Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Fatwa Hadratus Syaikh Hasyim Asy'ari tentang Syi'ah

23 Nov 2013


Hadratus Syaikh Hasyim Asy'ari, rais akbar Nahdlatul Ulama, pendiri NU, memiliki sikap tegas terhadap syi'ah. Beliau, rahimahullah, menolak syi'ah. Penolakan ini beliau tulis dalam kitab-kitab beliau yakni Risalah Ahli Sunnah wal Jama'ah dan Qanun Asasi.
Di antara mereka juga ada golongan Rafidhah yang suka mencaci Sayidina Abu Bakar dan Umar radhiyallahu anhuma., membenci para sahabat nabi dan berlebihan dalam mencintai Sayidina Ali dan anggota keluarganya, semoga Allah meridhai mereka semua. Berkata Sayyid Muhammad dalam Syarah Qamus, sebagian mereka bahkan sampai pada tingkatan kafir dan zindiq, semoga Allah melindungi kita
dan umat Islam dari aliran ini. Berkata Al Qadhi Iyadh dalam kitab Asy Syifa bi Ta'rif Huquq Al Musthafa,dari Abdillah ibn Mughafal, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Takutlah kepada Allah, takutlah kepada Allah mengenai sahabat-sahabatku. Janganlah kamu menjadikan mereka sebagai sasaran caci maki sesudah aku tiada. Barangsiapa mencintai mereka, maka semata-mata karena mencintaiku. Dan barangsiapa membenci mereka, maka berarti semata-mata karena membenciku. Dan barangsiapa menyakiti mereka berarti dia telah menyakiti aku, dan barangsiapa menyakiti aku berarti dia telah menyakiti Allah. Dan barangsiapa telah menyakiti Allah dikhawatirkan Allah akan menghukumnya. (Hadits riwayat Tirmidzi dalam Sunan At Tirmidzi Juz V hal. 696 hadits no.3762). Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, Janganlah kamu mencela para sahabatku, maka siapa yang mencela mereka, atasnya laknat dari Allah, para malaikat dan seluruh manusia. Allah Ta'ala tidak akan menerima amal darinya pada hari kiamat, baik yang wajib maupun yang sunnah. (Hadits riwayat Abu Nu'aim, Thabrani dan Al Hakim).
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, Janganlah kamu mencaci para sahabatku, sebab di akhir zaman nanti akan datang suatu kaum yang mencela para sahabatku, maka jangan kamu menshalati atas mereka, jangan kamu menikahkan mereka dan jangan duduk-duduk bersama mereka. Nabi shallallahu alaiihi wasallam telah kabarkan bahwa mencela dan menyakiti mereka adalah juga menyakiti Nabi, sedangkan menyakiti Nabi haram hukumnya. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Jangan kamu sakiti aku dalam perkara sahabatku, dan siapa yang menyakiti mereka berarti menyakiti aku. Beliau bersabda, Jangan kamu menyakiti aku dengan cara menyakiti Fatimah. Sebab Fatimah adalah darah dagingku, apa saja yang menyakitinya berarti telah menyakiti aku. (Kitab Risalah Ahli Sunnah wal Jama'ah,hal.9-10).
Kyai Hasyim menukil fatwa Qadhi Iyadh dalam kitab Syifayang menjelaskan golongan orang-orang yang dipastikan kekafirannya dari pemeluk Islam. Beliau menulis, “Telah berkata penulis kitab Al Anwar: dan dipastikan kekafiran setiap orang yang mengatakan suatu ucapan yang mengantarkan kepada kesimpulan bahwa seluruh umat telah sesat dan para sahabat telah kafir..” (Risalah Ahli Sunnah wal Jama'ah, hal.14).
Dan sampaikanlah secara terang-terangan apa yang diperintahkan kepada kamu agar bid'ah-bid'ah bisa diberantas dari semua orang di kota dan desa, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, Jika telah muncul fitnah-fitnah dan bid'ah-bid'ah serta para sahabatku dicaci maki, maka seorang alim harus menampilkan ilmunya. Siapa yang tidak melakukan hal itu maka ia akan terkena laknat Allah, para malaikat dan seluruh manusia.” Ditakhrij oleh Al Khatib Al Baghdadi dalam kitab Al Jami'il fi Adab Al Rawi wa Al Sami'. (KItab Muqaddimah Qanun Asasi Jam'iyah NU, hal. 25-26).

Sumber : Majelis Ulama Indonesia, Panduan Majelis Ulama Indonesia: Mengenal & Mewaspadai Penyimpangan Syi'ah di Indonesia.