Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Hakikat Takwa

26 Dec 2013


Tanya :

Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata,

لَا يَبْلُغُ الْعَبْدُ حَقِيقَةَ التَّقْوَى حَتَّى يَدَعَ مَا حَاكَ فِي الصَّدْرِ

“Tidaklah seorang hamba mencapai hakikat takwa hingga dia meninggalkan apa yang berseteru dalam hatinya.” [Disebutkan oleh Al Bukhary dalam Shahihnya secara Mu’allaq]

Maksudnya bagaimana?



Jawab :

Dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ، وَالْإِثْمُ مَا حَاكَ فِي صَدْرِكَ، وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ

“Kebaikan adalah akhlak yang mulia, dan dosa adalah apa yang berseteru dalam dadamu sedang engkau tidak menyenangi manusia mengetahuinya.” [Diriwayatkan oleh Muslim]

Menurut An-Nawawy, makna “apa yang berseteru dalam dadamu” adalah apa yang bergerak, menjadi kebimbangan, dan tidak menenangkan dada, serta terdapat keraguan di dalam hati dan kekhawatiran hal tersebut sebagai dosa. [Syarah Muslim].

Maksud ‘manusia’ dalam sabdanya, “sedang engkau tidak menyenangi manusia mengetahuinya” adalah orang-orang yang terbaik dan yang bepengaruh di antara mereka, sehingga andaikata hal tersebut diketahui oleh orang-orang terbaik mereka, perkara tersebut akan menjadi hal yang diingkari. [Syarah Arba’in karya Ibnu Daqiqil ‘Ied dan Jâmi’ Al ‘Ulum karya Ibnu Rajab].

Apabila seorang hamba telah meninggalkan apa yang berseteru dalam hatinya dengan makna yang disebut di atas, maka dia akan mencapai hakikat takwa. Ibnu Hajar berkata, “Yang dimaksud dengan Hakikat takwa adalah menjaga diri dari kesyirikan dan amalan-amalan yang jelek, dan terus menerus di atas amalan-amalan shalih.” [Fathul Bary].

Pertanyaan dijawab oleh Ustadz Dzulqarnain M Sunusi.