Laskar Informasi

Pencarian Daftar Isi

Penipuan Massal

06 Nov 2013


Di zaman keterbukaan informasi semacam zaman kita ini, dunia seakan terasa sempit. Betapa tidak, dengan mudahnya Anda menyampaikan informasi ke orang terjauh dan bahkan ke masyarakat umum tanpa harus bersusah payah. Kemajuan ini tentunya membawa berkah, namun juga berpotensi membawa petaka.

Betapa tidak, di zaman kita ini, siapapun bisa berbicara kepada publik, membuat analisa, dan lainnya. Bahkan bagi orang orang yang memiliki atau menguasai mass media dapat dengan mudah mempengaruhi opini publik. 


Pecundang dianggap pejuang, pendusta dieluk-elukkan sehingga terkesan sebagai pahlawan. Orang bodoh lagi pandir diekspos secara terus menerus sehingga dianggap sebagai pakar, atau bahkan sebagai "satrio piningit" alias pahlawan pembawa perubahan, harapan masa depan, dan terus dieluk-elukkan. 

Tiada hentinya media memberitakannya, dari hari ke hari, bahkan seakan setiap gerak dan geriknya tiada luput untuk diekspos dengan bahasa yang demikian rupa. Seakan mereka adalah fogur suci tanpa kesalahan dan haram untuk dikritisi. Karena itu siapapun yang mengkritisi mereka maka segera dikroyok ramai ramai oleh media pendukung satrio piningit gadungan tersebut.

Padahal kalau Anda sedikit berpikir kritis saja, niscaya Anda dapatkan segudang bukti akan kebobrokan mereka yang terus ditutup-tutupi. 

Sebaliknya, media masa tiada lelah mengesankan buruk para pejuang sejati sehingga masyarakat menganggapnya sebagai pengkhianat. Orang baik tiada henti disudutkan dan dikorek-korek kesalahannya sehingga terkesan sebagai pengkhianat. Yang benar diberitakan sebagai kesalahan dan yang salah dikemas sedemikian rupa sehingga terkesan sebagai kesalahan yang tidak dapat diampuni. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إن بين يدي الساعة سنين خداعة يصدق فيها الكاذب ويكذب فيها الصادق ويؤتمن فيها الخائن ويخون فيها الأمين وينطق فيها الرويبضة. قيل: وما الرويبضة. قيل: المرء التافه يتكلم في أمر العامة ".
Sesungguhnya sebelum bangkitnya hari kiyamat akan ada beberapa tahun yang banyak terjadi penipuan. Pada saat itu pendusta dipercayai, sedangkan orang jujur didustakan. Pengkhianat dipercaya, sedangkan orang yang manat dianggap berkhianat. Dan pada saat itu pula banyak bermunculan " ruwaibidhoh"? Spontan para sahabat bertanya, apa yang dimaksud dengan " ruwaibidhoh" beliau menjawab: orang bodoh lagi hina namun banyak membicarakan urusan-urusan ummat banyak. (Hadits riwayat Ahmad dan lainnya) 

Fakta yang terjadi di sekitar kita di negri kita, nampaknya menjadi salah satu contoh nyata dari hadits di atas. Membaca hadits ini, terbetik khayalan: seakan Nabi shallallahu alaihi wa sallam menceritakan fakta yang sedang kita alami pada saat ini.

Bodoh Lagi Semena-mena, Eh Ngrasanya Pandai Lagi Adil


Sobat! Berbicara tentang kasus korupsi dan kesalahan pemerintah memang terasa asyik,seakan para pemimpin kita adalah orang paling bodoh lagi paling kejam. Terkesan bahwa andai dia yang menduduki kursi mereka niscaya lain ceritanya, Cerdas, tepat, dan pasti berlaku adil.

Betapa banyak dahulu orang yang berkata demikian, kritis, sesumbar dan bersuara lantang bak petir menyambar. Eeeeeh, ternyata ketika telah mendapat kesempatan dan benar-benar menjabat, nyatanya sama saja, terbukti belangnya.

Anehnya, kalaupun telah terbukti belangnya dan telah kehilangan jabatannya, tidak lama lagi ia kembali garang, bersuara lantang dan kritis seakan tiada malu dengan perilakunya.

Yang lebih aneh lagi adalah kita sebagai masyarakat, sudah tahu belang dan pernah dipecundangi, namun betapa mudahnya kita melupakan, sehingga kembali tertipu dan terperdaya. Betapa mudahnya masyarakat melupakan belang dan perilaku orang orang yang pernah menodai lembaran sejarah ummatnya. Sunggu benar firman Allah Ta'ala berikut: 

إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا
Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat agar dipikul oleh langit, bumi dan gunung, namun mereka semua enggan menerimanya, dan mereka semua kawatir tidak dapat menunaikan tugas memikul amanat tersebut, dan dipikullah amanat itu oleh manusia, sejatinya manusia itu banyak berbuat lalim lagi sangat bodoh. (Al Qur'an surah Al Ahzab : 72)

Sobat! Percayalah bahwa Hanya orang-orang yang benar-benar beriman (bukan hanya sekedar ngaku beriman) yang dapat menunaikan amanah dengan baik, karena mereka mendapat pertolongan Allah dan jiwanya jauh dari belenggu keserakahan dan kebodohan. Karena itu pada ayat selanjutnya Allah berfirman:

لِّيُعَذِّبَ اللهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ وَيَتُوبَ اللهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
Agar Allah menimpakan siksa-Nya kepada lelaki-lelaki munafik dan wanita-wanita munafik dan juga kepada lelaki-lelaki pelaku kesyirikan dan wanita -wanita pelaku kesyirikan, dan mengampuni kaum mukminin dan mukminat, dan sejatinya Allah Maha Pengampun dan Penyayang. (Al Qur'an surah Al Ahzab 73)

Sumber : Ustadz Muhammad Arifin Badri