Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Sikap Prof Dr HAMKA tentang Revolusi Iran dan Syi'ah

24 Nov 2013


Tidak hanya KH Hasyim Asy'ari yang menolak syi'ah. Prof Dr.HAMKA juga tegas menolak syi'ah. Beliau adalah tokoh Muhammadiyah, pahlawan nasional dan Ketua Umum MUI Pusat periode 1975-1980. berikut adalah sikap beliau, rahimahullah.
Kita di Indonesia ini adalah golongan Sunni. Jelasnya ialah bahwa dalam menegakkan aqidah,
kita menganut faham Abul Hasan Al Asy'ari dan Abu Mansur Al Maturidy. Di dalam amalan syariat Islam kita pengikut mazhab Syafi'i terutama dan menghargai juga ajaran-ajaran dari ketiga imam yang lain (Hanafi, Maliki, Hambali)...
Menilik kesemuanya ini dapatlah saya, sebagai Ketua Umum Majelis Ulma aIndonesia, atau sebagai peribadi menjelaskan pendirian saya sehubungan dengan Revolusi Iran:
  1. Sesuai dengan preambule dari UUD RI, saya simpati atas revolusi yang telah berlalu di negeri Iran. Saya simpati karena mereka telah menentang feodalisme Kerajaan Syah yang tidak adil.
  2. Karena ternyata bahwa Revolusi Islam-nya ialah berdasar mazhab Syi'ah, maka kita tidak berhak mencampuri urusan dalam negeri orang lain, dan saya pun tetap seorang sunni yang tak perlu berpegang pada pendapat orang syi'ah dan ajaran-ajara ayatullah. Ketika saya di Iran, datang 4 orang pemuda ke kamar hotel saya, dan dengan bersemangat mereka mengajari saya tentang revolusi dan menyatakan keinginannya untuk datang ke Indonesia guna mengajarkan Revolusi Islam syi'ah itu di Indonesia. Kami menerimanya dengan senyum simpul. Boleh datang sebagai tamu, tetapi ingat, kami adalah bangsa yang merdeka dan tidak menganut syi'ah!, ujar saya. (Artikel Buya Hamka, Majelis Ulama Indonesia Bicaralah!, Harian Umum KOMPAS tanggal 11-12-1980).
Sumber : Majelis Ulama Indonesia, Panduan Majelis Ulama Indonesia Mengenal & Mewaspadai Penyimpangan Syi'ah di Indonesia.