Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Pandangan Muhammad Natsir tentang Syi'ah

25 Nov 2013


Dr. Muhammad Natsir adalah mantan Perdana Menteri RIS dan pahlawan nasional. Beliau juga menolak syi'ah. Berikut adalah pandangan beliau.
Semenjak permulaan tahun delapan puluhan mulailah berdatangan kitab-kitab mengenai aliran syi'ah dalam bahasa Arab melalui beberapa alamat di Jawa Tengah dan Jawa Timur dan beredar dari tangan ke tangan. Sementara itu mulailah terbit buku-buku dan brosur-brosur tentang aliran syi'ah dalam bahasa Indonesia.
Ada berupa karangan sendiri, ada yang berupa terjemahan dari buku-buku INggeris. Diterbitkan di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan lain-lain serta mendapat pasaran pembaca yang luas juga, terutama di kalangan angkatan muda kita. Selangkah lagi, kelompok-kelompok dari kalangan mahasiswa dan pelajar-pelajar kita sudah mulai ziarah ke Teheran melalui Kuala Lumpur dan New Delhi, sekalipun peperangan Iran-Iraq sedang berkobar. Sekembalinya membawa literatur aliran syi'ah. Yang menarik perhatian pula ialah bahwa ada di antara pemuda-pemuda kita itu meletakkan sebuah batu kecil di depan tempat sujud. Memang begitu antara lain cara shalat yang dilakukan oleh banyak penganut aliran syi'ah. Sewaktu-waktu ada yang bersedia shalat berjama'ah bersama teman-teman lain berimamkan seorang bukan syi'ah. Tetapi kemudian diulanginya lagi shalat itu senirian. Menurut pelajaran yang mereka terima, tidak sah shalat bila diimami oleh seorang yang bukan syi'ah. Kalau perkembangan sudah demikian, apakah para alim ulama kita di Indonesia patut “mendiamkan saja”? Tak patut dan tidak boleh! ”Kata berjawab, gayung bersambut!” (Pengantar buku Syi'ah dan Sunnah karya Ihsan Ilahi Zahir, terjemahan Bey Arifin, PT Bina Ilmu Surabaya).

Sumber : Majelis Ulama Indonesia, Panduan Majelis Ulama Indonesia Mengenal & Mewaspadai Penyimpangan Syi'ah di Indonesia.