) menurut Islam jauh berbeda Yesus menurut Kristen. Dan lain sebagainya.

Dilain pihak, yang terjadi di kalangan umat Kristen yang intelek, banyak yang semakin ragu akan kebenaran agamanya, setelah mereka meneliti Alkitab dengan kacamata ilmiah (bukan dogma), sehingga merekapun banyak yang meragukan akan ajaran Kristen.
Karena dalam peneliitian Alkitab membuktikan bahwa Kristen bukan ajaran Yesus tetapi ajaran Paulus. Dan ternyata Yesus hanya dipakai sebagai topeng sedang wajah yang sebenarnya adalah wajah Paulus.

Sebagai bukti :
  • Yesus mengajarkan bahwa Allah itu Esa (Markus 12:29), tetapi orangKristen mengikuti ajaran Paulus yang mengajarkan bahwa bagi Kristen mempunyai Allah satu yaitu Bapa dan Tuhan satu yaitu Yesus (1Korintus 8:6). Yang kemudian setelah Paulus meninggal pada tahin 381 M Roh Kudus dijadikan Tuhan pada konsili Konstantin. Sehingga Allah nya umat Kristen menjadi Tritungal yaitu Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus.
  • Yesus menyatakan dirinya adalah utusan Allah (Yohanes 7:16) tetapi orang Kristen mengikuti ajaran Paulus bahwa Yesus adalah Allah (Roma 9:5), Yesus adalah Tuhan (Roma10:9), Yesus adalah Anak Allah (Kisahrasul 9:20) dan Yesus adalah Kristus (Kisah rasul 9: 22).
  • Yesus mengajarkan taat terhadap hukum Taurat (Matius 5 : 17) tetapi orang Kristen mengikuti ajaran Paulus yaitu membatalkan hukum Taurat (Efesus 2:15 ).
  • Yesus Sunat (Lukas 2:21) tetapi orang Kristen mengikuti ajaran Paulus, kalau minta disunat Juru selamat tidak ada gunanya lagi (Galatia 5: 2).
  • Yesus mengharamkan babi (Imamat 11:7) tetapi orangKristen mengikuti ajaran Paulus tidak mengharamkan babi (1Korintus 6:12)
  • Yesus mengajarkan setiap orang berdosa dipertanggungjawabkan di hari penghakiman (Matius 12:36) tetapi orang Kristen mengikuti ajaran Paulus bahwa dosa sudah ditebus Yesus di tiang salib (Kisah rasul 13:38)
  • Yesus diutus hanya untuk orang-orang Israel (Matius 10:5,6) tetapi orang Kristen banyak yang bukan orang Israel.
  • Yesus waktu meninggal dikafani (Yohanes 20:5) tetapi orangKristen kalau mati tidak dikafani.

Dengan adanya bukti seperti tersebut diatas, tentunya sangat perlu disampaikan kepada umat Islam agar tahu kekeliruan keyakinan dalam Kristen. Seperti halnya cerita atau kisah-kisah yang ada dalam Al Qur’an. Namun semua itu tidak akan bisa dilakukan, tanpa mengetahui Kristologi Anti Pemurtadan yaitu Ajaran Kristen yang sudah dilumpuhkan. Apalagi disuruh untuk menyampaikan kebenaran kepada umat Kristen yang dalam kenyataannya justru lebih agresif untukmemurtadkan umat Islam.

III. Kesimpulan
Kalau dalam kalangan Kristen melarang umatnya untuk mempelajari Alkitab secara detail dan tidak boleh menanyakan sesuatu yang tidak masuk akal karena hal itu merupakan hal yang tabu bagi para Pendeta dan Pastur. Bahkan ada sementara kitab (apokripa) yang tidak boleh dibaca oleh umatnya.

Dan dikalangan umat Islam banyak yang menipu diri sendiri dengan sekedar kebanggaannya telah khatam Al Qur’an tanpa paham isinya, dan merasa tidak afdol bila hanya membaca terjemahannya, karena hanya membaca Al Qur’an akan mendapatkan pahala.

Dengan keadaan yang demikian itu, secara tidak langsung membuktikan bahwa :
  • Sistim umat Islam dalam hal mempelajari (mengkaji) kitab sucinya, telah dirembesi ajaran Kristen, dan akibat selanjutnya tentu saja bisa ditebak “bagaimana pengamalannya“.
  • Zaman globalisasi, umat Islam seharusnya sudah siap untuk menghadapi tantangan dakwah umat Kristen yang sudah memakai ayat-ayat Al Qur’an. Namun bagaimana bisa menghadapinya, kalau umat Islam sendiri tidak faham isinya.

Maka tidak menutup kemungkinan justru umat Islam yang dimurtadkan, sehingga Allah pun murka dengan menurunkan berbagai musibah seperti yang kita alami sekarang.


Sumber : Ustadz Kodiran Salim 

Fakta, kita hidup di negara rawan bencana. Dan hari ini kita saksikan berbagai bencana telah melanda. Hanya ada dua pilihan: menyerah pada kenyataan atau maju mengambil peran dalam kesiagaan. Dukung dan bergabung bersama kami dalam gerakan ‪‎INDONESIA SIAGA‬ ! Salurkan Donasi Kemanusiaan Anda melalui Lazis Muhammadiyah BCA No. 8780 171 171 MANDIRI No. 123 00 99 00 8999 BNI SYARIAH No. 00 915 39 444 BRI SYARIAH No. 2020 191 222

Like Facebook Laskar Informasi | Follow Twitter Laskar Informasi