Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Curiga Tanpa Dasar

25 Jan 2014


Tanya :

Di dalam agama kita apabila kita curiga teman kita melakukan suatu hal tapi ternyata bukan dia yang melakukan, apakah yang mencurigai telah menfitnahnya? Bedakah Fitnah dengan perkataan dusta?

Jawab :

Dusta (al Kadzibu) adalah pengabaran sesuatu yang tidak sesuai dengan realita yang ada. Sementara makna fitnah yang ditanyakan, adalah tuduhan yang tidak sejalan dengan kenyataan yang sebenarnya. Dengan demikian, 'fitnah' dalam konteks ini lebih spesifik dari dusta.

Adapun kecurigaan, dapat disebabkan karena adanya qarinah/indikasi yang menyebabkan kecurigaan itu muncul. Namun bisa pula, hanya sebatas persangkaan belaka (zhann marjuuh) tanpa adanya sebab yang mendasarinya dan inilah yang terlarang dalam firman Allah ta'ala

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ ﴿١٢﴾


"Wahai orang-orang yang beriman, kalian jauhilah segala bentuk persangkaan karena sesungguh persangkaan tersebut adalah dosa. Dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan dan jangan pula sebagian dari kalian meng-ghibahi sebagian lainnya." (Al Qur'an surah Al Hujurat:12)

Persangkaan yang dimaksud adalah : tuduhan/kecurigaan tanpa dasar. Lihat di dalam tafsir al-Qurthubi dan tafsir al-Qur'an Al Azhiem karya Ibnu Katsir terkait ayat di atas. Wallahu A'lam.

Pertanyaan dijawab oleh Ustadz Rishky AR.