Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Pendidikan Keamanan Informasi Binus University

24 Nov 2013


Universitas Bina Nusantara atau Binus University merupakan salah satu universitas swasta yang aktif dalam pengembangan teknologi komputer. Tidak hanya melakukan penelitian, Binus juga menerapkan teknologi komputer pada hampir setiap aspek operasional dan belajar mengajar di kampus. Tak main-main universitas yang cikal bakalnya lahir tahun 1976 ini, juga serius dengan perkembangan teknologi informasi di Indonesia, dan tengah mempersiapkan program studi keamanan informasi yang akan resmi dibuka pada tahun ini. Ditemui di ruangannya, Dekan dari School of Computer Science Binus University Fredy Purnomo, S.Kom., M.Kom menjelaskan alasan akan didirikannya program studi ini, “ada satu gap yang terjadi di Indonesia mengenai keamanan informasi” ungkapnya.

Beliau pun menjelaskan tentang sistem keamanan informasi di Indonesia yang ”defenseless”, bahkan beliau menganalogikan sistem keamanan informasi Indonesia layaknya rumah dengan pintu yang dibiarkan terbuka lebar-lebar. Mengutip salah satu alasan fredy tentang kenapa Binus merasa perlu mendirikan program keamanan informasi tersebut, “Kalau kita ingin bersaing salah satunya adalah bukan hanya menciptakan fitur yang fungsinya baik dan tampilannya oke, tapi juga yang security-nya terjamin” ungkapnya. Ditambahkan pula bahwa dengan alasan makin gencarnya serangan cyber oleh negara lain yang harus dihadapi Negara kita tanpa kemampuan pertahanan. Oleh sebab itu dengan kebutuhan tenaga keamanan informasi yang mendesak ini maka Binus mencoba untuk menjawab tantangan tersebut, dengan merencanakan program studi yang berkonsentrasi pada keamanan informasi.
Dalam rencananya, program studi keamanan informasi ini akan diluncurkan pada bulan November mendatang akan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak baik institusi sertifikasi dan regulasi bidang keamanan informasi, institusi pendidikan lain serta beberapa pihak terkait yang salah satunya adalah pihak militer nasional.
Dalam pelaksanaannya nanti, telah direncanakan program keamanan informasi akan berjalan pada level strata satu (S1) yang menggabungkan antara sisi teknis keamanan informasi dan juga sisi manajemen, terkait hal ini Fredy menerangkan, “dari sisi manajemen, karena kami menghasilkan ilmu yang sangat tinggi, tentu saja kita harus mempertanyakan attitude siswa ini sendiri, sehingga kami nantinya tidak menghasilkan lulusan dengan karakter yang salah, maka perlu sisi manajemen untuk membentuk karakter mereka.”
Ketika ditanyakan mengenai kendala dalam perencanaan dan pelaksanaan program keamanan informasi ini ia mengaku bahwa tantangan terberat nantinya adalah bagaimana Binus sendiri mengomunikasikan atau sosialisasi program baru ini kepada masyarakat.Karena menurutnya orang
cenderung skeptis dengan hal yang baru, tapi nantinya pada angkatan-angkatan selanjutnya akan lebih mudah di terima.
Dari hasil wawancara dengan pihak Binus, ditemukan juga bagaimana keseriusan mereka dalam perencanaannya untuk membangun program studi keamanan informasi ini. Persiapan-persiapan yang telah dilakukan demi mewujudkan program tersebut telah mencapai tahap akhir, sehingga program keamanan informasi hanya menunggu waktu yang tepat dalam peresmiannya nanti. Beberapa persiapan yang dilakukan baik dari segi fasilitas dan tenaga pengajar, kurikulum atau acuan pembelajaran telah disusun dengan membandingkan perkembangan di dunia pada umumnya dan perkembangan keamanan informasi di Indonesia sendiri.
Binus telah melakukan perencanaan dan pengembangan kurikulum berdasarkan perkembangan industri keamanan informasi di Indonesia. Garis besar pengembangan kurikulum yang akan di-gunakan meliputi 3 bagian, yaitu 50% membahas tentang dasar- dasar komputer terkait bagaimana detail-detail komputer bekerja, selanjut-nya 10% dibagi dalam pembentukan karakter dari sisi keamanan, selanjutnya 40% membahas spesifik keamanan cyber yang didalamnya akan banyak menggali jaringan komputer, cyber defense dan security analysis. Ide utama dalam keamanan cyber ini nantinya mendalami bagaimana mahasiswa memahami bentuk serangan dan bagaimana menghindari serangan, dilanjutkan dengan menganalisis keamanan dan tingkat kerusakan serangan
serta recovery dari serangan cyber yang terjadi hingga proses forensik. Masing-masing bidang ilmu ini sendiri sebenarnya telah berjalan dibawah program informasi teknologi, akan tetapi dalam penerapannya nanti pada program keamanan informasi akan lebih dipertajam kembali bagaimana bidang-bidang ilmu akan membahas dari sisi teknis dan manajemen keamanan informasi.
Fredy menuturkan bahwa program ini berawal dari komunitas yang bergerak dibidang keamanan informasi dan dari kekhawatiran perkembangan pertahanan keamanan Indonesia yang menurutnya sangat lemah. Ia pun menjelaskan bagaimana nantinya Indonesia akan menghadapi ancaman-ancaman keamanan cyber, karena dari pengamatan yang dilakukannya serangan cyber yang dialami oleh Indonesia tak banyak yang bisa ditanggulangi. Ditambah lagi dengan tren serangan yang sifatnya mengarah ke cyber war, negara-negara lain di dunia telah memperhatikan tren ini dan telah membuat banyak persiapan diantaranya adalah dengan membangun cyber army.
Indonesia sendiri menurutnya memungkinkan untuk melakukan hal tersebut, akan tetapi ketersediaan tenaga ahli dan kemampuan dibidang ini bisa dikatakan masih jauh dari siap, sehingga dengan membangun kekuatan dari sisi pendidikan Binus diharapkan mampu terlibat secara aktif membantu negara dalam mencetak tenaga profesional yang berkualitas di bidang keamanan informasi.
Dari kesiapan dan perencanaan yang matang, Binus berusaha menjadi salah satu institusi pendidikan yang tanggap untuk bidang keamanan informasi. Hal ini bukan tanpa alasan, karena dari hasil wawancara yang dilakukan dengan pihak Binus mengenai perancangan program studi keamanan informasi ini, didapati keseriusan mereka dengan menyiapkan fasilitas, tenaga pendidik yang kompeten, selain itu Binus juga telah banyak mempersiapkan kurikulum secara detail. Selain itu program yang akan berjalan pada level sarjana (S1) cukup menarik karena tantangan terkait bidang ilmu keamanan akan sangat detail dan mendalam, dan akan menjadi satu-satunya universitas di Indonesia dengan program studi keamanan informasi yang berjalan pada level strata satu.
“Harapan saya secara menyeluruh, kami cukup peduli dengan kemampuan Indonesia dalam hal pertahanan keamanan informasi di Indonesia, oleh sebab itu kami mengajak berbagai pihak untuk sama-sama membangun keamanan informasi di Indonesia. ”sembari menutup perbincangan.
Disalin dari CISO Magazine September 2013