Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Kewajiban Menjelaskan Nama dan Sifat Allah

10 Nov 2013



وَرَوَى عَبْدُ الرَّزَّاقِ عَنْ مَعْمَرٍ عَنِ ابْنِ طَاوُوسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ: (أَنَّهُ رَأَى رَجُلاً انْتَفَضَ لَمَّا سَمِعَ حَدِيثًا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الصِّفَاتِ، اسْتِنْكَارًا لِذَلِكَ، فقَالَ: ( مَا فَرَقُ هَؤُلَاءِ؟ يَجِدُونَ رِقَّةً عِنْدَ مُحْكَمِهِ، وَيَهْلِكُونَ عِنْدَ مُتَشَابِهِهِ) انْتَهى

Abdurrazzaq meriwayatkan dari Ma’mar, dari Ibnu Thâwûs, dari ayahnya, dari Ibnu ‘Abbâs, (beliau berkata) bahwa beliau melihat seseorang gemetar ketika mendengar sebuah hadits dari Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam tentang sifat (Allah). Sebagai bentuk pengingkaran terhadap hal itu, beliau berkata, Apa yang mereka khawatirkan? Mereka mau menerima dalam perkara muhkam, tetapi membinasakan diri dalam perkara mutasyâbih ‘yang global/pengertiannya samar’.”


Ibnu ‘Abbâs radhiyallâhu ‘anhumâ mengingkari beberapa orang, dari kalangan orang-orang awam, yang hadir di majelisnya karena terjadinya ketakutan pada mereka ketika mendengar sesuatu dari hadits sifat (yaitu hadits-hadits yang mengabarkan tentang sifat-sifat Allah Ta’âlâ), dan mereka gemetar karena mengingkari hadits tersebut. Maka tidaklah terdapat keimanan pada diri mereka terhadap apa yang telah shahih datang dari Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam, baik hal-hal yang maknanya mereka ketahui maupun tidak mereka ketahui. Mereka telah meninggalkan apa-apa yang wajib diimani dari perkara-perkara yang tidak mereka ketahui maknanya yang berasal dari Al-Qur`an yang merupakan kebenaran yang seorang mukmin tidak ragu padanya, sementara sebagian mereka membawanya kepada selain maknanya yang diinginkan oleh Allah sehingga dia binasa karenanya.

Setelah penulis menyebutkan atsar dari Ali radhiyallâhu ‘anhu yang menunjukkan tidak bolehnya berbicara kepada manusia dengan apa yang tidak mereka pahami, maka beliau menyebutkan atsar ini, sebagai hal yang menunjukkan bahwa nash-nash sifat tidak termasuk yang dilarang untuk disampaikan (kepada manusia), bahkan ia harus disebutkan dan diumumkan. Maka pengingkaran sebagian orang terhadapnya bukanlah merupakan penghalang untuk menyebutkannya. Adapun para ulama, sejak dahulu hingga sekarang masih selalu membacakan ayat-ayat dan hadits-hadits sifat dengan dihadiri oleh orang-orang awam (kebanyakan/biasa) maupun orang-orang tertentu secara khusus.

Faedah Atsar
  1. Bahwasanya tidak ada larangan untuk menyebutkan ayat-ayat dan hadits-hadits sifat dengan dihadiri oleh orang-orang awam maupun orang-orang tertentu secara khusus dalam rangka memberi pembelajaran.
  2. Bahwa orang yang menolak sesuatu dari nash-nash sifat, atau mengingkarinya setelah jelas keshahihannya, maka dia termasuk orang yang binasa.
  3. Pengingkaran terhadap orang-orang yang tidak menerima sesuatu dari nash-nash sifat. 


    Diringkas oleh Ustadz Dzulqarnain M Sunusi dari Kitab Penjelasan Ringkas Kitab Tauhid karya Syaikh Shalih Al Fauzan