Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Islam Solusi Kemiskinan

27 Feb 2014


Ketahuilah wahai saudaraku seiman, semoga Allah subhanu wa ta’ala menjagamu bahwa keterpurukan ekonomi alias kefakiran. Kemiskinan yang menimpa kita sekarang ini bukanlah sesuatu hal yang baru muncul akhir-akhir ini. Hal itu merupakan perkara yang sangat jelas bagi orang yang mau meneliti sejarah. Bukankah kefakiran sudah ada sejak zaman Nabi shallallahu alaihi wasallam dan para sahabat?
Namun, sekalipun demikian Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:“Tidaklah kefakiran yang aku takutkan atas kalian, tetapi yang aku khawatirkan pada kalian kalau dibentangkan dunia pada kalian sebagaimana dibentangkan kepada orang-orang sebelum kalian lalu kalian berlomba-lomba mengejarnya sebagaimana mereka lakukan lalu membinasakan kalian sebagaimana telah membinasakan mereka.” (Hadits riwayat Bukhari: 3791 dan Muslim: 2961)


Sesungguhnya kekuatan Islam tidaklah disyaratkan kuatnya perekonomian, tetapi yang terpenting dari itu adalah kuatnya Aqidah (Tauhid) dan Keyakinan. Hal ini sebagaimana dibuktikan dalam sejarah Nabi shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya, pemerintahan Abu Bakar, Umar dan lain sebagainya yang dapat mengembalikan dan menyebarkan kejayaan Islam dengan modal penggerak paling inti, yaitu kekuatan aqidah, bukan kekuatan ekonomi semata.

Kemiskinan dan kefakiran termasuk sunnatullah kepada hamba-Nya yang tentu saja di balik kondisi tersebut ada hikmahnya, bukan sesuatu yang sia-sia. Coba bayangkan, Jika seandainya semua orang kaya, lantas siapa yang akan mau jadi pekerja? Dan kalau semuanya miskin, siapa yang akan mengupah mereka? Namun, hal ini jangan dipahami bahwa kalau begitu kita cukup berpangku tangan saja menghadapi kemiskinan dan menyerah dengan nasib. Tidak, sama sekali tidak, Islam telah memberikan jalan keluar untuk menghadapi kepungan wabah ini.

Termasuk kebijakan Allah subhanahu wata’ala tatkala menjadikan sebagian hamba-Nya ada yang kaya dan ada yang miskin agar mereka saling membantu dan bekerja sama dalam mewujudkan kebaikan untuk kedua belah pihak, baik ibadah badan, jihad melawan musuh, program kebajikan dan lain sebagainya dengan badan, harta dan pangkat masing-masing.

Allah memerintahkan kepada yang kaya untuk mengeluarkan zakat, shadaqah, dan membantu kebutuhan orang miskin setiap waktu. Demikian juga Allah memerintahkan kepada yang fakir untuk sabar, bekerja yang halal, bersyukur kepada Allah, qana’ah (merasa cukup dengan pemberian Allah) dan pintar-pintar dalam membelanjakan harta. Inilah petunjuk Islam kepada kaum kaya dan kaum miskin. Seandainya masing-masing mau melakukannya, maka niscaya akan terwujud kebaikan di dunia dan akhirat. Wallahu a'lam


Sumber : Ustadz Hizbul Majid Al Jawi

Fakta, kita hidup di negara rawan bencana. Dan hari ini kita saksikan berbagai bencana telah melanda. Hanya ada dua pilihan: menyerah pada kenyataan atau maju mengambil peran dalam kesiagaan. Dukung dan bergabung bersama kami dalam gerakan ‪‎INDONESIA SIAGA‬ ! Salurkan Donasi Kemanusiaan Anda melalui Lazis Muhammadiyah BCA No. 8780 171 171 MANDIRI No. 123 00 99 00 8999 BNI SYARIAH No. 00 915 39 444 BRI SYARIAH No. 2020 191 222

Like Facebook Laskar Informasi | Follow Twitter Laskar Informasi