Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Fitnah Istri dan Anak

27 Jan 2014


Tanya :

Fitnah Istri dan Anak


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ ۚ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ


"Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." [Al Qur'an surah At Taghabun : 14]

Bagaimana maksud dari ayat ini?


Jawab :

Al Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan : bahwa Allah ta’ala mengkhabarkan tentang para istri dan anak, diantara mereka ada yang menjadi musuh bagi suami dan anak, artinya bisa menghalangi suami dari beramal shalih, sebagaimana firman Allah ta’ala :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ


"Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi." [Al Qur'an surah Al Munafiqun: 9]

Karena itu Allah ta’ala mengatakan : “Berhati-hatilah kamu terhadap mereka” Yakni atas agamamu ( Ibnu Zaid) dan Mujahid berkata : Yakni bisa menyeret suami untuk memutuskan hubungan keluarga atau bermaksiat kepada Allah, maka tidak boleh seorang suami dengan kecintaannya kepada istri kecuali harus taat kepada Allah ta’ala. Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dengan sanadnya dari Ikrimah dari Ibnu Abbas radhiyallaahu ‘anhuma bahwa ada seseorang yang bertanya kepada beliau tentang ayat ini, maka beliau mengatakan : Mereka adalah para suami yang sudah masuk Islam dari Makkah dan mereka ingin datang kepada Rasulullah shallallaahu ‘alihi wasallam maka para istri dan anak-anak menghalanginya. Maka tatkala mereka datang kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam dan menjumpai manusia telah pandai dalam ilmu agama, baru mereka paham bahwa inilah akibatnya (mengikuti apa maunya anak dan istri). Wallahu a’lam.

Pertanyaan dijawab oleh Ustadz Muhammad Na'im.