Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Anda Bertanya, Syi'ah Menjawab

28 Jan 2014

"Kenapa dalam banyak pertemuan saya dengan mahasiswa Indonesia, mereka memuji –muji Ahmadinejad?" Tanya seorang mahasiswa berkebangsaan Iran ketika makan siang."Itu semua Pengaruh media" Jawab saya sekenanya, "Di Indonesia banyak tulisan-tulisan yang memposisikan Ahmadinejad layaknya Pahlawan " terang saya.
Dari jumlah Pelajar yang kurang lebih 18.000 orang yang berasal dari sekitar 200 negara yang menuntut ilmu di Jamiah Islamiyah Madinah (Universitas Islam Madinah), anak-anak berkebangsaan Iran turut meramaikan kemajemukan yang ada di universitas yang multikultural ini.

Mahasiswa dari Iran yang belajar di jamiah islamiyah ini mayoritas berasal dari tempat-tempat perbatasan antara Iran dengan negara lainnya, karena berdasarkan penuturan mereka pusat-pusat kota dan daerah daerah yang besar dikuasai oleh pemeluk agama Syi'ah Rafidhah, masjid masjid yang beralIrankan islam sunni di pusat kota mencapai jumlah "nihil" seluruh masjid beralIran syi'ah.
Iran yang diklaim menentang yahudi ini ternyata merupakan negara yang memiliki komunitas Yahudi terbesar kedua setelah Israel,sekitar 25-30 ribu penduduk beragama yahudi berdiam di Iran sebagaimana yang dilansir sumber resmi pemerintahan Iran.Tak heran ketika masjid ahlussunnah tak pernah tegak di Teheran, lebih dari 10 sinagogue (tempat ibadah umat yahudi) ditemukan di sana, tak hanya tempat ibadah para yahudi mempunyai hak tuk duduk di parlemen sebagaimana warga syi' ah (lihat : Roger Cohen of the International Herald Tribune, 22 februari 1999),tuk muslim sunni? Tidak ada hak untuk itu.
Agama Ahmadinejad adalah Syi'ah Itsna 'asyairah (syi'ah memiliki banyak alIran salah satu syi'ah Istna 'asyarriah), yang mana adalah agama resmi negara tak ayal mayoritas penduduk Iran adalah pemeluk Syi'ah Itsna 'Asyariah. syi'ah itsna 'asyariah sebagaimana yang diutarakan oleh sheikh Abdurrahman sistry  merupakan mayoritas pahaman syi'ah di dunia sekaranng ini. Sebut saja di Iran,Iraq, Suriah, Libanon, Bahrain dan di daerah – daerah lainnya termasuk Indonesia.

Lantas Siapakah syi'ah ini?

Sheikh syi'ah bergelar  Al-Mufid menjawab : "Mereka adalah siapa saja yang mengikuti amir-l-mu'minien ali sholatullah 'alaihi, dengan segala kepatuhan dan keyakinan akan kekhilafahan ali setelah rasulullah sholawatullah alaihi tanpa adanya pemisah, dan menafikan 'kekhalifahan' sebelum Ali."(Muhammad bin Muhammad bin nu'man (seorang ulama syi'ah yang diberi gelar Al mufid) awailul maqalat fil madzahib al mukhtaarat, hal : 35).
Dalam alIran mereka kekhhalifahan Abu Bakar,Umar, dan Utsman Radhiyallahuanhum tidak sah, semestinya Ali radhiyallahu anh yang menjadi khalifah setelah rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Benarkah Jibril salah menyampaikan wahyu?

"Allah mengutus jibril alaihi assalam  untuk ali , dan ternyata jibril keliru dalam menyampaikan "risalah" atawa wahyu yang seharusnya untuk Ali diberikan kepada Muhammad"(Al Jazaairie, Nur 'lbarahin juz 2 hal : 35 )

Apakah benar bahwa 'Aisyah Radiyallahu anha  adalah pezina dalam ajaran syi'ah?

"Ketika Imam Mahdi muncul nantinya, sesungguhnya Imam Mahdi akan menghidupkan 'Aisyah ' dan memberikan "had" (hukuman yang diberikan seseorang,layaknya had zina adalah cambuk,atau rajam bagi yang berkeluarga) kepadanya ", perkataan ini diutarakan oleh imam mereka Al Majlisy dalam kitabnya Haqqul Yaqin hal : 347.
Bahkan mereka menyatakan :
إن النبي لا بد أن يدخل فرجه النار, لأنه وطئ بعض المشركات (كشف الأسرار و تبرئة الأئمة الأطهار
"Sesungguhnya nabi (Muhammad) seharusnya  kemaluannya  masuk ke dalam neraka, karena telah menggauli beberapa wanita musyrik!"(Al Muswy, Kasyful asrar wa tabriatul aimmah hal :24).
Menurut mereka, Aisyah dan Hafsah adalah musyrik.

Kenapa di masjid nabawi sering terlihat para syi'ah ikut menshalati jenazah ahlussunnah?

Niat mereka adalah mendoakan, dan doa tersebut berisi laknat yaitu : "ya Allah penuhilah lambungnya dengan api, kuburnya dengan api, dan kuasakan ular dan kalajengking atas mereka"(Al Hurr Al Amili,Wasail Al Syi'ah 2/771).
Namun banyak juga dari mereka yang sebenarnya tidak paham akan agama bahkan ada sebagian yang  membenci agama negaranya, pernah seseorang mahasiswa yang cakap berbahasa Persia menemukan wanita Iran menangis, ketika ditanya penyebabnya ternyata ia tidak senang dengan Imam yang memandunya dalam haji, karena wanita-wanita yang masuk dalam rombongan Imam tersebut digilir setiap malamnya untuk "melayani" sang Imam. Allah Musta'aan

Apakah Islam sunni dan Agama syi'ah sama tuhannya dan nabinya?

"Sesungguhnya Tuhan yang mana khalifah setelah NabiNya(Muhammad) adalah Abu Bakar sejatinya bukan Tuhan kami, dan begitu pula nabinya bukan nabi kami"(Ni'matullah Aljazairy, Al-Anwar Al Nu'maniyah,2/278).
Kalau boleh jujur agama yang berpahaman bahwa ibu umat mu'min adalah 'pezina', sunnahnya nikah mut'ah, masuknya 'kemaluan' manusia terbaik sepanjang masa ke dalam neraka, dan pemahaman irasional nan horror lainnya ini telah diimani oleh banyak kalangan. Bahkan beberapa mahasiswa berkelakar : "kenapa di Indonesia, syi'ah banyak tersebar di daerah bandung dan Makassar?" "karena wanita-wanita daerah setempat memiliki paras yang jelita sehingga dengan gagasan syi'ah akan mut'ahnya (nikah dalam tenggat waktu tertentu layaknya seminggu, 3 hari dan sebagainya), banyak anak muda yang tertarik".
Tak langsung,bukan tidak mungkin dalam beberapa windu kedepan Indonesia menjadi "the next Iran""Iran kedua", dan hasilnya Islam sunni di Indonesia tinggal menunggu ajalnya. Bagaimana tidak? Sedangkan dalam ajaran mereka, para penganut agama islam "halal darahnya",
Diriwayatkan oleh Al Shaduq, ia bertanya kepada Abu Abdillah, "Apa pendapat anda tentang membunuh orang Al Nashib(Ahlu sunnah)? Ia menjawab :"Darahnya halal"(Al Anwar An Nu'maniyah 2/307).
Pengakuan-pengakuan beberapa kalangan bahwa syi'ah di Indonesia tidak meng-kafir-kan sahabat radhiyallahu'anhum, tidak menganggap 'Aisyah sebagai pezina,melarang mut'ah dan perbedaannya dengan sunni hanyalah masalah shalat yang di jama' setiap waktu nampaknya amat sukar dipercaya. Alasannya cukup sederhana, syi'ah memiliki ajaran yang mewajibkan pemeluknya tuk berbohong, yang dikenal sebagai "Taqiyyah". Taqiyyah adalah "menyembunyikan kebenaran, menutupi keyakinan, demi maslahat agama dan dunia".
"Wa la diina li man la taqiyyata lahu", " Tidak beragama orang yang tidak ber'taqiyya", begitu ujar Muhammad Al Kalini di Usulul Kafi juz : 2 hal :576 dan kitab ini adalah kitab yang paling shahih dalam agama syi'ah.
Ujar yang lain pula : "Barangsiapa yang beriman dengan Allah dan Hari akhir maka Jangan berbicara di "daulatul batil"(Negara yang Batil) kecuali dengan 'Taqiyyah' "(Muhammad Baaqir Al Majlisy, Biharul Anwar72/421).
Mereka menganggap Negara-negara yang berpenduduk mayoritas islam sunni sebagai Daulatul batil. Lantas betapa sulitnya tuk bisa membedakan kapan mereka jujur dan kapan bertaqiyyah.
Meminjam istilah santri "syammir wa Jidda"atawa "sisingkan lengan baju lantas berjuang" nampaknya sudah layak dikumandangkan, para sahabat pena dengan penanya, pendekar khutbah dengan suara baritonnya, para cendekiawan dengan pemikIrannya,para Ibu dengan pembacaan kisah-kisah Rasul 'lllah shallallahu alaihhi wa sallam dan para sahabatnya layaknya Abu Bakar, Umar, Ustman, Ali, Abu Hurairah dan para generasi 'salaf' lainnya terhadap buah hati sebelum tidur, demi terjaganya "anak-cucu" dari aqidah "tukang bohong".
Mencontoh 'Ali bin Abi Thalib yang meratakan kuburan-kuburan yang tinggi (Hadits riwayat Muslim : 969) atas perintah pemerintah saat itu yaitu Rasululllah shalallahu alaihi wa sallam, kisah Abu Hayyaj Al Asadi yang diutus oleh khalifah 'Ali bin Abi Thalib untuk menunaikan tugas serupa. (Hadits riwayat Muslim : 969), begitu pula Imam Syafi'i yang menghancurkan bangunan yang dibangun di atas kuburan di kota mekkah bersama pemerintahan Makkah (lihat :Al-Umm : 1/463). Rakyat Indonesia dan Pemerintahan sudah sewajarnya bergotong royong tuk menghentikan laju syi'ah rafidhah di bumi pertiwi sebagaimana yang dicontohkan para salaf diatas.
Anggapan kedudukan Ali layaknya Tuhan, cacian mereka terhadap Shahabat dan Ibu kita 'Aisyah, lalainya Jibril menyampaikan wahyu di mata mereka, (maaf) kemaluan Rasulullah yang berhak di Neraka, dan pemahaman-pemahaman mengerikan lainnya, nampaknya cukup menjadi alasan mengatakan : "Sesat".
Sumber : Abdurrahman bin Sa'ad bin Ali Asy Syistri, 'Aqaidu Asyi'ah Al Itsna 'Asyairah suaalun wa jawaabun, (buku ini memuat 164 soal – jawab tentang aqidah syi'ah imam 12 (istna 'asyari) jawaban diambil langsung dari karangan – karangan imam-imam syi'ah. Buku ini teramat penting terlebih sebagian besar syi'ah di Indonesia sama dengan di Iran, penulis tidak tahu apakah sudah ada terjemahan kitab ini atau belum).

Fakta, kita hidup di negara rawan bencana. Dan hari ini kita saksikan berbagai bencana telah melanda. Hanya ada dua pilihan: menyerah pada kenyataan atau maju mengambil peran dalam kesiagaan. Dukung dan bergabung bersama kami dalam gerakan ‪‎INDONESIA SIAGA‬ ! Salurkan Donasi Kemanusiaan Anda melalui Lazis Muhammadiyah BCA No. 8780 171 171 MANDIRI No. 123 00 99 00 8999 BNI SYARIAH No. 00 915 39 444 BRI SYARIAH No. 2020 191 222

Like Facebook Laskar Informasi | Follow Twitter Laskar Informasi