Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Antara Muak dan Menikmati

13 Dec 2013



Sobat, betapa sering Anda dihadapkan pada kondisi yang membuat Anda marah atau muak. Namun di lain kesempatan kondisi serupa menjadikan Anda begitu menikmati atau berbahagia. Muak dan menikmati sering kali hanya sebatas persepsi dan sudut pandang saja. Sebagai contohnya: di saat Anda menyaksikan seorang wanita sedang berduaan dengan seorang lelaki, bisa jadi Anda muak dan bisa jadi Anda berbahagia. Muak bila ternyata wanita itu adalah istri Anda yang sedang berduaan dengan lelaki lain. Atau juga lelaki itu adalah suami Anda yang sedang bercanda ria dengan wanita lain. Namun Anda bisa saja begitu berbahagia bila ternyata wanita itu adalah istri Anda yang sedang bergurau ria, penuh dengan tawa karena berbakti menemani ayah Anda yang telah tua renta . atau lelaki itu adalah suami anda yang sedang menemani ibu Anda yang telah tua renta yang sedang kesepian.

Anda muak dan marah ketika tetangga Anda yang dengan sengaja dan di depan mata Anda mengambil barang-barang Anda. Namun Anda begitu berbahagia bila ternyata barang yang dibawa oleh tetangga adalah barang yang Anda jual kepadanya dengan harga yang pantas apalagi tinggi.


Sobat, ternyata muak dan bahagia sering kali hanya berbeda tipis. Kadang kala hanya berbeda cara dan pelakunya saja. Karena itu, sebagai orang yang beriman, hendaknya anda cerdas dan pandai menempatkan diri, dengan demikian kehadiran Anda senantiasa menyenangkan dan bukan menjadikan orang lain muak dan murka.

فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُزَحْزَحَ عَنِ النَّارِ وَيَدْخُلَ الْجَنَّةَ فَلْتَأْتِهِ مَنِيَّتُهُ وَهُوَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَلْيَأْتِ إِلَى النَّاسِ الَّذِى يُحِبُّ أَنْ يُؤْتَى إِلَيْهِ 

Barang siapa mengharapkan untuk dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke surga, maka hendaknya ia menetapi imannya kepada Allah dan hari akhir hingga akhir hayatnya. Dan hendaknya ia menyikapi orang lain dengan cara-cara yang ia suka bila mereka menyikapi dirinya dengan cara tersebut (Hadits riwayat Muslim)

Sumber : Ustadz Muhammad Arifin Badri