Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Batasan Mengatakan Allah dan RasulNya Lebih Mengetahui

20 Dec 2013


Batasan dalam masalah ini, "Untuk masalah-masalah syariat, boleh disertakan tambahan kata "dan". Adapun masalah-masalah yang terjadi di alam semesta (yaitu perkara mengenai takdir yang semuanya bergantung pada kehendak Allah) maka tak boleh menambah kata "dan"" (Ibnu Utsaimin, al Qaul al Mufid 2/542)


Maka, dalam masalah-masalah syariat, boleh mengatakan "Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui". Karena beliau shallallahu 'alaihi wa sallam memang makhluk yang paling mengetahui tentang syariat Allah. Ilmu beliau tentang syariat Allah itu berasal dari ilmu Allah dan juga perkataan beliau shallallahu 'alaihi wa sallam dalam masalah syariat, statusnya seperti perkataan Allah.

Adapun perkara segala sesuatu yang terjadi di alam, seperti ketika seseorang ditanya tentang lokasi keberadaan orang lain atau ditanya tentang perkara yang gaib seperti: "kapan terjadi ini dan itu?", kemudian dijawab, "Allah dan RasulNya lebih mengetahui", maka ini kekeliruan dan ketidaktahuan. Hal semacam ini adalah tentang takdir dan kehendak Allah. Tidak mungkin kita menjadikan Rasulullah sebagai sekutu Allah dalam masalah ini, apalagi setelah beliau wafat.

Sumber : Ustadz Amrullah Akadhinta